[FF] Re-Life -Chapter 1

Re-life

Re-life

Title: Re-Life – Chapter 1

Genre : Romance, School’s Life, Slice of Life

Pairings: YoonHun (YoonA & Sehun)

Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Oh Sehun ‘EXO’ as Oh Sehun

– Jung Daehyun ‘B.A.P’ as Jung Daehyun

– Other

Lenght: Chaptered

OST:

– Li Yi Feng : Please Contact Me

– SNSD : How Great is Your Love

Note:

Annyeong!

Hai, hai saya hadir kembali dengan membawa serta fanfic terbaru, #GandengYoona&Sehun.😀.

Awalnya saat berniat membuat ff yang satu ini lebih ceria, tapi mungkin di chapter 1 saya akan membuat segala permasalahannya jelas , so it’s impossible. #BTW, saya suka ff sad#PLAKK

Dan di chapter ini, Yoona belum hadir #DiLemparSendal. Katanya dia masih sibuk di fanfic Flow dan What is Love yang belum kelar-kelar juga.😄😄

BTW, tolong jangan jadi silent-readers, please. ;-( . Tolong hargai saya walau dengan satu kalimat saja.😀 Oke😀

See you in next ff!

Still don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

Aku bertemu denganmu disaat yang tidak tepat.

Tidak tepat, karena aku mulai jatuh hati disaat senjaku hendak berubah menjadi gelap.

Aku bertemu dengan dirimu disaat yang salah.

Salah, karena hati ini terlalu lemah untuk menerima kenyataan.

Aku mulai mencarimu di saat yang buruk.

Begitu buruk, karena keadaanku tak sebaik dirimu.

Aku menyukaimu di saat yang tidak benar.

Tidak benar, karena aku mulai kehilangan harapanku.

Aku jatuh hati pada dirimu disaat yang tidak kuinginkan.

Tidak kuinginkan, karena aku mulai bermimpi kehilanganmu.

Aku cinta mati padamu disaat yang begitu kubenci,

Karena mungkin aku terlalu takut airmata ini tersisa di saat saat yang mengharuskan kita berpisah..

 

 

— Re-Life —

 

Author p.o.v

   Seseorang dengan cardigan berwarna hijau tua berdiri di bawah pohon besar. Rambut hitamnya yang dicat blonde membuat sinar mentari memendarkan cahaya menjauhinya. Posturnya yang tinggi terlihat begitu mencolok di antara siapapun. Dan wajahnya yang tanpa ekspresi, ani, mungkin lebih tepat disebut dengan wajah poker-face senantiasa menghiasi sosoknya yang terbilang sempurna. Ekspresi wajahnya yang tak bisa dibaca oleh siapapun semakin menambah daya tariknya .

Kini ia berada ditaman Nam, taman terdekat dari SMA-nya, tempat yang sebenarnya tak terlalu ia sukai. Disekeliling sosok tampannya, tampak dua orang lelaki seumuran dengannya, bergaya urakan walau mereka masih mengenakan seragam sekolah berwarna hitam. Dengan sekali lihat saja siapapun sudah mengerti orang seperti apa mereka.

   “Bos, apa benar ini tempatnya?”salah satu dari dua temannya itu bertanya dengan nada kesal. Ia kelihatan tak tahan dengan sikap tenang dari ketua geng mereka yang menurutnya terlalu sabar.

Bukan sepuluh atau dua puluh menit mereka menunggu, ini sudah hampir 1 jam lebih dari waktu yang dijanjikan, tapi tanda-tanda kehadiran orang yang dicintai ketua mereka itu tak juga menunjukkan tanda-tanda kehadirannya.

Tak mungkin mereka meninggalkan ketua mereka sendirian ditempat itu, bagaimana nanti jika ia diserang oleh geng lainnya? Bisa jadi masalah besar itu.

 

Namun, lelaki berwajah poker-face itu hanya berbicara tanpa memandangnya. Tatapannya masih sibuk mengitari tempat perjanjiannya dengan gadis yang telah dipacarinya lebih dari 1 tahun. Mencari sosok perempuan dengan wajah dewasa yang akhir-akhir susah sekali ia temui,

   “Bos ini terlalu baik! Apa pacarmu itu tahu kalau bos adalah anak sekolahan? Jangan-jangan kalian hanya berpacaran di media sosial!”anak laki-laki berambut hitam legam yang sedari tadi tampak berbaring di rumput taman mulai angkat bicara, masih dengan nada bercanda.

   “Kami saling mencintai. Aku sumpal mulutmu nanti..”

Yah. Oh Sehun memang masih seorang murid SMA, sejak masuk sekolah itu, yang ia lakukan hanya berkelahi dengan murid-murid bermasalah lainnya.

Awalnya ia memang berniat menjadi orang yang selalu diharapkan oleh ayahnya -yang notabenenya- adalah seorang konglomerat. Tetapi karena satu masalah, nama seorang Oh Sehun menjadi lekat dengan julukan ‘murid bermasalah’. Apalagi setelah ia berani menantang Wu Yi Fan, mantan ketua geng yang dikabarkan pernah hampir membunuh gurunya sendiri.

Sehun hanya merasa tak terima. Kenapa ia diperlakukan secara tak adil bahkan oleh dewan sekolah. Kenapa orang-orang tua itu seenaknya memvonis dirinya tanpa mengetahui cerita sebenarnya?

Hingga hal itu membuatnya dari hari ke hari selalu menghajar orang yang menghinanya ataupun mengejeknya dengan julukan itu. Tetapi tanpa sadar, ia malah terjerumus semakin dalam kearah yang tak pernah ia bayangkan sama sekali.

Dan kini?

Ia menjadi ketua geng dari salah satu dari sekian banyak geng-geng beranggotakan anak sekolahan yang disegani. Plus, ia sangat terkenal diantara yang lainnya.

 

   “Berapa usianya bos? Kedengarannya dia lebih tua darimu? Apa dia mahasiswi?”

   “Dia resign dari universitas. Dan jangan menyebutnya dengan ‘dia’!”sahutnya tenang.

Satu tangan memetik ranting kecil dari pohon didekatnya dan langsung memukulkannya ke kepala teman satu gengnya itu. “Namanya Lin Yun Er, ingat baik-baik. Kalau kau salah menyebutnya, aku akan menggantungmu di tiang bendera!”

   “Aye-aye sir!”anak buahnya yang satu ini memang tak mempunyai rasa takut sama sekali terhadap dirinya. Tapi justru itulah yang membuat sehun merasa santai dan bisa bercerita banyak padanya. Laki-laki bernama lengkap Jung Daehyun, sosoknya yang ceria selalu mengisi hari-harinya.

Selain Daehyun, satu orang yang selalu mengisi hari-harinya adalah sosok gadis cantik bernama Lin Yun Er. Gadis keturunan cina-korea yang Sehun tahu selalu menerimanya apa adanya. Tak peduli bagaimanapun keadaannya. Walaupun Sehun memiliki reputasi buruk dimata orang, gadis itu selalu kelihatan memahaminya.

Tetapi beberapa bulan terakhir ini, Sehun jarang sekali bertemu dengannya. Terakhir kali mereka bertemu, itulah saat Yun Er mengatakan padanya bahwa ia memutuskan untuk berhenti melanjutkan kuliahnya. Ia mau fokus kerja, itu yang diketahui Sehun.

Dan setelah itu, bahkan gadis itu tak pernah menjawab telepon darinya.

 

Tapi hari ini, entah mungkin hari ini merupakan hari keruntungan bagi Sehun, pagi-pagi buta Yun Er meneleponnya dan berkata jika ia ingin bertemu.

Tentu saja Sehun dengan senang hati menyetujuinya, bahkan jika tempat pertemuan mereka di taman yang menurutnya adalah tempat untuk seorang ahjumma. Taman Nam terkenal dengan reputasinya sebagai tempat jongging ibu-ibu rumah tangga segala usia.

Namun yang paling aneh, Yun Er malah tak keberatan jika Sehun mengajak teman-temannya. Padahal, ia hanya bercanda saat bicara akan hal itu. Hal itu yang membuat Sehun agak kecewa,

Apa pertemuan perdana mereka setelah sekian lama ini tak berarti sama sekali bagi gadis itu?

Jujur dalam hati, ia ingin bisa jalan berdua dengannya. Ia ingin memeluknya.

Sehun menghela nafas. Yang mengundang sentakan kecil dari bibir Daehyun,

   “Just call her, bos!”

   “Dia tak mau mengangkat.”jawabnya cepat.

   “Pakai ponselku saja!” Sehun menatapnya aneh. Apa maksud bocah satu ini? Oke, Daehyun mungkin tak berniat buruk. Tapi, kenapa dia seenaknya menghancurkan perasaan setia yang ia miliki?

   “Apa kamu mau bilang dia menghindariku?”nada suara Sehun sedikit tinggi saat mengatakannya.

Daehyun langsung mengibaskan tangannya. Agak panik melihat ketuanya merasa tersinggung.

   “Mungkin saja bos. Jangan marah dulu, hubungi saja!”

 

—–Re-Life—–

 

   “Halo?”

   “……..”

   “Halo Daehyun?”

   “…apa kau menghindariku?!! Kenapa kau mengangkat telepon dari Daehyun, sementara aku tidak?!”

   “Sehun…? Ini Sehun?”

   “…….”

   “Tolong dengarkan aku dulu, Sehun. Aku-“

   “Dimana? Dimana kau sekarang?!!”

 

Oh sehun tampak kesal. Ia mempercepat laju sepeda motornya.

Ia harus cepat menuju rumah sakit, Lin Yun Er sedang berada disana. Bukan karena sakit, tapi gadis itu malah sibuk bekerja disana. Mengabaikan janji yang ia buat sendiri. Membuatnya kecewa setengah mati.

Membuatnya merasa dikhianati.

 

Sehun merasa benar-benar konyol.

Ia begitu bahagia hanya dengan janji kecil yang keluar dari mulut seorang Lin un Er yang sangat ia sayangi.

Ia merasa sangat senang hanya dengan kata-kata kecil dari gadis itu. Tapi pada kenyataannya?

Gadis itu hanya memperlakukannya seperti anak kecil. Anak kecil yang dengan mudah dijanjikan akan sesuatu, dan dibohongi dengan janji manis lainnya.

Hanya dirinya yang merasa bahagia sebegini besarnya.

Benar-benar konyol, ini benar-benar konyol!!

 

Langit seakan berubah menjadi kelabu. Seakan hujan akan segera turun, pandangan mata Sehun yang tak terlalu fokus kejalanan didepannya malah membuatnya berada dalam masalah besar.

   “AWAS!!”teriakan kerasnya terdengar.

Bolamatanya membesar seketika, saat seorang perempuan lewat persis didepannya, Sehun langsung membanting arah. Berusaha mengelak, namun sial.

Dia terlambat. Terlambat untuk menyelamatkan diri.

Tepat sedetik saat ia berhasil menyelamatkan nyawa seorang perempuan, ia kembali dihadapkan dengan cobaan yang lebih berat…

 

Ia melihat sebuah truk besar tengah melaju kencang tepat kearahnya, bersiap menabraknya hanya dalam hitungan detik saja. Sehun melepaskan pegangannya, ia langsung menerjunkan diri kesamping.

 

Dentuman besar terdengar, disusul dengan suara benda berat terseret.

Sehun membuka mata sebisa yang ia mampu, tetapi kepalanya berdenyut hebat dan bau anyir merebak seketika disekitarnya. Kepalanya terbentur jalanan…

Ia tak bisa bergerak. Nafasnya mendadak tercekat di tenggorokan. Perlahan, suara-suara berisik disekelilingnya menghilang.

Apa ia akan mati?

Apa ia tak akan bisa bertemu dengannya lagi?

Apa ia hanya akan menjadi kenangan sekarang?

Pikiran-pikiran itu mendadak muncul di kepalanya. Memikirkannya saja membuat kepalanya terasa sakit tak terkira.

Tidak. Ia tak boleh mati. Ia harus tetap hidup. Bagaimana pun caranya-

 

   “Hei! Hei!”

Suara seorang perempuan tiba-tiba saja terngiang ditelinga Sehun. Suaranya begitu terdengar familiar ditelinga Sehun, suara…Yun Er?

Yun Er?

Ia tertawa kecil. Berusaha bernafas sedikit demi sedikit disela tawa miris itu.

Meski pandangannya mulai memudar, setengah mati ia berusaha mengggerakkan tangannya. Dan saat jari-jemari miliknya menggapai tangan orang yang masih sibuk memanggil-memanggilnya, Sehun menggenggamnya erat.

Jadi, ia benar-benar akan mati?

Apa Tuhan benar-benar tahu jika hatinya selalu tertuju pada makhluknya yang satu itu?

Apa Tuhan mengabulkan permohonan terakhirnya dengan cara begini?

 

TO BE CONTINUED

2 thoughts on “[FF] Re-Life -Chapter 1

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s