[FF] Throbbing Tonight Chapter 3

LuYoon poster throbbing tonight

LuYoon poster throbbing tonight

Title: Throbbing Tonight Chapter 3 | and so the Wolf fell in love with the Deer

Genre : Romance, Fantasy

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– EXO : Mama

– Lay ft LuHan (EXO-M)  : Because Of You

Note:

  Annyeong readers tercinta!!:D

Huahh udah lama tak membuka akun wp, yah mungkin hampir seminggu Author menghilang dari dunia peradaban FF

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

Yoona P.o.V

Aku tidak tahu apa yang tengah terjadi padaku..

Dan memang aku tidak pernah tahu alasan kenapa tubuhku selalu bereaksi begini..

Rasanya..

Aku serasa berada didalam es yang membeku. Ah, lebih tepatnya didalam bongkahan es raksasa. Aku bagai terperangkap didalamnya..

Tubuhku kaku, rasanya sangat dingin, untuk sejenak aku mati rasa..

Untuk sejenak perasaan sepi seakan membunuhku.. aku tak bisa berpikir ataupun memikirkan apapun..

Untuk sejenak aku merasakan satu perasaan yang begitu menyesakkan. Perasaan itu begitu menyakitkan, aku tak mampu merasakan apapun..

Aku hanya tahu. Ketika itu, aku terjatuh. Kelopak mataku terasa sangat berat. Aku tahu, aku telah tak sadarkan diri..

Lalu..

Aku merasakan sesuatu mengisi tubuhku. Aku tak tahu apa itu, rasanya ia menempati rongga paru-paruku, dan aku menyesal karena tidak pernah berhasil mengetahuinya

Aku tidak pernah tahu apapun, bahkan pada apa yang terjadi pada diriku sendiri..

Yang aku tahu, aku sangat membutuhkannya.

Benda asing itu. Aku membutuhkannya layaknya aku membutuhkan makanan..

   Aku menyebutnya…. Life Essence..

   Istilah itu pernah aku dengar saat menguping pembicaraan BaekHyun dengan ibuku..

Benda yang mengisi tubuhku tanpa aku tahu apa itu.

Aku..

 

   “Kakak! Kau sudah bangun?!” BaekHyun mendadak berteriak tepat didepan wajahku.

Aku sontak terbangun. Ia tersenyum lebar seakan telah memenangkan sesuatu,

Kemudian, ia melakukan kebiasaan anehnya. Mengepalkan kedua tangannya keatas sambil meneriakkan satu kata yang juga sangat kuhafal,

   “YESS!!”

Aku mengerjabkan mata beberapa kali. Pandanganku masih samar-samar, kenapa setiap pagi selalu begini?

  Aku mencoba mencari kacamataku yang selalu kupersiapkan diatas meja. Tapi sepertinya tidak ada,

 Apa Baekhyun menyembunyikannya lagi?

   “Hei…” aku melihat kearah sosoknya yang samar-samar dipandanganku.

  “Apa?”

   “Kemana kacamataku?”

  “Tidak tahu…” jawabnya asal. Ia meloncat keatas tempat tidurku dan melakukan loncatan trampolin kebanggaannya disana,

   “Kecuali kakak mengijinkanku menyelinap ke sekolahmu!”

Aku terpaku. Agak kaget pada permintaannya yang selalu terdengar tak normal,

Dia bilang apa tadi? Menyelinap kesekolahku.. lagi?

Tidak!

  “Tidak akan!” balasku setengah berteriak. Aku tidak mau membayangkannya. Aku tidak mau mengingatnya lagi.

Aku tidak akan mengijinkannya membuat kerusuhan lagi seperti 3 tahun yang lalu, saat ia membakar lab sainsku dan berpura-pura menjadi hantu lalu menakuti anak-anak lain di perpustakaan.

   Yah, walaupun ia tak menyakiti siapapun, tapi aku cukup risih dengan kedatangannya yang selalu berujung pada kerusuhan!

 Apalagi sekarang, disana ada LuHan.. aku tahu BaekHyun tidak begitu suka dengan orang yang ‘sejenisnya’, berbanding terbalik dengan sifat serigala pada umumnya.. ia tak senang berkumpul dengan teman-temannya, tapi ia senang keramaian; baginya itu adalah tempat favoritnya. Mungkin maksudnya, tempat favoritnya untuk membuat kerusuhan..

Tapi, kampusku bukanlah tempat yang bagus untuknya melakukan kerusuhan..

  Bisa-bisa ia berkelahi disana..

Aku menggeleng cepat. Aku tak mau membayangkannya dan aku tak mau itu benar-benar terjadi!

   “Kakak!”

   “Tidak ada yang bisa kau lakukan disana..” aku berkata perlahan.

Kucoba untuk meraba udara didepanku, mencoba mencari letak meja belajarku. Aku ingat menyimpan kacamata cadangan disana,

   “Bagaimana mungkin tak ada yang bisa kulakukan disana, Kak?”

Aku mendengar langkahnya yang sangat jarang itu mendekat, aku tak yakin ia berjalan.

Oh, apa ia melompat? BaekHyun memang senang sekali bertingkah seperti serigala yang tinggal di hutan pedalaman.. Serigala yang akan berlari mengejar mangsanya, memainkan perannya sebagai salah satu binatang horror itu..

 Itu menurutku..

   “Aku bisa mengganggu salah satu gurumu yang menyebalkan.. tinggal sebutkan saja namanya dan bagaimana wajahnya.. aku bisa membuatnya menyesal hidup…”

Tidak ada.. kacamata itu juga tidak ada di dalam sini..

Aku cepat-cepat berjongkok dan membuka laci meja yang paling bawah. Aku masih ingat dengan jelas, jika aku menyimpan kotak lensaku disini..

  Mudah-mudahan Baekhyun tak tahu!

 

Dapat!! Aku menemukannya!

   “Hei, aku tak suka kakak memakai benda itu!” ia mencoba merebut benda yang kucari dengan susah payah.

 Tapi, aku tak akan melepaskannya. Kali ini aku tak mau kalah..

   “Kakak!!”

  “Jangan campuri urusanku BaekHyun!!!”

Sampai saat itu, ia tersadar. Aku melihatnya mundur selangkah. Dan berlari kearah jendela yang terbuka dan melompat turun,

  “BaekHyun..” aku mencoba menahannya,

Percuma saja.. ia pasti ngambek lagi..

  Maaf.. aku membentakmu BaekHyun..

Kau sih sudah keterlaluan..

Aku kan sudah bilang, jangan memaksaku.

 

 

 

 

Lalu, hari-hariku berjalan seperti biasanya.

Hari-hari yang selalu terasa membosankan dan monoton untukku..

Aku Yoona. Im Yoona..

Satu-satunya gadis yang bagai mayat hidup ditempat itu.

Tapi, Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur dengan tenang.

Sekolah.

Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain untuk melampiaskan kekosongan ini.

Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya.

Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela

aktivitas harian.

Aku menatap rekahan di pojok kelas, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu

salah satu cara memelankan suara-suara riuh di sekitarku.

  Tidak ada hal yang menarik untuk kulakukan disini. Selain melukis dan membiarkan diriku hanyut dalam duniaku sendiri,

   Aku selalu membayangkan. Mungkin terdengar lebih menarik jika aku menjadi seorang bikers, preman, atau teroris sekalipun. Bukan seorang mahasiswi pendiam yang patuh pada peraturan seperti ini..

  Yah. Kurasa itu bahkan lebih menyenangkan. Aku tidak suka duniaku yang sekarang. manusia-manusia ini membuatkan hampir mati kebosanan.

Mungkin aku cukup hanya 7 jam disini, mungkin di lain waktu, aku akan tinggal dihutan dan berbicara dengan Poseidon..

  Mungkin aku bisa membicarakan sesuatu padanya untuk membuat banjir atau bencana yang lebih menghancurkan…

  Kenapa tidak?

Aku seorang ancient! Aku bisa berkomunikasi dengan alam dan melaporkan segala sesuatu pada mereka! Ada juga yang berkata, aku bisa berdo’a pada bumi.. tapi, hal itu belum bisa kupastikan sama sekali,

  Dan lagi… aku bukan manusia immortal..

Aku hanya menjadikan itu sebagai identitasku saat bertemu dengan makhluk yang bukan manusia lainnya… cukup pintar bukan?

Aku… keturunan terakhir ancient. Aku dengar hal itu dari nenek sekitar 13 tahun yang lalu, setidaknya ada beberapa tugas yang harus kulakukan didunia ini; selama aku masih hidup..

  Mencari apa itu Life Essence

… dan melenyapkan villain yang sepertinya tengah memburuku…

 

 

Hanya ada 2 orang yang selalu kucurigai akhir-akhir ini..

Pertama, seorang vampire yang akhir-akhir ini selalu kulihat di dekat umahku.. aku melihatnya beberapa kali saat ia tengah memperhatikan jendela kamarku..

Dan yang kedua, orang yang berada di balik kendali Xi LuHan..

 

 Ia bukan tanpa alasan menyerangku saat itu,

Ia mencari sesuatu yang ada di dalam tubuhku. Entah apa itu, tapi yang kutahu ia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, bahkan jika ia harus membunuhku sekalipun. Ia tak peduli..

  Tapi satu hal yang membuatku semakin bingung adalah kenapa ia tak langsung membunuhku saat itu. Kenapa saat aku berteriak padanya, ia seakan tersadar?

Aku tahu, aku adalah musuhnya, Yah. Itu yang ada di pikirannya ketika itu..

  Atau, ia takut pada apa yang ia cari sendiri. Ah, tapi apa itu?

 

   Aku mendongak sedikit. Menyadari suasana tak seberisik beberapa menit yang lalu. Hanya ada beberapa alasan kelas ini menjadi hening..

Satu, jika mereka dibuat membeku..

Dua,…

 

Lalu, aku melihat dirinya.. baru membuka pintu kelas dan selesai setelah berbicara sedikit dengan dosen yang ada di depan,

Seseorang dengan kulit sepucat mayat, Xi LuHan..

Ia berjalan kearahku dengan sorot mata yang tak kusukai sedikitpun.

   “Apa kabar?” tanyanya pelan. Hampir tak terdengar,

Aku menyadari akan sesuatu yang terjadi dengannya semalam. Wajahnya.. penuh dengan bekas luka.

Itu yang kulihat saat ia mulai duduk disampingku, menjadi identitas biasanya sebagai teman sebangkuku.

 

Aku hanya diam.

 Aku tidak ingin memulai pembicaraan, aku tidak mau membuyarkan konsentrasiku,

Aku hanya memfokuskan perhatianku pada buku tebal yang kubaca; sebagai kamuflase,

Aku hanya sedang menutup alam pikiranku. Aku tidak bisa berpikir tentang apapun atau ia akan tahu semua yang kupikirkan,

   “Kau.. tak menanyakan kabarku?” ia terdengar sedih.

Aku hanya menjawabnya dengan bunyi lembaran buku.

Maaf.. aku tak mau membuat beberapa pasang mata di kelas ini semakin berani melihat kearahku ataupun dirimu..

   “Aku tidak peduli…aku hanya ingin kau bicara padaku..”

Ada denganmu? Kau tampak tak seperti biasa…

Tapi, ia malah diam. Aku tidak bisa mengerti apa yang sedang ia pikirkan,

Ia diam… sesuatu yang kutahu tak pernah terjadi padanya selama ini. Sangat.. aneh..

  “Yoona… apa kau berpikir bahwa aku ini telah berbuat sesuatu yang salah padamu?” suaranya kembali terdengar begitu lemah,

Aku hanya diam. Kata-katanya yang barusan terdengar asing ditelingaku,

Rasanya.. dia.. tahu sesuatu yang tidak menyenangkan…

Tidak..

  “Bicara padaku..” Luhan tampak tak senang.

Kenapa ia tampak sangat mengerikan sekarang?

Aku menutup buku yang ada di tanganku hingga bunyinya terdengar ke seluruh ruangan,

   “T-i-d-a-k..” aku mengejanya dengan nada yang sengaja kutekankan.

   “Lalu..? Lalu kenapa aku tak bisa membaca pikiranmu? Kau ingin bersembunyi dariku? Kau ingin lari dariku?”

  Tidak!

  “Tapi kenapa kau menutup alam pikiranmu?..” Apa? Jadi, ia tahu?

Ini kelihatan semakin tidak bagus. Cukup!

Aku berdiri. Dan mengangkat tanganku tepat saat dosen kimia itu menatap kearah kami,

   “Ya?”

  “Bisakah saya ijin ke kamar kecil?”

   “Tentu..”

Aku yakin, kemarin dia pasti melakukan sesuatu yang berat. Hingga dia menjadi agak pemarah sekarang.

Apa dia ‘berubah’ kemarin? Menjadi seperti BaekHyun?

Jika benar, kenapa sekarang ia malah stress begitu? Bukannya ia sudah terbiasa?

Ah, aku tidak mengerti dengannya…

  Aku kan tidak memintanya mencari tahu apapun tentangku kemarin..

  Apa dia.. sakit karena itu?

 

Aku seakan terkena serangan jantung mendadak jika melihatnya seperti itu. Aku takut ia nekat menyerang, bukannya tidak mungkin ia akan membunuh semua orang yang melihatnya juga..

Dan jika ia menyakitiku, aku tidak mungkin tak melawannya..

Aku tidak mau mati…

Maaf LuHan… aku tidak tahu harus bagaimana..

 

Aku hanya.. harus lari darimu..

 

 

To be continued..

9 thoughts on “[FF] Throbbing Tonight Chapter 3

  1. min ini bagus banget min, demi apa, sumpah! aku udh baca dr awal cuman sempet komen dsni, soalnya tdnya keduluan kepo sih heheeee btw boleh bagi link chapter 4? aku suka banget ff ini, keren

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s