[FF] 60 Seconds of Love Chapter 4

60 Seconds of love poster KyuNa

60 Seconds of love poster KyuNa

Title: 6o seconds of love – Chapter 4

Genre : Romance, Sad

Pairings: KyuNa (KyuHyun & Yoona)

Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Cho KyuHyun ‘Super Junior’ as Cho KyuHyun

– Wu Yi Fan ‘EXO’ as Wu Yi Fan

Lenght: Chaptered

OST:

– D.O ‘EXO’ ft Ryeowook ‘Super Junior’ : Missing You

Note:

 Yahh. Author ndak tahu lagi mau bilang apa lagi, rasanya kurang enak kalau nge bahas berita terbaru Yoona #KnowItAll..😥

   Tapi, nggak ada salahnya kita tetap menjadi yang dulu kan? Semuanya akan tetap sama walau kita harus kecewa berat.

 So, Author tetap ngelanjutin cerita ini, mudah-mudahan nggak terpengaruh dengan berita-berita terbaru kedepannya…🙂

Please, leave a comment..🙂

Happy Reading!🙂

– 60 seconds of love –

Wu Yi Fan P.o.V

Aku sudah mencoba untuk melihat apa yang kau lihat… aku sudah mencobanya…

Aku telah mencoba untuk mendengar apapun yang kau dengar..

 

Tapi aku hanya seperti bayangan untukmu..

Tapi aku hanya mengikutimu layaknya bayangan hitam..

Aku mencoba untuk merebut hatimu kembali. Aku mencoba untuk menyadarkanmu dari mimpi burukmu..

Aku ingin memiliki hatimu yang seputih salju…

Aku ingin memiliki hatimu yang setulus malaikat..

Aku ingin mengetahui hatimu yang selembut sutra..

Yoona..

 

Aku ingin kau sadar. Aku ingin kau melihatku.

Aku ingin bolamatamu terbuka, dan kau akan berkata “Yi Fan.. Kau disini?” padaku.

Dengan begitu, aku mempunyai alasan untuk dapat tersenyum padamu.

Aku ingin mengetahui isi hatimu..

Yoona…

Aku ingin mengerti dirimu…

Apa yang kau suka, apa yang kau benci, apa yang kau inginkan, aku ingin mengetahui semuanya..

Aku tak pernah peduli akan hal itu selama ini. Tapi justru hal yang tak pernah kupedulikan itu ternyata menjadi begitu penting untukku sekarang ini..

 

Tapi… Mengapa kau tetap seperti ini??

Kenapa kau membuatku layaknya orang bodoh yang menantimu..

Kenapa Yoona?

Kenapa semuanya semakin terasa asing untukku?

Kenapa semua reaksimu seakan hanyalah bagian dari sisi dirimu yang penuh dengan kesedihan? Kenapa?

Bagaimana bisa kau tersenyum dibalik tangismu? Bagaimana bisa kau tetap tegar dan hanya mengatakan jika kau tak apa-apa?

Apa kau tak mau terlihat lemah?

Yoona..

Aku tak pernah mengerti dirimu..

 

Satu lelaki yang mencintaimu adalah diriku..

Satu lelaki yang menangis karenamu adalah diriku..

Aku selalu bersamamu.. aku selalu disisimu..

Tetapi mengapa?

 

Saat bolamatamu menatapku…

Saat ekspresimu menangkapku didepanmu… di hadapanmu…

Kau seakan melihatku sebagai orang lain. Kau berekspresi seakan bukan aku yang ingin kau lihat..

Bukan aku yang ada disana..

Buka aku yang ada di pupil matamu..

Bukan aku yang ada di pikiranmu…

Aku sadar itu..

 

Kau tahu Yoona? apa kau pernah tahu?

Hatiku sakit saat memikirkanmu…

Hatiku perih saat memandangimu..

Kau yang membangun tembok tinggi diantara kita…

Aku begitu sedih saat menyadarinya..

Aku begitu terluka saat merasakannya…

Aku yang mencintaimu layaknya aku bernafas.. aku yang menyayangimu bagaikan langkah kakiku berjalan..

 

Bisakah kau menghitungnya?

Kau tidak pernah tahu betapa menyakitkan cinta yang seperti ini..

Cinta yang datang layaknya angin malam..

Cinta yang datang layaknya sebuah bisikan tak penting..

 

Aku..

Aku disini Yoona..

Aku selalu menantimu disetiap aku terbangun dari tidurku. Aku selalu memanggil namamu dimanapun aku berada dan disetiap aku melangkah.

Tapi, mengapa kau tak pernah mendengarku? Aku hampir mati karenamu..

Mengapa kau tak pernah berbalik kearahku? Aku tak bisa bernafas karenamu…

Mengapa kau tak pernah melihat kearahku, Yoona? Aku hampir hancur karenamu..

Karena cintamu yang tampaknya tak mampu untuk kuraih…

 

Apa sudah terlalu terlambat bagiku untuk kembali padamu?

 

Yoona…

 

Yoona…

 

Apakah kau akan selalu seperti ini?

Kau bahkan tak mengingat siapa aku.. kau bahkan tak tahu siapa aku bagimu..

Kau tak ingat apapun tentang kisah kita berdua..

Kau tahu Yoona?

Aku sakit mendengarnya…

 

Aku tak mampu bernafas dengan benar, saat aku melihatmu,

Kau hanya ingat suara orang lain…

Kau hanya mendengar suara itu..

Kau hanya menyanyikan lagu yang selalu berdengung di telingamu..

Kau bahkan berkata jika kau selalu sedih dengan mimpi buruk yang setiap malam menghantuimu bagaikan sebuah terror..

Kau bahkan menangis karenanya…

 

Yoona..

Kenapa kau memintanya untuk tak pergi meninggalkanmu? Apa kau masih menyayanginya..

Yoona..

Kenapa kau selalu tak ingin dia meninggalkanmu? Apa hatimu masih menyimpan namanya?

Hanya namanya? Hanya namanya yang tak kau ingat, namun kau rasakan?

 

Bagaimana bisa Yoona??

Sebegitu berarti dirinya untukmu? Kenapa kau tak bisa sedikitpun melupakannya?

 

   “Lelaki yang mencintaimu hanya aku…”

   “Lelaki yang merindukanmu hanya diriku…”

  “Mencintaimu di setiap detik… dan merindukanmu sepanjang hari…”

   “Aku selalu disini.. di dalam kisah kita berdua..”

  “Kisah cinta yang terjadi dalam 60 detik..”

  “Kisah yang kusimpan indah didalam hatiku tanpa seorangpun tahu…”

   “Only you and I. Can you feel it?”

   “Waktu kan datang menyatukan kita….”

   “Waktu yang kelak juga…”

   “…akan memisahkan kita…”

Aku begitu ingat bagian itu. Bagian yang ia nyanyikan setiap kali ia memandang keluar jendela di sampingnya.

Bagian yang membuatnya semakin sakit..

Ia selalu menangis menyanyikannya..

Tubuhnya yang bergetar dan suara isaknya yang hampir tak terdengar. Ia selalu membuatku hanyut dalam kesedihannya yang sederhana..

 

 Dia selalu menangis seorang diri..

Ia yang selalu berekspresi sedih saat terbangun dari tidurnya..

Ditengah malam yang dingin, terkadang ia menangis..

Dan terkadang jantungku berdetak kencang memikirkan keadaannya yang semakin memburuk..

Ia yang tak kuat menahan rasa sakit yang menusuk jantungnya..

Ia yang hanya bisa berkata tidak apa-apa padaku dan tersenyum ringan.

Dengan sorot mata sendumu… dengan kata-kata bohong yang kau ucapkan…

Bagaimana bisa aku mempercayaimu?

 

Kau bukannya tidak apa-apa.. kau sakit…

Tapi… Yoona..

Meski aku tahu,

Aku… tak bisa berbuat apapun.

 

Yang kulakukan justu malah akan menghancurkan perasaanmu..

Kata-kata yang kuucapkan untuk menenngankanmu, malah membuatmu semakin perih..

 

Just how… how much more do I..

Have to stare at you alone…

This foolish love..

This beggar-like love…

If I continue this way, can you see me?

If I Continue this love, can you love me?

Yoona…

 

Aku tidak pernah yakin… kau bisa membuang perasaanmu yang terlanjur terukir untuknya..

Aku sadar..

Cintamu tak pernah ada untukku..

Pintu hatimu tak pernah terbuka untuk lelaki lain.. dari dahulu hingga saat ini..

Kau tak pernah menyukaiku sedikit pun..

Didalam hatimu… hanya ada dia.

Didalam hatimu…

Hanya ada namanya..

Nama seorang Cho.. KyuHyun…

 

Yoona..

Aku benar kan? Kau mencintainya kan?

Kau tak perlu takut padaku, kau tak perlu menyembunyikannya dariku..

Karena di dalam diriku…

Karena di hatiku..

Cukup hanya ada bayanganmu.. hanya bayanganmu yang tak mampu kuraih meski aku memohon sekalipun..

Aku hanya bisa melihatmu..

Aku hanya bisa mendengar suaramu yang selalu terdengar indah…

 

Jadi, sekarang…

Kau adalah seekor kupu-kupu yang bebas..

Aku rela, asal kau selalu bahagia saat bersamanya..

Sekarang kau boleh mengatakan jika kau menyukainya..

Kau boleh terbang jauh dariku…

Tapi Yoona..

 

Bolehkah aku tetap merindukanmu?

Bolehkah jika aku tetap menantimu?

Aku tak pernah tahu, kapankah kau akan berubah.. dan nyatanya kau telah berubah..

Kau terbang kearahnya..

Kau selalu bagaikan api unggun untuknya… hangat dan menyenangkan..

 

Saat itu,

Aku hanya perlu menatapmu… seorang diri tersenyum untukmu..

Mungkin aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan…

Dan itu adalah takdirku… untuk menjadi cinta yang bagaikan angin berlalu untukmu..

 

Yoona…

Aku sayang padamu..

 

  

   “Yoona…” aku membuka pintu ruang rawatnya. Dan melangkah kearahnya,

Ia tampak terkejut. Ia buru-buru mengusap airmatanya, takut aku mengetahui dirinya yang sedari tadi menangis..

Yoona.. Yoona…

Kau tak pernah tahu apa yang selama ini kupelajari darimu?

 

Menangis memang tak akan menyelesaikan masalah. Tapi menangis juga akan membuat perasaan akan lebih baik..

   “Kau juga, sekali-sekali harus menangis juga… kau seperti tak mempunyai beban hidup..”

   “Aku memang tak punya beban hidup.. aku kaya, aku juga tampan, apa yang aku pusingkan?”

   “Yah. Apa jika nanti aku meninggalkanmu atau kau yang meninggalkanku, kau masih bisa berkata seperti itu?”

   “Tentu saja. Tapi, apa kau berani meninggalkanku?”

 

   “Mau jalan-jalan keluar? Aku menemukan tempat yang indah diluar…” aku tersenyum sebisaku. Tiba-tiba kenangan itu melesat masuk ke dalam hatiku..

Aku merasa sesak..

 

 Yoona menatapku sejenak. Dahinya berkerut, ia tampak ragu,

   “Tidak apa-apa?” tanyanya.

  Dengan perlahan, ia mulai menapakkan kakinya di lantai,

Yoona mulai melangkah kearahku. Sangat perlahan, ia seakan tak ingin jatuh…

   “Yi Fan…”  suara terdengar parau,

Mendadak saja airmatanya mengalir.

Aku membeku, saat ia memelukku erat..

Aku benar-benar tak paham dengan ini semuanya…

   “Aku tak mau ia pergi… Aku tidak mau ia meninggalkanku…”

   “Tolong Yi Fan… kumohon katakan padanya.. kumohon katakan padanya jika ia tak boleh pergi… Tidak boleh..”

  “Yoona..”

   “Ia tidak boleh pergi meninggalkanku…” ia menangis keras.

Sungguh Yoona…

Aku tidak tahu harus melakukan apa..

Aku tidak tahu…

   “Jangan menangis…” hatiku sakit.

Aku hanya bisa memeluknya. Aku tak tahu apakah ia akan kembali lagi.

Aku tak bisa menjaminnya…

Dan aku  tidak mau kau sedih lagi..

 

 

Author P.o.V

 

   “Kau bohong!” Wu Yi Fan meneriaki seorang laki-laki berkacamata yang kini ada di hadapannya.

Laki-laki itu hanya bisa menunduk. Ia tampaknya tak punya harapan lagi,

   “Dia telah kembali kepada Yang Maha Kuasa… Saya tidak bisa menyelamatkannya lagi…”

   “Ataxia yang ia derita sudah terlalu parah…” jelasnya perlahan. Tampak gurat-gurat penyesalan di wajahnya,

   “Maafkan aku Tuan…”

Lalu, lelaki paruh baya itu melangkah keluar dari ruangan serba putih itu.

 

Yi Fan meremas rambutnya sendiri..

Kekhawatirannya benar-benar terjadi..

Cho KyuHyun telah tiada, sementara Yoona hampir gila karena kehilangannya,

Jadi, bagaimana ini??

 Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa yang harus ia katakan pada Yoona?

Apa ia harus mengatakannya….?

Apa ia harus bilang, jika orang yang dicintainya telah benar-benar meninggalkannya.. untuk selamanya??

Apa ia harus bilang jika selama ini ialah yang menyembunyikan KyuHyun dari Yoona karena lelaki itu sedang sakit parah??

Apa ia harus bilang?

Jika selama ini Yoona selalu ada di dekat suaminya sendiri… di rumah sakit yang sama… di kamar yang bersebelahan..

 

Tuhan..

Mengapa kau membuat roda cinta ini beputar dengan lebih cepat kearah yang begitu rumit?

Tuhan..

Mengapa kau mengambilnya begitu cepat..

 

Ia bahkan belum sempat berkata…

Jika Yoona masihlah mencintainya. Sangat mencintainya lebih dari apapun…

Jika Yoona masih membutuhkan kehadirannya…

Jika Yoona sangat sangat merindukannya…

 

Jika ia sudah merestui cinta wanita itu padanya…

 

Lalu, kenapa sekarang jadi begini??

   “Aku sayang padanya, makanya jika nantinya aku mati, tolong cintai dia..”

   “Kau juga harus ingat, jangan memberitahu keadaanku padanya… aku hanya tak mau ia merasa bersalah.. biarlah ia membenciku seumur hidupnya..”

   “Wu Yi Fan. Aku ini bukanlah orang yang pengecut, aku hanya terlalu bodoh karena pernah menyakitinya. Aku tidak mau kembali padanya karena usiaku yang semakin pendek..”

   “Aku tidak mau memberikan harapan palsu padanya.. nyatanya juga ia tak pernah mencintaiku..”

 

Bodoh!

Lelaki itu hanya bisa menyesalinya seorang diri.

  “Aku bisa mencintainya… tapi ia tak bisa mencintaiku…”

   “Apa kau tak pernah tahu bagaimana perasaannya? Ia mencintaimu… aku bisa melihatnya dari sorot matanya..”

   “Ia mencintaimu… aku tidak bisa bertahan disisinya dengan rasa sakit ini…”

   “Apa kau tega membiarkannya semakin hancur dengan kepergiannya?…”

 

Lalu, lelaki itu menangis..

Satu hal yang membuatnya hampir mati adalah melihat kehidupan wanita yang ia cintai berantakan,

Ia tak bisa membayangkan…

Ia tak mau membayangkan…

Bagaimana kelanjutan kisah ini…

 

 

 

To be continued..

9 thoughts on “[FF] 60 Seconds of Love Chapter 4

  1. Anyeonghaseo..
    Nani hunhan imnida
    qu reader bru d’sni,.
    Chingu, critanya daebak
    pengennya yoona ma kris ja, gk aplah law kyuhyun perg😥
    yg pnting yoongkris😡
    d’tnggu k’lanjutannya chingu

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s