[FF] Throbbing Tonight Chapter 2

LuYoon poster throbbing tonight

LuYoon poster throbbing tonight

Title: Throbbing Tonight Chapter 2 | and so the Wolf fell in love with the Deer

Genre : Romance, Fantasy

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– EXO : Mama

– Lay ft LuHan (EXO-M)  : Because Of You

Note:

  Annyeong readers tercinta!!:D

Huahh udah lama tak membuka akun wp, yah mungkin hampir seminggu Author menghilang dari dunia peradaban FF

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ Throbbing Tonight Chapter 2 ~

YoonA P.o.V

 

  Aku sebenarnya tidak begitu menyukai kehadirannya di dekatku,

Selain tubuhnya yang berbau sangat aneh seperti bau amis darah, aura yang keluar dari tubuhnya juga membuat perasaanku selalu saja was-was,

  Aku tidak mengerti kenapa teman-teman geng nya – yang kutahu- tahan dengan kehadirannya.

  Oh atau mereka sudah terbiasa? Dengan bau tubuh yang seperti itu??

Atau.. hanya aku yang bisa merasakannya??

Tidak, kalau benar begitu kenapa dia tidak menunjukkan tanda-tanda jika dirinya telah ‘tercium’ oleh manusia yang lain??

Itu artinya ia belum tahu.. kan?

  Benar.. pasti begitu

 

   “Aku hanya menebak.. apa tebakanku tepat??”

   “Aku melihat perban di lenganmu yang memanjang.. jadi kupikir kau di cakar oleh anjing atau serigala barangkali…”

Huh! Apa-apaan jawaban seperti itu?!

  Apa dia pikir aku sudah melupakan tentang tragedi yang menimpaku hingga meninggalkan luka memanjang di lengan kananku??

  Apa dia pikir , aku tidak menyadari jika manusia serigala itu adalah dirinya??

 Bahkan aku sudah menyadarinya sejak melihatnya di gerbang sekolah..

 

  Ia yang begitu pucat..

  Xi LuHan yang selalu beraura aneh..

  Lelaki yang memiliki harmonisasi binatang di sorot matanya..

Bagaimana aku bisa melupakannya??

Bagaimana aku bisa melupakan bagaimana sorot mata dinginnya saat ingin menjadikanku mayat yang mati karena terjun dari lantai gedung??

 

Tapi..

Kenapa ia tidak mengakuinya?? Apa karena ia menganggapku hanyalah seorang manusia biasa yang akan mati pingsan saat mengetahui siapa dia yang sebenarnya??

 Atau ia hanya menganggapku gadis polos yang tak mungkin memahami apa yang ia katakan??

  Jika kau melihatku begitu, dirimu telah benar-benar keliru Tuan Xi..

Aku tidaklah selemah itu.. aku juga tidak sepolos itu.

Hmm..

Mungkin lelaki misterius ini sama seperti ibuku. Jadi jalan pikirannya juga mungkin akan sama..

Yah. Jujur kuakui bahwa ibuku, Im Yoori, adalah seorang Werewolf, adik laki-lakiku juga demikian..

 Bukan hanya dari caranya menatap atau bagaimana cara ia menjaga nada suaranya, bahkan dari caranya tersenyum aku hampir salah mengira dia sebagai dongsaeng kesayanganku yang mungkin sekarang tengah berjuang dengan misinya menjadi seorang atlit.. semuanya sangat mirip, bahkan juga aura tubuhnya yang seperti itu..

 Maka dari itu saat ia mendatangiku dan mengejutkanku dengan pengajuannya menjadi manajer yang mengurusiku, aku tak bisa menolaknya sama sekali..

  Selain aku yang merasa tak asing dengan kehadirannya, dia juga tidak mungkin sama dengan para manusia yang dengan berbagai kesibukannya telah merusak alam, memakainya dengan sesuka hati dan mengabaikan peringatan lahiriah yang telah di ciptakan sejak bumi ini ada,

  Manusia yang senang sekali berbohong dan berwajah ganda..

Ia LuHan. Seekor Werewolf. Not a human..

Yah walaupun aku tahu jika darah yang mengalir di tubuhnya adalah simbol dari kekasaran, kekejaman, dan semacamnya. Tapi setidaknya ia lebih baik dari para Werewolf yang selama ini kukenal, dia juga –mungkin- lebih baik dari Vampire seperti ayahku..

  Laki-laki yang akan menjadi begitu bengis saat bulan muncul..

  LuHan..

 Xi LuHan..

 

  Mungkin aku memanglah mencari jalan ke neraka karena berbuat nekat dekat denganmu..

  Mungkin nanti kau akan bersikap begitu kasar saat aku membuatmu marah besar..

  Mungkin juga kau akan langsung membunuhku tanpa basa-basi saat dirimu mengamuk..

Benar kan?? Bukankah Werewolf memang seperti itu?? Atau aku yang seorang manusia immortal ini yang keliru??

 

Lalu, saat aku melirik kearahnya, sekedar untuk menjawab semua pertanyaan itu,

Ia malah tampak muram.. dengan kening mengkerut kemudian ia membuka bibirnya,

   “Aku ingin dekat denganmu..”

   “Tolong jangan berpikiran buruk padaku…”

 

  “Kedengaran ya??” aku menatap bola matanya yang kelihatan sayu.

LuHan mendecih kecil,

  “Aku tidak akan melukaimu lagi..” Ia berbicara seraya menatap lurus ke depan. Mengabaikan ‘perang dingin’ yang kubuat.

  Yah. Ia memang tidak ingin memperpanjang masalah.. toh dia juga sudah mengakui dirinya,

   Ah. tapi kau belum minta maaf padaku..

   “Aku minta maaf..”

Bagus.. kelihatannya kau tulus..

 

   “Aku memang selalu tulus…”

Aku menyipitkan mata menatap wajahnya yang pucat seakan kehabisan darah..

  Kenapa laki-laki ini bisa begitu percaya diri?? Apa semua Werewolf mempunyai kepercayaan diri diatas rata-rata??

Dasar..

 

   “Well, aku ingin tahu sesuatu tentangmu… aku selalu mencari tahu apa jawabannya dengan semua kemampuan otakku, tapi aku tidak pernah mendapatkan jawabannya..” nada suaranya mulai mengecil seiring dengan detakan jantungku yang terus dan terus bertambah kencang,

  Ia menatapku dengan sorot mata penasaran yang begitu tak asing.

Aku tahu apa arti tatapan itu, bahkan beberapa orang yang tinggal di sekeliling rumah kost ku juga bertanya dengan tatapan itu..

  Ah.. jangan bilang jika..

 

   “Apa.. itu??” tanyaku pelan.

Ia tampak tersenyum aneh,

   “Ah.. jangan panik begitu.. memangnya tetangga-tetanggamu menanyakan apa padamu sampai kau sebegitu takutnya aku bertanya sesuatu yang sama seperti mereka??” LuHan tertawa kecil.

 Ia seperti mengabaikan apa yang ia ketahui. Sebenarnya kau juga sudah tahu kan??

  Kau tahu.. manusia seperti apakah aku ini??

 Katakan LuHan!

  Kau sudah tahu kan?? Tapi kenapa kau berpura-pura seperti tidak mengetahuinya??

  Kenapa kau-

 

   “Aku tahu…makanya aku tidak bisa melakukannya..”

Jadi, selama ini ia menunggu apa??

   “Aku tahu apa tujuanmu yang sebenarnya saat melukis.. aku tahu apa yang ada di dalam hatimu saat kau menatap karya tanganmu sendiri.. aku juga tahu…..”

 

   “… Jika kau selalu menangisi lukisan yang kau buat layaknya menangisi kekasihmu yang mati karena darah yang mengalir di tubuhmu. Aku tahu kau begitu ingin mati, tapi percayalah ini tidak akan bertahan lama…”

   “Sebelum lukisanku membunuh semua orang di sekelilingku… begitu kan maksudmu??”

   “Yoona…dengar, aku tahu bagaimana cara-”

   “Aku tidak ingin memikirkannya LuHan… aku sudah lelah untuk itu…”

 

Author P.o.V

 

  LuHan mengusap wajahnya.

Ia masih tak percaya… ternyata orang yang selama ini ia buru ternyata benarlah seorang Im Yoona.

  Benar benar gadis yang kini duduk di sebelahnya, gadis yang berbagi buku bacaan dengannya, juga gadis yang di kejarnya sejak ia menginjakkan kaki di kampus ini,

 Itu Yoona..

 

   Bahkan sang Dewa Kematian kemarin sudah memberitahukannya, tapi ia tidak percaya..

   “Manusia immortal itu… akan mati jika tak mendapatkan apa yang ia inginkan..”

 

 Dan sejenak, LuHan terpaku..

Darah.. itu kan yang dibutuhkan Yoona??

 Darah dari manusia yang dikorbankan untuknya.. kan?

Kalau begitu,

   “Aku berjanji akan cintaku demi bulan itu…”

Yoona menoleh padanya..

 

LuHan..

   Ia memukul keras engsel jendela tepat di sampingnya. Hanya dalam beberapa detik saja ia telah menghilang dari kelas itu bersamaan dengan tatapan mata tajam milik seseorang..

 

Sementara itu..

  Yoona hanya mampu memejamkan mata seraya menatap lengan jaket kulitnya.

  Apa laki-laki itu benar-benar berbicara tentang cinta tadi??

Sangat mustahil.. ia hanya salah dengar kan?

   “Seharusnya kau membunuhku saja… jika kau menjadi dirimu sendiri, kau akan merasa iba melakukannya kan?… seharusnya kita tak usah saling mengenal..”

Yoona menatap kearah luar jendela..

 

 Tepat pada langit yang berawan tebal,

   “Sayang sekali LuHan… bulan yang kau cari tidak mungkin ada untuk sekarang ini…”

 

 

To Be Continued..

 

 

14 thoughts on “[FF] Throbbing Tonight Chapter 2

  1. yah part ini sedih, knp luhan oppa ga jujur aja trus luhan juga bisa baca pikiran kah tp yoonakan immortal..
    masih aga bingung nih author next chapter d jelasin yg sejelas”nya author hehe mian -_-‘

    Suka

  2. Next thor… aku suka film Twilight .. apalagi ini ff inspirasi Film Twilight pake Couple LuYoon lagi, ah… Daebaaaaaaak thor🙂

    Suka

  3. crtanya mnarik, apah lg castnya luyoon.ah suka suka… eum,,
    maaf ya thor aku cment lgsg di part 2, hbis aku baru nemu ff ini, jd aku cari yg part 1 nya juga..
    okey.ditunmggu klnjutannya thor. muach.annyeonggg^^

    Suka

  4. Agak bingung siapa ÿª♌g ngomong.tapi ini bagus banget dan yoona sebernya apaan sih emg sih Ω̶̣̣̥̇̊ќ͡ʊ̤̥̈̇ agak lola.haa makanya sabar ya .jempol dech pensaran ßδ♌ǥέэ³³ϑ† ama lanjutannya🙂

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s