[FF] Throbbing Tonight Chapter 1

Throbbing Tonight

LuYoon poster throbbing tonight

Title: Throbbing Tonight Chapter 1 | and so the Wolf fell in love with the Deer

Genre : Romance, Fantasy

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– EXO : Wolf

– SNSD : Library

Note:

  Pembukaan jadwal ff baru di buka dengan publish nya FF LuYoon ini.. terinspirasi dari film Twilight, Komik dengan judul yang sama seperti ff ini, dan MV Drama Version Exo: Wolf…😀

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ Throbbing Tonight Chapter 1 ~

 

   “Bagus sekali Yoong! Bagus! Ah, bagaimana kau bisa mempunyai ide seperti ini…”

Dia tak menjawab..

  Aku hanya melihat dirinya memandangi lukisan itu dengan tanpa ekspresi. Seperti biasanya, seorang Im Yoona memanglah gadis yang bahkan tak pernah sedikitpun menunjukkan sesuatu ekspresi walau secuil pun.

  Ia muram..

  Bolamatanya kosong..

Dan sorot matanya menunjukkan kebosanan yang mungkin tak akan pernah hilang..

Yoona. Im Yoona..

  Tanpa sadar, apapun yang ada di dalam dirinya membuatku sedikit menyukainya. Entah sejak kapan, aku selalu menunggunya di kelas seni.

  Aku selalu memandangi ekspresi datarnya..

  Aku selalu memperhatikan gerak tangannya saat menorehkan kuas warna di atas kanvas..

 Semuanya sangat menarik.. dirinya sangat menarik untukku..

Apalagi ketika aku melihat mimik datarnya menatapku dan bertanya:

   “Apa yang kau lakukan disini??”

Atau..

  “Apa maumu??”

Dan..

   “Kenapa kau memanggilku seperti itu??”

Yah, pertanyaannya yang terakhir memang terkadang membuat perutku terasa aneh. Seakan ada ribuan, ah mungkin jutaan kupu-kupu yang berterbangan disana..

  Yoona memang tampak risih dengan cara memanggilku yang terbilang sangat tidak sopan padanya. Aku mengakuinya, aku sadar akan itu, jika Yoona yang notabenenya adalah kakak kelasku, tidaklah pernah menginginkan aku mengganggu kehidupannya yang teramat nyaman.

  Mahasiswi jurusan Seni Rupa itu tidaklah menginginkan diriku yang mencoba untuk dekat dengannya..

  Ia tak pernah tahu. Yah, mungkin tidak akan pernah tahu.. jika saat pertama kali aku melihatnya tepat di acara pameran sekolah, aku sudah menyukainya..

  Dia yang berdiri di deretan pelukis-pelukis yang memamerkan karyanya terlihat sangat berbeda. Harus kuakui, ia tampak sangat bersinar.

  Wajahnya yang sangat natural dan sangat anak-anak membuatnya terlihat lebih muda dariku, kulitnya yang seputih susu, dan cara tersenyumnya yang mempesona. Semuanya telah sukses membuatku berpaling menatapnya..

  Lalu..

Saat aku mempunyai setitik kesempatan untuk bisa dekat dengannya. Yaitu, dengan menjadi manajernya, aku langsung saja memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya..

  Dan karena itu juga, aku mulai mengetahui bagaimana dirinya yang sesungguhnya..

Sosok sempurna yang menjadi primadona sekolah..

Sosok yang selalu tersenyum menawan di depan orang-orang..

Sosok yang berusaha menyembunyikan dirinya di antara orang banyak…

 Sosok yang terlampau sederhana hingga membuatnya terlihat sangat muda..

 

  Itu semua membuatku sedikit demi sedikit ingin mengejar bayangannya…

 Perasaan ingin melindunginya sedikit demi sedikit mulai terbentuk pada diriku. Seperti lukisan hati yang ia buat saat di ruang melukis, aku ingin selalu menyimpannya untuk selamanya…

 

 

 

 

   “Apa kabar?” ia menatapku sekilas, kemudian beralih lagi pada jendela tempat dimana -yang selama ini kuketahui- ia selalu menyendiri.

Aku meletakkan tas punggungku keatas meja. Berusaha menjaga nada bicaraku,

   “Kenapa kau ada disini?? Bukankah kau itu ada di kelas satu??”

Dan, perasaan bahagia itu sontak membuncah di benakku. Yoona.. ia bicara padaku??

   “Aku melompat ke kelas dua…” jawabku kilat,

Ia menatapku dengan tatapan aneh,

   “Kau.. memakai kotak lensa??”

   “Tidak… ada apa??” aku mencoba tetap tenang.

Tapi, dia terlihat sangat penasaran. Membuatku merasa panik, jangan bilang jika dirinya mulai curiga dengan identitasku yang sebenarnya,

  Jika diriku adalah seorang werewolf yang dilihatnya malam itu..

Jika aku adalah seorang laki-laki yang mempunyai bolamata semerah darah yang membuat lengannya terluka…

  Dan sorot matanya semakin membuatku gelisah setengah mati..

   “Bukankah kau orang yang selalu memenangkan pertandingan lari cepat? Seingatku, kau.. ah bolamatamu berwarna oranye…”

   “Mungkin kau salah lihat…”

Yoona tampak meraba perban yang membalut luka di lengan kanannya…

  Luka itu…

Aku mengingatnya..

Jeritannya di malam itu, dan darah yang melumuri telapak tanganku.

Entah kenapa, tanganku tiba-tiba berdenyut kencang..

   “Aku hanyalah penggemar sekaligus manajermu..” sergahku cepat sebelum ia kembali menyudutkanku dengan rentetan pertanyaannya yang mungkin akan sangat sulit untuk kujawab,

 Lalu..

  Bolamatanya yang hitam itu semakin tampak indah dan menjanjikan. Ia terlihat seperti keturunan Vampire, tapi terkadang juga tampak seperti seorang Werewolf..

 Jujur, ini pertama kalinya aku menemui seorang wanita yang memiliki bolamata seperti ini..

 

Jadi, inikah alasan ibu mengincarnya?? Untuk mengambil bolamatanya?? Untuk memperkuat penyamarannya di tengah-tengah manusia?? atau untuk membuat para penghisap darah itu bertekuk lutut padanya??

  “Mungkin aku tidak akan bisa melukis lagi…” ia berbicara seraya menutupi luka perban itu dengan lengan jaketnya. Lantas dirinya kembali pada kepribadiannya yang biasanya,

  Diam…

Dan tanpa ekspresi…

 

   Aku tertawa kecil..

Gadis ini terlalu mudah putus asa,

   “Luka itu tidaklah parah.. Luka bekas cakaran tidaklah akan mempengaruhi tanganmu untuk bisa melukis…”

 

Hening,,

   “Kau.. bagaimana bisa tahu??”

 

Aku mendongak menatapnya kaget..

 

  Astaga!

 

 

To Be Continued

 

Catatan Penjelasan:

  Yoona adalah pelukis terkenal yang baru saja di kenal di tengah-tengah masyarakat. Jadi, LuHan mengusulkan dirinya untuk menjadi manajer Yoona, yah mungkin Manajer yang dimaksud sini adalah asisten pribadi…

 Dan masalah keluarga LuHan -yang kesemuanya adalah werewolf atau manusia serigala- akan diterangkan lebih lanjut di Next Chapter..

  Oke, See You Later😀

 

16 thoughts on “[FF] Throbbing Tonight Chapter 1

  1. Wah deabak jadi minho bukan manusia beneran.penasaran ama kelanjutannya nich.hee main xerocos ăjĴ⪪ªħ.sebelumnya salam kenal ya thour Ω̶̣̣̥̇̊ќ͡ʊ̤̥̈̇ reader baru nich.telat ßδ♌ǥέэ³³ϑ† ya.maklun baru S̶̲̥̅̊u̶̲̥̅̊k̶̲̥̅̊a̶̲̥̅̊♡ baca.bagus ffx lanjut🙂

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s