[FF] You Are Mine Chapter 12

LuYoon ff Poster

LuYoon ff Poster

Title: You Are Mine Chapter 12

Genre : Romance, Family

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Support Cast :

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

– Cho KyuHyun ‘Super Junior’ as Im KyuHyun

Lenght: Chapter

OST:

– Boyfriend : Don’t Touch My Girl

– Super Junior : Good Person

Note:

 Annyeong para readers tercinta!! Kita berjumpa lagi di Chapter-chapter kesayangan saya, yaitu di FF You Are Mine dengan Cast LuHan & Yoona..😀

Mianhae juga untuk kata2 di ff ini yang agak kasar.. :) Jeongmal Mianhae..

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ You Are Mine Chapter 12 ~

  Yoona mengernyit tidak mengerti. Tapi, ia juga merasa tidak nyaman dengan pegangan pria itu pada lengannya,

   “Lepas…”

Namun sia-sia..

  Gadis itu tidaklah pernah tahu satu hal terpenting yang membuat persamaan di antara pria yang kini ada di depannya, dan calon suaminya. Choi LuHan..

  Yaitu, sikap kasar dan pemaksa..

Yah, walaupun Siwon tidaklah sekasar LuHan, tapi jangan ditanya bagaimana persentase sifat pemaksanya,

  Mungkin 20 persen lebih besar dari LuHan.. oh, atau bisa juga 50 persennya..

Entahlah! Yang jelas, seorang Choi Siwon lebih dan lebih pemaksa dari LuHan.. benar, Siwon lebih pemaksa dari LuHan, dari adiknya sendiri!

 

  Sepertinya Yoona akan berada dalam keadaan yang serba sangat sulit sekarang ini…

  Bayangkan saja!

LuHan sudahlah cukup membuatnya terkurung layaknya burung yang ada di sangkar emas dengan sikap overprotektifnya itu. Jika Siwon juga begitu…

  Bagaimana ia bisa bernafas dengan baik?? Atau malah, dirinya tak akan mampu bernafas lagi??

 

   “Yoona… ikutlah denganku, kita akan menikah.. aku sudah menyiapkan semuanya,…”

  Dan gadis bermata bening itu terkaget-kaget mendengarnya.

   Siwon akan menikahinya?? Sekarang juga??

Tidak mungkin… ini tidak mungkin terjadi!!

 

  Yoona menggeleng cepat,

   “Tidak mau.. tidak! Lepaskan aku…” ia masih mencoba dan terus mencoba melepaskan cengkraman tangan pria yang lebih tua tiga tahun darinya itu.

  Tapi hasilnya tetaplah nihil. Lagi-lagi kekuatannya tidak mampu menandingi laki-laki dari keluarga Choi, atau mungkin dirinya tak mungkin bisa menandingi salah satu diantaranya, baik itu LuHan ataupun Siwon,

  Bagaimana pun, Yoona adalah seorang wanita. Yang polos dan tak mungkin bisa melawan kekuatan seorang laki-laki dewasa seperti Siwon. Ia tak mampu melepaskan diri bagaimapun kerasnya ia mencoba,

   “Kumohon lepaskan aku Oppa.. aku, aku akan menikah dengan LuHan!”

 Yoona berkaca-kaca. Hatinya terasa perih sekali diperlakukan seperti ini..

  Ia merasa tak ubahnya sebuah boneka Barbie yang bisa seenaknya di mainkan, dibuang, dan di sentuh dengan sesuka hati. Pikiran seperti itu terus saja menyakiti perasaannya..

   “Tidak.. kau akan menikah denganku…” Siwon merogoh saku celananya, mencari sesuatu benda yang dapat digunakan untuk membuka pintu mobilnya,

  Dia tak pernah peduli. Pada perlawanan yang dilakukan Yoona..

   “Aku sudah berjanji pada LuHan! Tolong lepaskan aku! Lepaskan Oppa…”

Tapi lagi-lagi, mendadak gadis itu merasa seluruh tubuhnya melemas layaknya Jelly. Saat seorang Choi Siwon membuat pergelangan tangannya memerah sempurna, juga dengan tatapan tajamnya..

  Ia tak bisa menolak lagi jika terus begini…

Choi Siwon menariknya hingga telapak tangan besarnya mampu menyentuh pipi merona Yoona. Memaksa gadis itu menurutinya hanya dengan sebuah tatapan…

  Ia paham betul. Yoona sangatlah lemah jika sudah terkena kontak mata dengannya…

   “Aku tidak peduli apapun yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi… seharusnya kau hanya menurutiku, menuruti segala keinginanku sehingga aku tidak akan berbuat kasar padamu…”

   .

Ia berbalik, mencoba membuka pintu mobilnya dengan satu tangan..

   “Yoon-” dan saat pria itu menoleh sekali lagi padanya. Dadanya serasa dipukul oleh ribuan balok kayu,

Gadis itu tengah terisak..

  Gadis itu terisak keras karenanya. Sakit hati Yoona tidak bisa dibendung lagi.. ia, sungguh merasa tertekan..

  Sungguh sangat tertekan dengan keadaan ini hingga ia terus saja bertanya-tanya,

   Apa kesalahan yang pernah ia perbuat??

  Apa yang membuat Tuhan begitu membenci dirinya hingga membuatnya selalu seperti ini??

  Kenapa?? Kenapa Tuhan tidak bisa menyayanginya atau setidaknya memberikan secercah kebahagiaan padanya??

  Kenapa ia selalu tersiksa, bahkan oleh orang-orang yang begitu ia sayangi??

  Kenapa???

 

   “LEPASKAN YOONA!! DASAR KAU SIALAN!!”

Lalu..

 Suara hantaman keras membuat gadis bermarga Im itu terduduk shock dengan kedua tangan menutupi telinganya.

 KyuHyun.. Kakaknya datang, dan menjauhkannya dari Siwon.

Tapi.. dia tetaplah gemetaran…

  Ketakutan setengah mati dengan kekerasan membuatnya seperti orang yang trauma. Bolamatanya terus saja bergerak-gerak gelisah serta berkaca-kaca,

  Dirinya kemudian menangis keras…

 

   “Yoong…” KyuHyun berjongkok menyeimbangkan tinggi badannya dengan sang adik semata wayangnya.

Sorot matanya kelihatan begitu sedih, melihat sosok ceria yang sangat ia cintai, menangis sampai sebegitunya.. hanya karena laki-laki yang begitu ia benci, Choi Siwon!!

  Matilah kau nanti…!

   “Tidak apa-apa.. jangan menangis. Oppa ada disini…”

Ia memeluk Yoona hingga gadis itu tak terisak lagi, agaknya Yoona bisa sedikit lebih tenang walau tangisnya masih terdengar menyayat hatinya,

   “Op-pa…” panggilnya sesenggukan,

   “Sudah… jangan memikirkannya lagi, aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu lagi..”

   “Tapi Oppa… aku menangis lagi…” akunya dengan nada suara lemah.

Yoona mendongak, menatap bolamata Kakaknya itu..

   “Aku tidak akan memarahimu.. jangan takut,,”

       .

   “Kau adalah adikku.. apapun yang kau lakukan, baik itu adalah hal yang benar ataupun yang salah….” ia tersenyum,

   “Aku akan selalu membimbingmu dengan baik…”

 

– You Are Mine –

 

   “Yoona…”

LuHan langsung saja memeluk gadis yang baru saja membuka pintu kamar rawatnya. Pelukan yang sangat hangat, juga begitu lembut.

  Membuat Yoona merasa sangat tenang..

Memang. LuHan sangatlah jarang bersikap lembut padanya, tapi justru itulah titik yang Yoona cintai…

  Saat pria itu berkata dengan nada yang penuh perhatian, saat bolamata itu menatapnya tanpa kilatan-kilatan marah seperti yang biasanya ia lihat..

  Yoona sangat, sangat mencintai LuHan yang seperti ini..

Ia menyukai sikapnya yang seperti ini…

   Sangat menyukainya!

 

   “Aku sudah mendengar tentang Kakakku.. dia menyakitimu lagi ya?? Maaf, aku tidak bisa melindungimu waktu itu…”

Lelaki tampan itu menyentuhkan dahinya dengan dahi Yoona. Sesaat, tanpa sadar, rona merah di pipi gadis manis itu terbentuk dengan sendirinya. Sedikitnya, ia merasa berdebar..

  Apalagi ketika LuHan menatapnya,

   “Aku pastikan, jika dia tidak akan bisa menyentuhmu walau sesentipun… meski itu hanya secuil rambutmu, atau apapun yang kau punyai, aku tidak akan membiarkannya lagi… apalagi jika ia sampai membuatmu menangis untuk yang kesekian kalinya!”

  Dan… pria itu merengkuh tubuh kurus Yoona, kembali ke dalam pelukan posesifnya…

Yah. Pelukan posesif yang tanpa Yoona sadari, jika ia mulai mampu menyesuaikan diri dengan pelukan yang seperti ini…

  Dengan pelukan hangat yang terasa sangat aneh ini..

 

   “LuHan, Mianhae.. aku sudah berusaha untuk tidak menangis.. tapi-” Yoona mendadak tak bisa berbicara lagi. Pasalnya pelukan LuHan semakin membuatnya sesak nafas..

   “Mulai sekarang, tetaplah terus disisiku.. jangan jauh-jauh dari pandanganku.. aku akan selalu melindungimu…”

Yoona memegangi lengan LuHan. Mencoba melonggarkan pelukan itu, setidaknya sampai ia bisa bernafas dengan benar..

   “Luhan…”

   “Ne?”

Yoona memejamkan matanya sejenak, kemudian ia tersenyum manis,

   “Aku memasakkan makanan untukmu…” katanya pelan. Agaknya ia merasa sedikit malu..

Jelas saja, ini pertama kalinya ia melakukan sesuatu hal yang hanya untuk LuHan semata..

  Yah, walaupun ia tak pernah tahu bagaimana rasa masakannya sendiri. Ia takut untuk mengetahuinya meskipun KyuHyun Oppa telah mengatakan jika masakannya sangatlah enak.. tapi ia tetap tidak mempercayainya,

  Siapa tahu, Oppa nya itu hanya ingin membuatnya senang saja..

Benar kan?? Bahkan dahulunya, Kakaknya yang itu tak pernah sedikitpun mengatakan makanan buatannya layak untuk dimakan, ia masih ingat jelas bagaimana kerasnya ia menangis setelahnya..

   “Aku tidak yakin bisa memakannya…”

Yoona mencelos mendengarnya..

   “Tapi tak apa, asal kau membuatkannya khusus untukku, aku akan menghabiskannya…”

Tapi..

  Yoona malah memeluk kotak bekalnya dengan erat, lalu menatap LuHan dengan wajah merengut,

   “Lebih baik tidak usah… nanti kau malah sakit perut…”

   “Hei! Aku sudah bilang, aku akan tetap memakannya!”

Yoona menatapnya dengan tatapan tidak percaya,

  Tidak ada yang selamat setelah memakan makanan hasil ‘kerajinannya’, setidaknya itulah yang ia ingat.

  Ia menjadi ragu..

   “Sungguh??”

LuHan tersenyum gentle,

   “Iya, nah sekarang berikan kepadaku….”

 

– You Are Mine –

 

  Yoona terus saja memandangi wajah LuHan dengan mata dan wajah polosnya.

  Ia benar-benar mirip dengan kucing yang tengah membujuk majikan tersayangnya agar memberikannya makanan.. persis seperti itulah ekspresi wajahnya, jika saja ia punya telinga di atas layaknya kucing, maka saat telinga itu terkatup, hasilnya…

  Lihat! Bahkan bolamatanya yang besar tak kelihatan berkedip sedikitpun.. Sungguh! seorang Im Yoona sangatlah professional dalam hal-hal yang seperti ini…

    Ia lugu. Dan saat bolamata itu menatap seseorang, ia seakan ingin mengatakan,

   “Tolong lindungi aku…”

 

  Tapi tiba-tiba LuHan mengetok kepalanya dengan sendok makan,

   “Kenapa kau melihatku begitu?? Cepat suapi aku!”

   “A-Apa??”

   “Cepat lakukan atau aku akan marah…..”

   “I-Iya… aku akan melakukannya…”

Yoona gelagapan sendiri.

LuHan tersenyum penuh kemenangan..

 

   Tanpa Yoona ataupun LuHan sadari.

Sosok lelaki berkulit pucat yang sedari tadi sudah berdiri di luar pintu itu, terlihat muram. Walau ia tersenyum, namun itu malah tampak sama dengan sebuah tangisan yang tersembuyi…

  Ia menatap kotak kado yang dibalut dengan kertas kado berwarna biru favorit adiknya, Im Yoona..

  Lalu… setelah ia menghela nafas berat,

Sosok muram itu membuang bingkisan itu ke dalam tempat sampah..

   Kemudian, ia berjalan pergi…

 

 

To Be Continued..

9 thoughts on “[FF] You Are Mine Chapter 12

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s