[FF] An Innocent Dignity Chapter 10 -End

An Innocent Dignity

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

Title: An Innocent Dignity Chapter 10 – End

Genre : Romance

Pairings: YoonHae (YoonA & DongHae)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as herself

– Lee DongHae ‘Super Junior’ as himself

Support Cast:

– Im Seulong ’2AM’ as YoonA’s father

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– Kim SungGyu : 60 Seconds

Note:

  Chapter 10 muncul!!

Mian Karena buru-buru, ff ini saya End kan dengan jalan yang super buruk😥

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

~ An Innocent Dignity Chapter 10 ~

   “Aku mencintaimu…”

Dan langkah kaki gadis itu mendadak terhenti. Membuat setitik harapan muncul di benak Donghae,

  Ia sangat berharap, sungguh sangat berharap..

Tapi,

  Akankah Yoona… kembali padanya?

Seperti beberapa waktu yang lalu, saat ia masih bisa menggenggam jemarinya, saat ia masih bisa berenang bebas di dalam bolamata besar miliknya,

  Saat.. semua perasaan indah itu terlukiskan oleh sebuah pena bertintakan emas yang tak terhitung keindahannya..

  Apakah bisa?

Masih bisakah keadaan ini kembali seperti sedia kala?? Masih bisakah? Masih bisakah perasaan yang menyesakkan ini luntur sudah, layaknya tinta hitam yang terkena air hujan??

  Apakah masih ada setitik harapan untuknya kembali merasakan betapa besarnya kasih sayang gadis itu padanya?

  Atau.. ia hanya berharap akan sesuatu yang sungguh sangat mustahil terjadi??

  Seperti pungguk yang merindukan bulan.. akankah kisah cinta ini akan berakhir seperti itu??

Jika ia tahu, akhirnya akan seperti ini,

 Mungkin lebih baik…. Ia tak pernah mengenal ataupun jatuh hati pada seorang gadis berparas cantik yang selalu ada di jarak pandangnya…

  Mungkin lebih baik, Yoona bukanlah orang yang menyapanya hingga akhirnya ia merasa senang tak terkira..

  Mungkin lebih baik, jika Yoona bukanlah orang yang terhubung dengannya melalui benang hitam yang dibuat Kakaknya,

  Mungkin juga… lebih baik, ia tak pernah mencintai seseorang yang terlampau tinggi dibandingkan dirinya..

Semuanya… semuanya telah terlambat untuk di ulangi..

  Meski ia sudah memohon dengan sangat kepada Tuhan, Cinta ini…

Kisah cinta ini…

  Telah tertuliskan bersamaan dengan detik dimana ia pertama kali memandangi bolamata gadis yang sungguh tak mungkin ia lupakan…

 

   Yoona menatapnya dengan sorot mata yang tak terbaca. Apa artinya, apa yang ingin ia katakan..

  Semuanya menjadi lebih rumit saat hatinya terpisah jauh dengan hati Yoona..

   “Mungkin lebih baik kita berpisah….” Kalimatnya sangat singkat.

Hanya dalam beberapa detik saja, gadis itu telah memutuskan semua dengan begitu mudahnya. Begitu mudahnya, bahkan ia belum sempat mengedipkan mata..

  Berpisah??

  Berpisah dengannya???

   “Yoona….” Donghae melangkah maju selangkah. Ia tak mampu lagi bertahan jika seperti ini terus,

  Ia mencoba menyentuh gadis itu dengan satu tangannya.

Tapi tetap saja, Yoona menghindar darinya…

  Seakan-akan dirinya hanyalah sebuah mainan yang pantas di buang. Seperti itulah Yoona memperlakukannya,

  Mainan yang akan dibuang ke sembarangan tempat…

   “Yoona.. tolong…”

Namun gadis itu malah berbalik. Tak berniat sedikitpun untuk memandangnya,

  “Percuma saja… hubungan yang seperti ini hanya akan menyakitimu, juga hanya akan menyakitiku…”

   “Tapi bukankah kau hanya ingin aku menyatakan cinta padamu? Aku sudah mengatakannya, aku sudah mengungkapkannya… lalu apa lagi yang kau minta? Aku-”

   “Tidak!”

   “Katakan padaku jika ini semua karena masalah Kakakku… karena Kakakku yang telah merebut semua kebahagiaanmu, apa karena itu?? Karena itu??”

 Lelaki itu menyambar lengan Yoona.

Tapi lagi-lagi, Yoona menepisnya kasar..

   “Jangan memaksa! Kau tidak bisa memaksakan semuanya menjadi seperti apa yang kau inginkan!!” Yoona meneriakinya dengan begitu keras.

  Donghae sontak membeku, tak menyangka jika Yoona yang begitu pasif, mampu membentaknya dengan cara seperti ini..

  Donghae… merasa sakit,

   “Aku tidak pernah sekalipun melihatmu sebagai seorang adik dari orang yang telah menghancurkan kebahagiaanku…. Aku hanya melihatmu sebagai seorang Lee Donghae!! Aku hanya melihatmu sebagai orang yang paling kusukai!…”

   .

   “Lalu kenapa?? Kenapa kau tak pernah memberikanku waktu untuk bernafas?? Kenapa kau selalu membuatku tak tenang? Kenapa? Kenapa kau tak pernah memberikanku kesempatan untuk mempercayaimu? Untuk memahamimu… kenapa kau selalu begini, Donghae??”

   Lee Donghae menunduk. Rasa perih yang terbentuk karena luka toreh di hatinya semakin menekan dadanya,

Jadi, selama ini… hanya rasa sakit yang Yoona terima,

 Gadis itu hanya terluka saat bersamanya…

  Gadis itu hanya menangis dalam diam saat kecewa padanya…

Silent….

  Semuanya terasa seperti sebuah kebisuan belaka..

Sakit hati, perasaan tersakiti, semuanya hanya tersimpan dan menumpuk di dalam hati…

 Sakit… memang rasanya begitu menyakitkan..

  Inilah Cinta… untuknya..

  Inilah cinta.. untuk Yoona..

  Ini semua adalah cintanya..

Cinta yang tak bertahan selamanya. Juga Cinta yang hanya akan membuat rasa sakit yang tak tertahankan,

  Cinta ini, adalah cinta yang mungkin akan menemui jalan terang….

   “Kau benar… jika dirimu hanya akan tersiksa bersamaku, aku rela melepaskanmu…. Temuilah orang yang benar-benar memahamimu, dan…. Mencintaimu lebih dari diriku…”

  ….. jika tidak terhalang-

 

 

   Was hindered by a An Innocent Dignity….

 

 

  The End

13 thoughts on “[FF] An Innocent Dignity Chapter 10 -End

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s