[FF] You Are Mine Chapter 11

You Are Mine

LuYoon ff Poster

Title: You Are Mine Chapter 11

Genre : Romance, Family

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Support Cast :

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

– Cho KyuHyun ‘Super Junior’ as Im KyuHyun

Lenght: Chapter

OST:

– Boyfriend : Don’t Touch My Girl

Note:

 Uh Oke, kejar tayang ff LuYoon.. akhirnya sempat juga ngetik ff ini.. yah, walaupun tengah malam kekeke😀

Mianhae juga untuk kata2 di ff ini yang agak kasar.. :) Jeongmal Mianhae..

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ You Are Mine Chapter 11 ~

 

   “Mianhae oppa…”

Choi Siwon menatap sebentuk cincin yang kini ada di telapak tangannya. Ia menggenggamnya erat, tangannya mulai bergetar marah..

   “Aku akan tetap bersama LuHan…”

Shit! Siwon mengamati bolamata besar milik gadis di depannya. Bolamata yang masih tampak polos itu malah membuatnya tak sanggup membentaknya, atau sekiranya memarahinya.

  Ia tahu. LuHan telah melangkahinya terlampau jauh dengan rencana-rencana yang terbilang sungguh sangat cemerlang. Tapi ia tidak pernah menyangka, jika Yoona yang disangkanya sangatlah lugu untuk berpaling darinya, ternyata telah terbukti tidak seratus persennya benar…

  Memang. Seorang Im Yoona yang dulu, tidaklah jauh berbeda dari yang sekarang.. hatinya yang sangat mudah tersakiti, sikapnya yang sedikit demi sedikit mulai berkembang menjadi lebih dewasa, dan sifatnya yang selalu mempercayai kata-kata orang lain.

   Apa ada salah satu dari poin itu yang bisa merubahnya? Cintanya?

   Dan hatinya??

   Jadi, kenapa gadis itu bisa memutuskan semuanya sesuka hatinya?

   Kenapa begitu cepat??

  Atau, Yoona dan LuHan memang sudah merencanakan ini sebelumnya?? Jadi saat ia terbaring tak sadarkan diri, mereka melaksanakan rencana itu?

   Apa Yoona… bisa sekejam itu?

 

   “Kenapa??” ia berbicara dengan suara yang terdengar agak keras. Sengaja membuat Yoona tersentak, karena ia tahu. Jika Yoona merasa terkejut, efek kagetnya akan membuahkan kalimat-kalimat kejujuran itu mengalir lancar dari bibirnya.

  Tapi harapannya itu memang benar-benar hanyalah sebuah harapan semu. Pasalnya , ia melupakan satu poin penting disini.

   LuHan..

Dia tidak boleh melewatkan pria posesif ini dalam semua masalah yang menyangkut nama Im Yoona..

  LuHan sangatlah berbahaya…

   “Kau sudah dengar apa yang ia katakan tadi kan? Apa telingamu tak berfungsi dengan baik?” ketusnya kasar seraya menarik Yoona ke belakang tubuhnya.

  Tatapannya menajam. Setajam pisau ukir yang tak berbatas lagi,

Choi LuHan, merasa urat nadinya mencuat keluar. Pikirannya mulai merasa terganggu ketika Yoona tidak kunjung menurutinya untuk diam dan tak banyak melawan,

  Tapi masalahnya, Yoona tidak bisa membuatnya punya alasan untuk membentak,

  Gadis itu sedang berbicara setengah berbisik. Itupun pada diri gadis itu sendiri. LuHan memang tidak bisa mendengar apa yang gadis itu do’akan. Yang ia tahu dan yang ia simpulkan sendiri, bahwa Yoona pasti sedang memikirkan Kakaknya, Choi Siwon,

   Pasti itu!

Dia mendecih tak suka,

   “Ayo pergi!!” LuHan tiba-tiba menarik lengan Yoona.

Gadis yang tengah mengenakan sweater berwarna coklat itu hanya bisa menurutinya walau agak susah,

  Karena LuHan memegang tepat di sikutnya dan itu membuatnya sulit berjalan. Ditambah lagi, lelaki itu mengangkat sikutnya hingga setinggi bahu,

  Terbayang kan betapa sulitnya berjalan dengan terus berjinjit untuk menyeimbangkan dirinya dengan bahu LuHan??

  Sungguh! ini sangat sulit..

Dan lagi.. LuHan tidak pernah peduli akan hal-hal semacam ini..

  LuHan.. selalu saja bersikap kasar jika tengah berada dalam keadaan marah,

   Selalu…

  Apa.. LuHan tidak bisa seperti lelaki-lelaki lainnya? Yang sangat menyayangi dan selalu bersikap lembut pada gadis yang akan menjadi istrinya kelak…

  Oh, atau LuHan bersikap begini karena alasan lain?

Begitu sulitnya memahami jalan pikiran LuHan hingga rasanya percuma saja.. semua yang ia lakukan hanya akan sia-sia..

 

   “Tung-Tunggu LuHan!” Yoona mencoba menghentikan penyiksaan ini.

Nafasnya mulai memburu, tak beraturan. Rasa pegal yang terasa sangat menyiksa di lengannya sungguh tak mungkin bisa di toleransi lagi,

  LuHan harus menghentikannya! Sekarang juga!

   “Tolong..” Gadis itu memohon,

Dan kali ini ia berhasil. LuHan melepaskan cekalan tangannya, membiarkan Yoona mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Walau ia tidak kelihatan senang sedikitpun, tapi setidaknya tingkat kemarahannya mulai mengecil..

  Ini terbukti dari cara bicaranya yang mulai terdengar lebih baik dari yang tadi..

  Yah.. meski setiap kata yang diucapkannya adalah sebuah paksaan. Tapi setidaknya, Yoona bisa sedikit lebih tenang..

 Sedikit demi sedikit Yoona mulai bisa memahami dan beradaptasi dengan sikap pria ini… sikap kasarnya…

 

  Im Yoona memegangi lututnya yang gemetaran saat mendengar satu kalimat yang diutarakan LuHan. Sebuah kalimat yang sesungguhnya telah kembali meruntuhkan dinding hatinya, membuatnya menjadi partikel-partikel kecil yang berhamburan entah kemana,

   “Jangan memikirkan orang lain! Aku tidak akan diam saja jika kau melakukannya…”

   Yoona menunduk, masih dengan memegangi lututnya.

   “A-Aku mengerti..”

  Masih paksaan..

  Bahkan LuHan masih saja mengekangnya…

  Bagaimana bisa ia tidak memikirkan orang lain? Sedangkan masalah yang ia hadapi, tidak terhitung lagi berapa banyaknya..

  Akankah.. LuHan akan tetap seegois ini?

 

  Oh. Yoona serasa ingin menangis. Tanpa sadar, lelaki itu terus saja menyiksanya. Menyiksa hatinya, perasaannya, juga fisiknya.

  Semuanya..

Semuanya terasa sakit..

   “Aku tidak mau kau pergi dariku…”

Yoona mendongak. Dan detik itu juga, ia kembali dikejutkan dengan sikap frontal LuHan yang menariknya hingga tubuhnya terkurung dalam dekapan posesif seorang Choi LuHan.

  Ia tak mampu menolak, apalagi jika itu akan menyakiti pria ini..

Yoona tidak pernah mampu melakukannya. Meskipun LuHan kerap kali menyakitinya.. ia tidak pernah tega membuat LuHan semakin menderita..

  Sudah cukup ia mendengar bagaimana kelamnya masa lalu pria ini, dirinya tak mau menambah poin-poin itu semakin banyak..

  “Kau selalu saja membuatku tidak tenang..” LuHan berkata pelan. Sesuatu yang sangat langka yang pernah dilakukannya sepanjang hidupnya, juga hal yang mungkin tak pernah di tunjukkannya pada orang lain.

  Alasannya sudah cukup jelas bukan?

LuHan. Choi LuHan. Sudah sangat terkenal dengan sikap kasarnya, sikap frontalnya, juga cara bicara kasarnya, sebelum ia tamat SMA.

  Yah, meskipun beberapa tahun setelahnya, ia mulai berubah menjadi LuHan yang sangatlah lembut.

  Tapi apa yang mampu kita perbuat?

Sifat posesifnya malah semakin parah saat ia beranjak dewasa, lalu sikap-sikap itu mulai bermunculan seakan ingin membalas dendam pada orang-orang yang pernah mematikannya..

  LuHan menjadi sangat kasar..

Ia tidak mau tampak lemah dihadapan orang lain..

   “Tolong jangan membuatku terus-terusan menyakitimu, Yoona.. aku tidak ingin membuatmu menangis, atau ketakutan lagi karena aku…” katanya dengan sangat perlahan,

  Yoona seakan tersadar. Sorot matanya mulai berubah sayu. Dan perlahan kedua tangannya bergerak untuk membalas pelukan LuHan.

 Tidak terlalu sulit untuk melakukannya mengingat tinggi LuHan yang tidak terlalu menjulang (?). Malahan ini terbilang cukup mudah…

 

   Sekarang.. Yoona merasa jika sesungguhnya… pada kenyataannya…

LuHan sangatlah mencintainya..

  Benar kan? Atau hanya perasaannya saja? Entahlah hal yang ia lakukan ini adalah tindakan yang benar atau tidak..

  Yoona tidak mau peduli selagi LuHan masih mau berkata jujur padanya… tentang perasaannya, juga tentang kehidupannya..

  Ia harap langkah yang ia ambil ini merupakan langkah yang benar.. untuk selangkah demi selangkah,

  Tenggelam dalam cinta posesif seorang Choi Luhan…

 

  Gadis itu memejamkan kelopak matanya sejenak,

   “Aku juga tidak ingin menyakitimu…” katanya lembut.

 

– You Are Mine –

 

  Im Yoona mengamati makanan kalengan yang tengah ia pegang. Dan beberapa detik kemudian ia melemparkannya ke dalam troli belanjaan yang di jalankan oleh seorang lelaki di sampingnya,

  Pria berkulit pucat itu hanya bisa tersenyum melihatnya..

Gadis ini terlihat sangat dewasa.. sungguh, ia sangat mencintainya melebihi apapun yang ada di dunia ini,

  Ia mendorong troli yang hampir kesemuanya berisi sayuran itu mengekori kemanapun Yoona melangkah sekedar menjelajahi seluruh sudut Swalayan dimana mereka berada sekarang,

   “Aku tidak suka sayuran…” katanya cepat, tepat ketika Yoona lagi-lagi memasukkan labu kedalam troli itu.

  Tapi sepertinya Yoona tidak terlalu mempedulikannya. Bahkan ia membalas kata-kata itu tanpa menoleh sedikitpun pada LuHan,

   “Sayuran baik untuk mempercepat penyembuhan luka…”

 

 LuHan menekuk keningnya. Merasa muak melihat benda-benda berwarna hijau berdaun di dalam troli yang ia dorong.

  Ia memprotes lagi,

   “Lalu kenapa kau membeli makanan kalengan??” ia menunjuk benda yang dimaksud dengan wajah tak puas,

   “Itu untuk KyuHyun Oppa…”

   “Kenapa kau tidak membelikanku makanan kalengan juga??” ia masih saja mendesak Yoona agar tak memaksanya menjadi seorang Vegetarian dengan jangka waktu yang mungkin akan sangat lama,

  Bahkan membayangkannya saja, LuHan sudah merasa mual tak terkira..

  Sungguh! ia benci sayuran!

 

  Dan sepertinya Yoona dapat membaca apa yang ada dipikiran LuHan.

Ia tersenyum,

   “Aku hanya tidak mau luka bekas transplantasi itu membuatmu tak bebas beraktivitas seperti biasa… aku juga turut merasa bersalah… jadi, dengan begini, aku bisa melakukan sesuatu yang berguna untukmu.. iya kan??”

  Yoona mengambil alih troli belanjaan itu dari tangan LuHan. Ia mendorongnya untuk melanjutkan kegiatannya yang belum selesai,

  Sementara itu, LuHan mengekorinya dengan wajah tertekuk. Ia mencoba untuk berpikiran positif tentang kata-kata Yoona yang barusan..

  Tapi, Hatinya merasa tidak senang…

   “Aku merepotkanmu ya??” akhirnya LuHan bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya..

 Yoona lantas menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap LuHan dalam,

   “Jangan merasa begitu… aku hanya ingin memperhatikanmu…”

   “Tapi kau-”

   “Kali ini tolong percayalah padaku…”

LuHan mengamati ekspresi wajah gadis itu. Mimik wajah kecewa, benar..

   “Aku akan mencobanya….” Ia tersenyum tipis.

Tapi, hatinya tetaplah tak bisa tenang. Menatap punggung gadis didepannya, pikirannya semakin melayang entah kemana.

  Ia hanya takut… sesuatu yang ada dipikiran Yoona, membuat segalanya musnah dalam sekejab mata..

  LuHan takut… akan kehilangan seorang Im Yoona dari sisinya..

 

– You Are Mine –

 

   “Yoong… bisa bicara sebentar??”

Yoona mendongak. Menatap wajah manly yang kini ada di hadapannya, wajah pria tegap yang menghadangnya tepat di pagar rumahnya,

  Sorot mata Yoona tak berubah. Ia menggeleng lemah,

   “Oppa, tolong jangan temui aku lagi…” katanya tegas. Ia segera mengangkat plastik belanjaannya untuk melewati sosok pria dengan perban di kepalanya itu.

  Tapi. Sosok putra sulung keluarga Choi itu malah menahan lengannya hingga belanjaan yang tengah di pegang Yoona, terlepas dan jatuh ke tanah,

  Gadis itu mengernyit,

   “Oppa…”

   “Apa sekejam inikah dirimu Yoona? bahkan kau tidak mengijinkanku berbicara walau sedetik pun??”

Yoona mencoba menarik lengannya,

   “Semuanya sudah berakhir Oppa…”

  “Apanya yang sudah berakhir?? Kau masihlah tunanganku.. dan semuanya masihlah sama…”

Yoona membuang muka.

  Ia menarik tangannya hingga pegangan itu terlepas.

   “Yoona… tolong jangan membuat segalanya menjadi bertambah rumit…”

 

 

To Be Continued

10 thoughts on “[FF] You Are Mine Chapter 11

  1. luhan bgitu mncintai yoong..eumm..buat mrka bhagia ya…luhan yg kasar lg ma yoong. prcyalah yoong juga mncintaimu luhan^^

    Suka

  2. luhan bgitu mncintai yoong..eumm..buat mrka bhagia ya…luhan yg kasar lg ma yoong. prcyalah yoong juga mncintaimu luhan^^…

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s