[FF] I Will Always Love You Chapter 9 -End

I Will Always Love You

LuYoonKris ff poster

Title: I Will Always Love You.. Chapter 9 – End

Author: Yuunagi MN

Genre: Romance

Pairings: LuYoon, YoonKris, LuYoonKris

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Kris ‘EXO-M’ as Wu Yi Fan (Kris)

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Ost:

– Super Junior : Reset

Note:

Update, update..

 Chapter End is appear!!

Saya menunggu Komentar dari Lovely Reader yang ada disini… :D

Don’t forget to leave a comment ^^

Happy Reading!!

+++++++^_^+++++++

 

~ I Will Always Love You Chapter 9 ~

 

  Ia masih saja berlari.

Berlari dari perasaan resah yang berkecamuk di dadanya, berlari dari kebimbangan yang sesungguhnya tak bisa di ungkapkan lagi dengan kata-kata, dan berlari dari takdir yang serasa ingin membunuhnya dalam satu kedipan mata.

  Ya. Yoona hanya ingin melarikan diri dari kenyataan yang bahkan terlalu menyakitkan untuk diingat.

 Ia hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri.. perasaannya, juga kehidupannya yang sudah sangat memprihatinkan.

  Setiap langkah. Setiap saat kakinya melangkah, Ia mungkin akan semakin jauh . jauh dari lingkaran takdir yang telah di rangkai oleh Tuhan.

Mungkin..

  Tapi tiba-tiba gadis itu tak mampu lagi berlari. Ketika kakinya terhalang oleh sebuah batu kecil, ia terjatuh terjerembab ke tanah..

  Ini layaknya jalan kehidupan, bukan??

Jalan yang kita lalui tak pernah selamanya mulus… terkadang akan dipenuhi dengan batu-batu kerikil yang mungkin akan membuatmu terjatuh.

  Bila mungkin masihlah ada secuil saja kemampuan untuk kembali berdiri dan menjalani takdir ini. Tapi bagaimana jika tidak?

   Apa kita hanya akan berserah diri pada jalannya waktu yang hanya akan mengkungkungmu dalam sebuah rantai takdir yang terlampau ketat?

   Atau..

   Hanya menunggu datangnya seseorang yang akan mengulurkan tangan padamu dan berkata ‘Kau tidak apa-apa?’??

   Begitukah?

  Akankah dirimu memilih salah satu dari pilihan itu? Ataukah berminat untuk membangun jalanmu sendiri yang tak pasti akan akhirnya?

  Kini pilihan itu haruslah engkau pikirkan dengan matang…

Sebelum semuanya terlambat…

   Untuk dimulai, ataupun di akhiri…

 

  Yoona meringis pelan, menyadari jika kedua sikutnya sudah tak sebaik yang biasanya. Ia mencoba berdiri, dan itu berhasil..

  Kini gadis itu memilih berjalan perlahan. Dengan satu tangan memegangi sikutnya yang terus saja mengeluarkan darah.

 Entah apa yang harus ia lakukan dan ia tuju sekarang ini. Jalan hidupnya telah berpagarkan tembok besi yang tak mungkin ia panjat..

  Semuanya sia-sia, tidak ada yang dapat ia lakukan selain merenunginya.. dan menyesalinya…

   Atau.. apa ia harus memilih jalan itu?

Jalan yang amat dimurkai oleh Tuhan…

  Bunuh diri??

Ya. Bunuh diri??

   Apa ia harus mencoba jalan itu? Jalan yang biasanya hanya ditempuh oleh orang-orang yang putus asa.. dan juga bodoh…

Oh. Yoona tak mampu memikirkan apapun lagi. Kepalanya benar-benar telah kosong, bahkan hanya untuk memikirkan hal-hal kecil saja, itu telah membuatnya pusing tak terkira.

  Gadis itu memanglah sedang sangat putus asa.

Malangnya disaat seperti itu, tidaklah ada yang mendukungnya.. atau setidaknya menyemangatinya. Keadaan yang sekarang ini tidaklah sama seperti beberapa tahun yang lalu..

  Waktu itu, disaat ia merasa depresi karena insiden kecelakaan orangtuanya.. hanya Luhan yang menyemangatinya..

   Hanya pria itu yang selalu ada disisinya…

 Tersenyum padanya… dan selalu membisikkan kalimat,

   “Tidak apa-apa… ada aku disini…”

 

  Yoona meremas lengannya yang terasa perih.

Cukup! Ia sudah lelah dengan ini semua..

  Ia sudah terlalu sakit dengan keadaan ini hingga rasanya ia ingin sekali menghapus semua kenangan itu..

  Atau mungkin barangkali, ia harus menyudahi semuanya sekarang juga sebelum ia semakin merasa tersiksa??

   Gadis itu menunduk, membiarkan ribuan rintik hujan menjatuhi kepalanya. Walau rasanya masih saja sama, tapi setidaknya Yoona harus mengingat saat-saat terakhirnya..

   Sebelum ia menjalankan rencana tak masuk akalnya..

   “Ayah… Ibu…” ia memejamkan matanya selama beberapa detik,

   “Apa aku harus menyusul kalian??”

Sampai pada detik dimana bola matanya mendapati sebentuk benda besar yang berjalan cepat ke tempatnya berada. Truk! Ya..

  Yoona mengeratkan genggaman tangannya. Agaknya ia merasa takut sendiri, tubuhnya gemetaran.

    Tapi.. kenapa ia harus takut?

  Apa ia takut mati??

   Apa rasa ketakutan itu akan membuatnya merasa lebih baik?

Tidak…

  Semuanya tidaklah akan pernah berakhir jika ia terus-terusan menjadi seorang gadis yang hanya bisa menangis dan ketakutan!

   Yoona telah memutuskan.

Yah, ia sudah memutuskan…

 

Gadis bermarga Im itu sudah mulai melangkahkan kakinya. Menapaki jalan hidupnya yang tak kunjung mulus..

 

  Cahaya lampu truk besar yang kini bersiap menyelesaikan semua beban masalahnya terasa sangat menyilaukan mata. Untuk itu, ia memejamkan matanya..

  Inilah saat-saat terakhirnya bisa merasakan yang namanya ketakutan… benar kan?

 Apa ia harus menikmati saat-saat seperti ini??

 

 

   “Awas!!!”

Tapi.. mendadak tubuh lemasnya merasa amat sangat hangat. Dan itu membuat Yoona lantas terkejut.

  Ia mendongak, berusaha untuk melihat wajah sang pria yang sudah dengan ketidaktahuannya, telah menghancurkan rencana yang telah ia bangun dengan susah payah dan penuh keraguan..

  Lalu.. detik itu juga tubuhnya terasa gemetaran..

   “Kris??”

Sosok berjaket biru itu menunduk. Menatapnya dengan tatapan aneh..

   “Kau mau mencari mati? Ayo ikut aku!”

Tapi, Yoona menepis tangannya..

   “Biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri!!” teriaknya kencang.

Kris menyipitkan matanya. Tidak begitu menyukai perlawanan yang gadis itu lakukan,

    “Aku yang akan menyelesaikannya..” Kris mencengkram erat lengan Yoona, membuat gadis itu memberontak tak terima, apalagi saat pria itu berusaha membawanya pergi.

  Ia tak semudah itu menyerah pada keadaan yang telah ia tetapkan sekian menit yang lalu. Ia juga tidak mau terlambat menyudahi semua ini..

  Dia ingin mengakhirinya..

Ya. Mengakhirinya sekarang juga…

 

   Bruuuk!!

 Kris tersentak, kaget setengah mati tatkala gadis yang tengah ia pegang dengan eratnya, sanggup mendorongnya hingga dirinya terjerembab ke rerumputan.

  Namun ia cepat tersadar.

Saat bola mata onixnya mendapati sosok gadis yang tengah berlari kearah jalan besar, jantungnya berdetak lebih kencang..

   “YOONA!!!” Kris memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Ia menggeram kecil dan berlari cepat kearah Yoona.

 Kearah gadis yang selama ini selalu ia cari tanpa tahu apa sebabnya, karena penyakit amnesianya itu membuatnya melupakan segala hal yang pernah ia lakukan.

  Gadis yang selalu ia tanyakan kepada siapapun. Tentangnya… dan juga tentang hatinya yang terasa sakit ketika memimpikannya..

 Dan ia menyadari, jika dirinya ingin selalu bersama Yoona.

Satu prinsip yang ia pegang teguh sedari dulu, tidaklah pernah luntur walau sekecil apapun itu..

   “Yoona!!”

Pria itu membuka penutup kepalanya. Ia sungguh merasa panik melihat kenekatan seorang Im Yoona.

  Ya, gadis itu kini berdiri di tengah jalan raya. Berusaha mencelakakan dirinya sendiri dengan berdiri di sana.

   “YOONA!!!”

Gadis itu menatapnya dengan ekspresi terkejut, melihat Kris yang masih saja berlari untuk mengejarnya,

   Kris…

  Kenapa pria itu masih saja mengejarnya??

  Apa pria itu tidak ingat betapa kejamnya cara ia memutuskan hubungan mereka dahulu??

  Apa ia masih tidak ingat??

 

   “Yoona Awas!!” tapi terlambat. Dan bola mata Yoona membesar seketika saat dirinya mendapati sebuah mobil yang hanya berjarak beberapa meter dari hadapannya… hendak menabraknya!

  Yoona menutup kelopak matanya. Ia tak kuasa menghindar lagi.. ini adalah jalan yang terbaik,

  Dirinya hanya perlu menanti… datangnya ajal itu..

Jantungnya berdetak kencang di setiap detiknya..

  Entah kenapa disaat seperti ini, ia justru mengingat kenangan-kenangan indah yang pernah ia lalui bersama ayah dan ibunya… juga kenangan bersama Kris, lalu kakak angkatnya yang super sombong, Xi LuHan..

  Semuanya bagai potongan film yang menyatu menjadi satu. Dan terputar kembali di pelupuk matanya,

  Tidak ada yang lebih indah di bandingkan perasaan Cinta.. dan saling mencintai…

 

   “YOONA!!”

Tanpa disadari oleh gadis itu, Pria berparas dingin itu masih terus berlari kearahnya.

  Lalu, pada kesempatan terakhirnya, Kris mencoba melindungi gadis itu dengan tubuhnya.

  Tapi  naas..

 Kris bukanlah Goliath yang mampu menghentikan laju sebuah mobil dengan satu tangannya…

  Juga bukanlah SuperMan yang bisa membuat mobil itu terbelah dengan kemampuan matanya..

Kris tetaplah Kris…

 Seorang manusia biasa yang mempunyai batasan kemampuan tertentu..

Braakkk

 

  Pandangan Yoona mulai memudar. Tapi disaat itu juga, ia menyadari satu hal..

Seseorang yang menggunakan tubuhnya untuk melindungi dirinya, ia seperti mengenalnya…

  Jaket biru..

  Paras dinginnya..

 Juga pelukan hangatnya…

 

   Yi Fan???

 

– I Will Always Love You –

 

  Perlahan kelopak mata itu terbuka. Menampakkan bola mata tajam khas sang Tuan Muda Kris,

 Ia menoleh ke kanan dan lantas tersenyum kearah seorang wanita yang sedang menata bunga untuk di letakkan di dekat jendela,

   “Yoona…”

Gadis itu menoleh, kemudian tersenyum tipis padanya..

   “Kau sudah sadar?” tanyanya ringkas.

Kris mengangguk perlahan. Ia berusaha bangun namun Yoona menahannya.

   “Jangan banyak bergerak dulu, keadaanmu masih belum stabil.”

Yoona tersenyum. Dan setelah lelaki itu kembali pada posisi tidurnya, ia mengangkat sebuah buket bunga yang ada di atas meja,

  Sepertinya gadis itu ingin pergi. Kris bisa menebaknya dengan cepat,

Maka  dirinya pun kembali cemas.

  Jangan bilang jika wanita yang sesungguhnya selalu hadir dalam mimpinya itu akan pergi meninggalkannya… lagi?

  Ia tidak mau itu terjadi. Tidak untuk yang kedua kalinya,

   “Tetaplah disisiku, Yoona…” ia menahan tangan Yoona.

Namun gadis itu lagi-lagi menolaknya,

   “Maafkan aku…..” Ia menunduk. “Aku tidak bisa mengingkari janjiku.. aku akan tetap bersama Luhan…”

Kris menatapnya muram,

  Jadi, ia ingin menemui LuHan??

  Tapi kenapa membawa bunga?

 Apa… LuHan juga sedang terbaring di rumah sakit sama seperti dirinya??

 

   “Diruang berapa dia? Aku akan menemuinya…” Kris mencabut selang infus di tangannya dengan satu tarikan. Dirinya lalu mulai berjalan kearah pintu. Tak lupa dengan menarik lengan Yoona..

  Tapi mendadak langkah pria bermarga Wu itu terhenti…

Jantungnya berdetak tak karuan ketika Yoona mengucapkan satu kalimat yang mengejutkan hatinya,

   “LuHan tidak sakit… LuHan sudah meninggal…”

 

   Takdir.. lingkaran takdir..

Seperti inikah rasanya terjerat di lingkaran itu??

 Sakit.. sedih…

Semua perasaan gundah…

 Juga patah hati…

   Bukankah ini resiko yang harus diambil ketika perasaan Cinta itu tumbuh di hati masing-masing manusia??

Meski ini terlihat tak adil, tapi apa yang bisa ia lakukan??

Cinta yang menyakitkan ini…

 Tetaplah cinta yang terus saja tumbuh di dalam hatinya..

Kris memang tak bisa memaksa Yoona lagi.

  Jika gadis itu telah memutuskannya, ia tak mungkin merubahnya dengan apapun bahkan dengan seluruh kekuasaan yang ia miliki..

 

   Jadi…

   “Aku akan menunggumu…”

Hanya itu yang dapat ia ucapkan tatkala Yoona tak lagi menatapnya..

  Ia berusaha tegar,

 Ia berusaha sekuat tenaga untuk tak lagi menyakitinya..

 

  Yoona terlalu berharga untuknya..

Entah pun setelah ini, gadis itu tak akan pernah lagi muncul dihadapannya…

  Gadis itu akan menghilang dari pandangannya…

Bahkan sampai rambutnya memutih,

   Cinta ini akan tetap ia jaga.. demi semua ketulusan hatinya,

 

Suatu saat nanti…

   Yoona pasti akan berjalan ke arahnya,

  Dan tersenyum manis padanya seraya mengatakan..

  “Aku hanya mencintaimu Kris…”

Ya..

  Kris memejamkan matanya. Mengingat kenangan manis saat dulu ia cemburu berat melihat gadis itu bergandengan tangan dengan LuHan,

  Ya…

    Aku akan selalu mencintaimu, Im YoonA…

 

Sampai rambut ini memutih,

 Selamanya…

  Cinta ini, akan selalu untukmu…

 

I Will Always Love You….

 

The End

3 thoughts on “[FF] I Will Always Love You Chapter 9 -End

  1. endingnya gantung nih thor?? jadi mesti dan harus di bikin sequel nih… #maksa…
    tapi kok luhannnya malah meninggal?? huwaa… sedih deh,, coba ama aku aja kalo Yoona nya gak mau…#plak! ditabok fans Luhan..
    tapi ceritanya,, keren…. ini terinspirasi ama drama taiwan Summer Desire bukan?? hhehehe… soalnya aku suka ama tuh drama..
    sequelnya aku tunggu… tapi entar endingnya mesti happy ya thor… #maksa

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s