[FF] An Innocent Dignity Chapter 9

An Innocent Dignity

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

Title: An Innocent Dignity Chapter 9

Genre : Romance

Pairings: YoonHae (YoonA & DongHae)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as herself

– Lee DongHae ‘Super Junior’ as himself

Support Cast:

– Im Seulong ’2AM’ as YoonA’s father

Lenght: Chapter

OST:

– Kim SungGyu : 60 Seconds

– Infinite : Man In Love

Note:

  Jumpa lagi di Chapter ini.. Chapter yang lumayan panjang. yah, itung2 sebagai permintaan maaf buat yang baca chap sebelumnya hehe🙂

Untuk kali ini, saya mematok komentar di ff ini… Jika saya tidak kunjung melanjutkan ff ini, berarti komentarnya tidak memenuhi target saya😀

Ok??

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ An Innocent Dignity Chapter 9 ~

 

  Donghae menghela nafas berat.

Tak dapat dipungkiri jika dirinya sangat membenci Yoona yang seperti ini. Yah, sangat membencinya..

Yoona yang tak mau bicara walau sepatah katapun dengannya..

Yoona yang hanya bisa menatapnya dengan tatapan sayu saat ia mengajaknya bicara..

 Dan juga, Yoona yang selalu menolak kontak fisik dengannya.

 

Lee Donghae sempat merasa sangat putus asa. Juga kecewa…

   Yoona yang seakan ingin membangun dinding penghalang di antara hubungan mereka berdua, memanglah sudah keterlaluan.

Belum lagi keadaan yang sudah berubah,

  Yoona yang kini duduk bersebelahan dengannya malah membuat keadaan menjadi bertambah sulit. Entah apa yang sebenarnya ada dipikiran gadis itu. Donghae tak pernah mengerti.

  Ia tidak pernah tahu apa yang harus ia lakukan, apalagi mengingat kejanggalan pada ‘kemampuan khususnya’ terhadap Yoona.

 Ya! Donghae tidak pernah bisa lagi membaca apa yang dipikirkan gadis bermarga Im itu. Walau ia telah mencobanya berulang-ulang, hasilnya tetaplah sama.

  Yoona pasti menutup alam pikirannya. Itu kesimpulan yang ia buat sendiri. Kalau bukan itu, memangnya apa lagi? Bahkan ia tak pernah melihat Yoona yang sedang melamun belakangan ini.

  Jadi, jawabannya pastilah itu!

Yoona.. menutup alam pikirannya, agar dirinya tak bisa membacanya..

  Donghae mengusap wajahnya,

   Sampai kapan keadaannya akan tetap begini?

   Sampai kapan Yoona akan terus-terusan menyiksanya dalam kerenggangan hubungan ini?

  Sampai kapan??

 Apa yang sebenarnya ia inginkan? Dan kenapa juga Yoona tak pernah sedikitpun terbuka tentang perasaannya? Tentang apa yang gadis itu tengah rasakan.. kenapa Yoona tak pernah sekalipun mengatakannya secara langsung??

  Yoona..

   Kenapa kau membuat keadaan ini semakin terasa pahit??

  Apa dirimu tidak pernah mengerti perasaan Donghae?

 Apa dirimu, maupun Donghae tidak pernah sedikitpun bisa saling memahami??

  Apa kalian berdua hanya ingin memperbesar kegengsian diri sendiri?

  Atau keegoisan??

  Atau juga ketidakpedulian??

 Lalu…

    Sampai kapan hubungan yang seperti ini akan terus berjalan??

 

  Pria itu hanya bisa memandangi sesosok wanita yang baru saja keluar dari truk coklat tuanya.

 Yoona. Ya, gadis yang ia rindukan hampir setiap detik.

Suaranya. Juga tatapan hangatnya…

Donghae bahkan tak ingat kapan terakhir kali Yoona berbicara padanya… juga menatapnya dengan sorot mata itu?

  Oh sial!

Ia mendecih kesal. Memikirkan ketidakmampuan dirinya menjaga intensitas hubungan ini saja sudah membuatnya frustasi, apalagi jika mengingat adanya orang ketiga yang telah ia curigai belakangan ini..

  Ditambah lagi, Yoona yang mulai akrab dengan beberapa pria di kampusnya..

Yah. Walau wanita itu hanya sekedar tersenyum ataupun berbicara sekilas dengan orang-orang itu, ia tetaplah merasa panas sendiri. Batinnya langsung berdebat dengan dirinya sendiri,

    Bagaimana? Bagaimana bisa Yoona tersenyum seperti itu pada orang lain? Bahkan ia tidak pernah begitu padaku…

Semuanya menyebalkan.. sangat menyebalkan! Donghae selalu saja merutukinya hampir setiap saat..

 

   “Yoona…” ia pun memberanikan diri memanggil nama sang kekasih yang kini tengah berjalan di depannya. Di lorong kelasnya, juga kelas Yoona yang masih tampak sepi, mungkin karena mereka datang terlalu pagi..

Tapi masalahnya, sosok wanita itu tak kunjung membalasnya.. entah itu dengan seulas senyuman, ataupun kata ‘ne?’ yang biasa ia ucapkan.

  Tidak ada lagi. Harapannya telah pupus jika seperti itu..

Donghae merasa sangat patah hati tatkala Yoona mengenakan Headset di kedua telinganya.

   Apa maksudnya ia tak mau mendengar suara pria itu??

 

 Dan untuk yang kali ini Donghae tak mau berdiam diri. Tidak lagi…

Ia menarik lengan gadis ber hoodie coklat itu agar menatap ke arahnya. Tak peduli lagi apa tindakannya ini tergolong pada tindakan kasar atau tidak, Donghae sudah tidak mempedulikannya lgi…

  Dan ketika Headset itu terlepas, Donghae mulai berbicara dengan nada membentak,

   “Ada apa denganmu??!! Kenapa kau selalu saja menghindariku? Tolong katakan apa salahku…”

   “Lepaskan!!” Yoona mencoba menarik lengannya yang tertahan, “Kau tidak akan mengerti!”

   “JIKA KAU TAK MENGATAKANNYA, BAGAIMANA AKU BISA MENGERTI???!!!” Donghae malah membalas membentaknya tak kalah kasar.

Tapi.. sehabis itu, sorot matanya berubah sendu. Agaknya ia merasa bersalah,

   “Maaf… aku tidak bermaksud membentakmu…”

Lalu pegangan itu terlepas, bersamaan dengan Donghae yang mulai melangkah pergi..

  Ia kecewa. Pria itu sungguh sangat kecewa..

Bahkan ia tak mampu berkata apapun lagi pada Yoona..

Bahkan sorot mata Yoona mampu membuatnya tak bisa berdiri tegak..dan mati membeku..

   Bagaimana ia bisa dikatakan sebagai seorang laki-laki??

Jika ia tidak bisa terlihat begitu di hadapan seorang wanita.. yang begitu ia cintai??

 

   “Donghae…”

Tapi… kenapa gadis itu kini memanggilnya?

Apa ini… kali terakhirnya ia bisa mendengar suara Yoona yang memanggil namanya?

Apa ini…

  Apa Yoona.. akan mengucapkan kata perpisahan??

 

Donghae mengepalkan jari-jarinya yang bergetar pelan..

Menanti kelanjutan kata-kata seorang gadis yang mampu membuatnya berada dalam berbagai kondisi..

  Senang…

  Sedih…

   Bahagia…

Semuanya…

  Yoona mampu melakukannya…

   “Apa kau serius menyukaiku??” Dan pria itu terperangah mendengarnya..

   Yoona… menyangsikan perasaannya?

  Jadi selama ini.. gadis itu selalu menyangsikannya?

 

Lalu..

  Yoona mulai melanjutkannya…

   “Aku tidak pernah merasa jika kau benar-benar serius padaku, aku selalu merasa ragu… aku takut, kau hanya  mempermainkanku. Menjadikanku sebagai tempat sementara untukmu bermain-main, lalu…” Yoona mendongak dan itu membuat Donghae terkejut.

  Yoona berkaca-kaca…

gawat! Ia ingin menangis…

Donghae mengangkat satu tangannya. Sekedar untuk menyentuh wajah itu seperti biasanya,

 Tangannya terasa gemetaran…

   “Aku tidak mau terlambat menyudahi keadaan ini.. aku tidak ingin tersakiti lagi…”

Namun sebelum itu terjadi. Ia mengurungkan niatnya,

 Donghae mengepalkan jarinya. Wajahnya muram,

   “Apa kau tidak akan menyakitiku lagi, Lee Donghae???” Yoona mendongak untuk menatapnya…

Tapi terlambat…

  Saat ia melakukannya, maka saat itu juga perasaan telah hancur. Luluh lantak tak berbekas lain selain rasa perih,

  Donghae telah melangkah pergi…

  Pria itu sudah berjalan jauh darinya, sangat jauh…

Hingga rasanya sangat mustahil untuk menjangkaunya…

Yoona…

  Apa yang harus ia lakukan sekarang?

 

– An Innocent Dignity –

 

   Gadis itu mendesah kecil dan mengeratkan genggaman tangannya sendiri.

 Ia menoleh untuk kesekian kalinya, melihat bangku kosong yang ada disampingnya membuat hatinya terasa sakit.

  Masih terbayang jelas saat-saat lelaki itu berjalan pergi dari hadapannya… dari dirinya..

Yoona sungguh terlalu kecewa pada Donghae. Pada pria yang ia sadari, bahwa kini ia sangat menyayanginya..

  Ia sangat menyukainya…

Tapi, kenapa dia malah seperti itu?

 Apa Donghae tidaklah pernah menyukainya?

  Apa.. Donghae hanya menganggapnya sebagai sebuah mainan?

Mainan yang hanya akan berakhir di tempat sampah..

 Apakah seperti itu??

   Lee Donghae…

   “Yoong.. Hei Yoong!”

Yoona menoleh pada seorang gadis yang duduk tepat di belakangnya.

  Ia mengernyit,

   “Ne?”

Wanita itu berbicara dengan sedikit berbisik,

   “Donghae, sekarang ada di ruang ‘kesiswaan’…”

   “Apa? Kenapa?” Oh! Yoona mulai berfirasat buruk sekarang,

   “Dia berkelahi dengan MinHo.. itu, laki-laki yang mengobrol denganmu setiap jam istirahat..”

   “Jangan bercanda! Donghae tidak suka berkelahi..”

   “Tidak, aku tidak bercanda! Aku dengar si Bintang Kelas itu tiba-tiba datang dan langsung memukul MinHo.. entah kenapa dia jadi begitu, apa mungkin ini karena masalah Cinta?? Hahaha aku tidak yakin orang seperti dia bisa mempunyai pacar…”

   “Kau jangan asal bicara!!” tanpa sadar Yoona membentaknya. Dan itu malah membuat wanita itu terkejut,

   “Kau kenapa??” tanyanya kaget. Tak menyangka jika Yoona akan membentaknya,,

Yoona menunduk, menyadari jika semua orang di kelas ini belum mengetahui hubungan mereka,

   “Maafkan aku…”

 

– An Innocent Dignity –

 

  Donghae mendecih kesal.

Kakinya masih terasa sakit bahkan hanya untuk berjalan perlahan saja.

Apalagi jika untuk berlari??

Ah. Donghae sepertinya harus beristirahat seharian penuh hari ini..

 

  Tapi walaupun begitu, ia tetap tersenyum. Surat yang ia pegang malah membuatnya sangat senang.

 Yah, itu surat pemberitahuan  untuk orangtuanya jika dirinya telah terkena hukuman berupa ‘Skors’ selama satu minggu.

Ia merasa amat beruntung. Setidaknya selama seminggu ini, ia akan terbebas dari perasaan cemburu walaupun sesungguhnya ia tetap tak pernah tenang jika memikirkannya sekali saja.

  Yah setidaknya MinHo tidak akan bisa berdiri tegak selama jangka waktu yang lumayan lama, setelah insiden hari ini tentunya.

Donghae tertawa senang mengingatnya,

 

   “Aku tidak memerlukan itu, Donghae…” Mendadak Yoona menghadang jalannya. Hingga Donghae menatapnya dengan sangat terkejut,

 Ia tidak menyangka. Yoona masih mau berbicara dengannya, walaupun dengan nada yang terdengar tidak menyenangkan di telinganya dan membuatnya sedikit sakit..

   “aku tidak mau melihatmu begini…”

   “Tapi aku melakukannya untukmu…” balasnya membela diri,

   “Aku tidak butuh ini semua! aku tidak mau melihatmu yang berubah menjadi seperti ini!… kenapa kau tidak pernah sedikitpun mengerti aku??”

   “Kau juga tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku??!! Aku hanya ingin kau melihat ke arahku! Aku hanya mau kau melihat diriku, menganggapku ada!! Kenapa kau selalu saja menyalahkan apapun yang kuperbuat?? Kau tidak pernah mengatakan apa yang tengah kau rasakan saat bersamaku, JADI BAGAIMANA AKU BISA MENGERTI PERASAANMU??!!”

 

To Be Continued…

8 thoughts on “[FF] An Innocent Dignity Chapter 9

  1. kenapa jadi pada marah2 gini sih , ??? donghae mulali cemburu ,,, tapi yoona mulai ragu sama perasaannya donghae ke diaa haduuuhhh ,,

    di Tunggu lanjutan ceritanya ,,

    Suka

  2. mereka salah paham..
    Yoona hanya ingin donghae mnytakan cinta untuknya..
    tp donghae trus2an mngelak wlau dlam htinya ia sngat mncintai yoona..
    si hae oppa sndri bngung dgn sikap yoona yg brubah pd dirinya..coz,msing2 dr merwka gx pernh ad yg mau jujur –“

    Suka

  3. Knpa hubungan mereka jadi makin rumit sih, apa donghae salah paham? Lagian yoona kan cuma bertanya, donghae serius gk sama yoona karena pengin kepastian..
    Tp knpa donghae nanggepinnya malah kayak gini berkelahi sama orang
    Yoona kan gk berharap banyak
    Dia cuma butuh pengakuan donghae aja
    Secara donghae kan gk pernah bilang cinta sama yoona, jadi wajar aja yoona berpikiran seperti itu..

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s