[FF] The Cup Of Love Chapter 6 (Final)

YoonWon ff poster

The Cup Of Love..

YoonWon ff poster

Title: The Cup of Love Chapter 6 (Final)

Genre: Romance

Author: Yuunagi MN

Pairings: YoonWon

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

OST:

– Na Yoon Kwon ft IU : It’s First love

Note:

  Karena diingetin sama seseorang tentang ff gaje ini, akhirnya Author ngelanjutin chapter 6 nya…

 Mohon tinggalkan komentar anda, jika mencintai Couple ini ^^

 Silent Reader? harap menjauh dari ff ini!!😥

Happy Reading!!

 

~~ The Cup Of Love Chapter 6 ~~

  Gadis itu tampak sangat tak bersemangat hari ini.

Terlihat dari ekspresi wajahnya yang terus-terusan cemberut. Ia juga kerap kali menghela nafas berat dan menggembungkan pipinya.

 Yoona. Ya, gadis polos yang terlahir dengan marga Im itu merasa amat sangat bosan.

Satu  hari tanpa keluar dari rumah minimalisnya telah sukses membuatnya cemberut seharian penuh.

 Yah, ini ia lakukan memang bukan tanpa alasan. Malahan bisa dikatakan sangat beralasan.

 Ini semua memanglah karena perkataan satu orang yang telah ia percaya sepenuh hatinya.

 Choi Siwon! Siapa lagi jika bukan mantan Kakak kelasnya sewaktu SMA itu?

Siwon, yang akrab ia panggil dengan sebutan ChoiChoi itu pastilah orang yang tidak akan membohonginya.

 Jadi, ketika pria itu mengucapkan satu syarat yang harus ia lakukan jika mau terlihat dewasa, Yoona yang terlampau polos hanya menurutinya tanpa bertanya apa-apa lagi.

 Ia sungguh sangat mempercayai pria itu. Apapun yang ia katakan, apapun yang ia jan jikan, pasti juga akan di tepatinya. Yoona sangat yakin akan hal itu,

Yoona juga tidak mau sedikitpun berpikiran negatif padanya.

Apapun itu, yang jelas Yoona sangat, sangat, sangat mempercayainya. Titik! Dan tidak ada koma-koma lagi!

Gadis itu mungkin memanglah terlalu lambat dalam berpikir. Tapi itulah ciri khasnya,

 Bukankah imej seorang Im Yoona memanglah seorang gadis yang polos dan ceria??

Apa yang akan terjadi jika ia berpikiran untuk merubah dirinya yang seperti itu??

 Dirinya yang berekspresi sama seperti anak kecil..

Im Yoona yang selalu menatap bola mata lawan bicaranya dengan wajah polos..

  Apakah dia benar-benar tidak menginginkan sosok dirinya yang seperti itu??

Ah, jika dipikir-pikir…

  Yoona itu terlalu muda untuk hal-hal yang sesungguhnya pantas dibicarakan ataupun dilakukan oleh gadis seusianya.

Terlalu bodoh, juga iya…

 

   “Aku tidak mau keluar rumah, Ayah…” dia berguling-guling di atas karpet biru langit kesayangannya sampai piyama tidurnya tampak kusut. Ia baru berhenti saat nafasnya sudah hampir habis.

 Yoona memegangi kepalanya sendiri,

   “Jangan keluar rumah selama satu minggu!” suara bernada datar milik seorang ChoiChoi yang waktu itu kembali berdengung di telinganya. Seakan ingin memperingatkan supaya Yoona tidak berpikir untuk melanggarnya,

 Wajahnya yang sangat serius juga masih terekam jelas di ingatan Yoona.

 Im Yoona memukul bantal tidurnya,

   “Aku tidak mau keluar rumah, ayah… ayah saja yang  ke kantor…” ia menjawab pelan sedetik setelah sang ayah tercinta mengajaknya ikut ke kantor seperti yang biasanya.

 Tapi sosok itu hanya sedikit mengernyit heran melihat tingkah putrinya yang tampak tak normal,

Yah.. bagaimana ia bisa mengatakannya normal?? Sedangkan Yoona yang biasanya tidaklah pernah sekalipun menolak ajakannya,

  Yoona yang biasanya pasti akan langsung berlari kearah kamar mandi ketika ia mengajaknya keluar. Baik itu ke kantor, ke taman, atau kemanapun itu, Yoona akan dengan senang hati menemani. Bahkan gadis itu tidak akan segan-segan untuk merengek supaya dirinya di ajak ikut.

Ia paham. Sebagai ayah, ia sangat memahami Yoona yang terbilang senang mengekori orang lain. Siapapun yang menarik hati gadis itu, pasti akan ia ikuti.

 Maka dari itu, jangan salahkan jika dirinya menjadi sangat overprotektif pada putrinya itu. Ia berpikir, mungkin saja di luar sana ada orang jahat yang bertingkah aneh hingga Yoona akan tertarik.

  Dan setelah itu, Yoona yang terlampau bodoh pasti akan mengekorinya. Benar kan??

   “Ada apa Yoong?? Kamu sakit??”

Yoona menggeleng dan membenamkan wajahnya di bantal,

 Ia menggerakkan tangannya memberi isyarat agar ayahnya cepat berangkat. Tentunya dengan kibasan tangan khasnya,

   “Ya baiklah… kalau begitu, jangan pergi ke mana-mana sebelum ayah pulang…”

   “Ne…”

Yoona merutuki nasibnya. Tidak disuruh juga, ia tidak akan keluar. Ah ralat! Ia tidak bisa keluar..

 Ia tidak boleh keluar..

Gadis itu kembali menghela nafas berat,

   Apa tidak ada cara yang lebih mudah dilakukan untuk menjadi sosok yang terlihat dewasa??

 Kenapa rasanya seperti ini??

Apa menjadi dewasa itu memang sesulit ini? atau bahkan lebih sulit lagi?

Apa orang dewasa harus mengalami hal seperti ini dulunya??

Ah. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia masih saja terus bertanya-tanya layaknya anak kecil yang rasa penasarannya tinggi,

   Apa ChoiChoi juga harus mengurung diri di rumah sebelum menjadi begitu dewasa??

 Iya, pasti benar..

ChoiChoi pasti pernah merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan sekarang..

Tapi, apa ChoiChoi dulunya juga sering di ejek ‘Anak TK’ seperti dirinya??

Ah! Yoona harus menanyakannya langsung jika nanti ia sudah selesai melakukan ‘persyaratan’ yang satu ini!

 Harus! Ia tidak boleh lupa! ChoiChoi harus menjawab semua pertanyaannya!

 Harus!

 

   “Ayah pergi ke kantor dulu Yoong!!” pria paruh baya itu akhirnya menutup pintu rumah itu. Bersamaan dengan itu, Yoona mendadak berteriak kencang, melampiaskan rasa putus asanya,

   “Kenapa begitu sulit menjadi dewasa?!!!”

Sehabis itu, ia langsung terbaring pingsan di situ.

 Kelelahan berdebat dengan dirinya sendiri…

 

– The Cup Of Love –

 

   “Dasar bodoh!!”

Siwon mengumpat lagi pada telepon rumahnya yang sedari tadi terus-terusan berdering, mengusik pendengarannya.

 Pria itu mencoba menutupi telinganya dengan apapun benda yang ada di sekitarnya, sekedar untuk membuat suara ‘meradang’ sang telepon tidak terlalu terdengar.

Ia bukannya tidak menekan tombol merah itu untuk mematikannya, itu sudah!! Bahkan ia melakukannya hampir lima puluh kali.. lima puluh kali! Bayangkan betapa pegalnya jarinya melakukan itu…

  Siwon merutuki dirinya. Juga orang yang berusaha menelponnya itu,

 Sangat mengganggu!! Sungguh sangat mengganggu!!

Siwon memukul mejanya hingga gagang telepon itu terlempar ke arahnya,

   “APA LAGI??!!!” teriakannya langsung membuat sang penelpon tak mampu berkata apapun lagi. Dan itu membuat Siwon tiba-tiba teringat akan suatu hal,

   “Jangan membentakku lagi…”

Shit! Choi Siwon meremas buku telepon yang ada di tangannya hingga lusuh tak berbentuk.

Ya. Ia harus menahan dirinya..

   “Ya, ada apa??” Siwon melemparkan benda lusuh itu ke tempat sampah di dekatnya.

Tapi, suara gadis itu tak kunjung terdengar.

Siwon mengernyit heran, bukan pada orang yang tak juga berbicara ini. tapi ini tentang hal yang lain.

  Hei, kenapa Siwon merasa aneh??

   “ChoiChoi penipu…”

Tut..Tut…Tut…Tut..

 Dan pria tampan itu hanya memandangi gagang telepon itu. Tak mengerti apa yang tengah terjadi,

   “Hei!!” hanya itu yang ia teriakkan sebelum akhirnya menutup teleponnya dengan kasar.

Choi Siwon meremas rambutnya sendiri.

      Apa ini?? kenapa ia merasa amat khawatir??

   Kenapa??

    Kenapa hatinya di penuhi oleh perasaan aneh ini??

   Sial!!

 

Lalu…

 Di detik selanjutnya…

Seorang Choi Siwon mendadak berubah heboh sendiri.

 Ya bagaimana tidak di katakan heboh??

 Ia yang biasanya tak pernah sedikitpun peduli pada apapun, kini terlihat mengobrak-abrik ruang keluarga itu, dengan wajah… panik??

 Dia mencari kunci. Kunci mobilnya..

Ia sendiri tidak tahu hal apa yang telah mendorongnya melakukan ini? bahkan dirinya sendiri mencoba menolaknya, tapi apa daya?

  Hatinya.. perasaannya… bahkan tubuhnya sendiri mengatakan jika ia harus segera berlari..

  Berlari ke tempat Yoona…

Ke tempat gadis itu… ketempat gadis yang telah menyebutnya ‘penipu’..

 Siwon takut, Yoona akan membencinya…

Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan jika itu sampai terjadi, karena… selama ini ia tak pernah mempedulikan perasaan Yoona,

  Ia tidak pernah mempedulikan apapun yang gadis itu rasakan. Entah ia merasa sakit hati, tidak suka, ataupun yang lainnya..

Siwon menyadarinya.

  Ia tidak mau gadis itu berpikiran untuk menjauh darinya…

 

Tapi sepertinya keberuntungan tidak sedang berpihak padanya. Nyatanya, benda yang ia cari-cari tidak ia temukan juga..

  Membuat dirinya frustasi..

Siwon memukul meja tempat dimana telepon rumahnya berada,

   “Sialan!!!”

 

   “ChoiChoi… aku minta maaf…” Siwon membesarkan bola matanya.

Ini… pesan suara?? Dari Yoona??

Maka pria itu buru-buru menyambar gagang teleponnya dan mengatur nafasnya,

  Suara lembut serta bernada menyesal milik Yoona kembali terdengar,

   “Aku sudah menyebutmu ‘pengecut’ tadi… aku minta maaf… maaf, aku tidak langsung meminta maaf padamu, aku takut, ChoiChoi akan membentakku…” Siwon tersenyum tipis,

Ia memejamkan matanya. Dasar bodoh!, batinnya..

   “Aku juga minta maaf karena aku tidak bisa memenuhi syarat yang ChoiChoi ajukan… aku sungguh minta maaf, juga untuk semua kelakuanku yang kekanakkan dan membuat ChoiChoi marah.. semuanya aku minta maaf…”

    .

   “ChoiChoi, aku juga ingin pamit padamu… aku akan ikut dengan bibiku ke Rusia, aku akan kuliah disana, tinggal di sana… juga akan dewasa disana…”

   “Tidak!!!”

   “Aku tidak akan membuat ChoiChoi marah lagi karena selalu kuikuti… terima kasih untuk semuanya… mungkin ChoiChoi akan segera melupakanku, tapi tak apa… aku juga tahu, ChoiChoi tidaklah pernah sedikitpun menyukaiku…”

 

Lalu, hening…

 Tidak ada suara bawel itu lagi..

Tidak ada suara manja itu lagi…

  Tanpa sadar, pria itu mengusap sudut matanya.

Hei… apa dia menangis??

 Tidak mungkin!

Ia tidak mungkin menangis kan??

  Siwon menjauhkan gagang telepon itu dari telinganya. Tapi sebelum ia benar-benar melakukannya, pria tegap itu tampak sangat terkejut.

Ternyata.. Yoona masih melanjutkan kata-katanya!

Namun Siwon tidak terlalu yakin. Jadi ia kembali memutar pesan suara itu, menantinya dengan sabar. Sampai di akhir penantiannya…

  Kata-kata itu terdengar…

Siwon menjatuhkan gagang telepon itu. Sorot matanya langsung berubah,

  Yoona.. mengatakan satu kalimat yang bahkan tak pernah ia sangka bisa diucapkan dengan tulus oleh gadis yang selama ini ia sebut ‘Bodoh’..

  Kalimat itu…

   “Aku menyukai ChoiChoi… lebih dari apapun yang pernah kusukai.. aku, aku mencintaimu, ChoiChoi. Kau adalah cinta pertamaku….”

….Membuat hatinya sakit…

 

 

To Be Continued…

13 thoughts on “[FF] The Cup Of Love Chapter 6 (Final)

  1. Wah seru nich🙂 ayo donk wonppa jujurlah gmn prasaanmu ma yoona sblm yoona pergi😦. Jd next part end ya chingu? Smg yoona g jd pergi ya n yoonwon jadian hehehe🙂

    Suka

  2. Ah akakhirnya gadis polos itu menyatakan perasaan nya juga..
    Dan juga si lelaki yang keras kepala dan selalu mengatai yoona gadis bodoh itu akhirnya merasakan sendiri kalo dia mulai menyukai gadis yang di sebutnya bodoh itu tepat saat dia pergi..

    Suka

  3. Hanya karna pngen dewasa n bisa di sukai sama siwon dia sampe mau ngelakuin syarat yg di berikan siwon walaupun aneh.. yoona mau ninggalin siwon tuh, trus gimana siwonnya..

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s