[FF] You Are Mine Chapter 10

You Are Mine..

LuYoon ff Poster

Title: You Are Mine Chapter 10

Genre : Romance, Family

Pairings: LuYoon (LuHan & Yoona)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Choi LuHan

Support Cast :

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

– Cho KyuHyun ‘Super Junior’ as Im KyuHyun

Lenght: Chapter

OST:

– Hyorin ‘Sistar’ : Because I Love You

Note:

 Chapter 10 Update dengan waktu pending yang lama…
juga hasilnya agak panjang.. yah, ini chapter terpanjang yang pernah saya buat, 😀

Mianhae juga untuk kata2 di ff ini yang agak kasar.. 🙂 Jeongmal Mianhae..

Ok, langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ You Are Mine Chapter 10 ~

  Rumah itu memanglah tak pernah sepi. Baik itu dari suara para penghuninya ataupun dari suara-suara berisik lainnya.

Misalnya saja yang kali ini..

  KyuHyun tampak sangat gelisah sambil mengetok-ngetok pintu kamar mandi sang adik perempuannya.

Im Yoona..

 Yah, gadis itu tak kunjung keluar dari kamar mandinya sejak 3 jam yang lalu. Ditambah lagi suara air shower yang terdengar amat sangat jelas, hal itu menambah alasan KyuHyun untuk merasa cemas serta khawatir,

Tapi ia tak mau putus asa!

 KyuHyun kembali berteriak memanggil Yoona..

   “Yoong!! Kau masih di dalam kan?!!”

    “Yoong!! Tolong buka pintunya!!”

   “Im Yoona!! kalau kau tak membukanya, aku akan membukanya secara paksa!!”

Namun tak ada jawaban, bahkan sekecil apapun itu..

 Keadaannya tetap sama.

Yang terdengar hanyalah suara air yang pastinya tengah mengucur deras dari shower yang gadis itu hidupkan..

  Bukan dari suara Yoona..

Bukan dari suara manis adiknya itu..

Bukan dari suara bernada rendah milik Yoona…

 

Apa… yang sebenarnya terjadi padanya??

 

  KyuHyun mengepalkan kelima jarinya.

Bahkan ia tidak pernah tahu apa-apa tentang Yoona..

Apa masalah yang di alaminya..

Apa yang disukainya..

Juga, apa yang membuatnya terlihat seperti orang yang tidak waras belakangan ini..

KyuHyun tidak tahu..

 Dan fakta itu membuatnya sangat frustasi..

Ia memukul pelan pintu kayu itu, sedetik kemudian KyuHyun menendangnya dengan sekuat tenaga,

   “Yoona??!”

Dan pria berkulit pucat itu serasa mati membeku di tempatnya berdiri,

Didepannya…

 Dihadapannya..

 Gadis yang paling ia sayangi.. terduduk dengan memeluk tubuhnya sendiri.

Dibawah kucuran air shower.. Yoona tampak gemetaran, bahkan kulit putihnya kini memucat. mungkin karena terlalu lama terkena air,

 Im KyuHyun segera berlari ke arahnya. Ia mematikan shower itu dan menyambar handuk yang tergantung di dekatnya,

   “Yoong?? Kau, kau kenapa??”

Yoona menatapnya dengan pupil mata yang bergerak gelisah. Ia mengeratkan pelukan tangannya dan menunduk tanpa kata.

 KyuHyun mengerutkan keningnya,

Yoona.. tidak pernah seperti ini sebelumnya..

Bahkan dalam masalah apapun, gadis itu tidak pernah menangis di hadapan orang lain..

Apalagi melakukan hal-hal seperti ini..

KyuHyun tak habis pikir,

  Kenapa Yoona yang begitu hyperaktif bisa seperti ini??

 Kenapa Yoona yang tampak polos bisa berubah seperti orang linglung begini??

  Yoona..

Apa yang sebenarnya tengah terjadi padamu??

 

   “Ayo..” KyuHyun berkata pelan setelah melilitkan handuk itu di tubuh Yoona.

Gadis itu tidak menolaknya..

Ketika tangan sang kakak terulur padanya, ia segera menggenggamnya erat,

Sangat erat.. dan juga bergetar, ia seperti orang yang ketakutan..

 

  KyuHyun menempelkan kedua telapak tangannya tepat di masing-masing pipi gadis itu. Ditatapnya bola mata sayu Yoona,

Dadanya terasa sakit.. saat Yoona tak mau membalas tatapannya,

   “Ada apa??” tanyanya dengan sorot mata memaksa. Pria itu menyingkirkan poni Yoona yang sedikit menutupi mata besarnya,

   “Apa ada yang menyakitimu?? Siapa?? Siwon?? Apa dia yang menyakitimu??”

   “Bukan Oppa…”

KyuHyun menahan nafasnya.

Sorot mata Yoona sebenarnya telah menjawab semuanya walau ia tak yakin,

  Apa..LuHan??

LuHan yang menyakitinya??

 Laki-laki yang ia bantu itu.. telah menyakiti adik kesayangannya??

Sialan!!

   “Aku akan membunuhnya!! Dasar sialan!!” KyuHyun memaki marah.

Dia menarik Yoona dan memeluknya.

 Entah kenapa…

KyuHyun merasa… ia tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang kakak..

 Melindungi adiknya..

Menyayanginya…

Dan membimbingnya…

 Kenapa ia jadi merasa sangat jahat??

   “Oppa.. aku tidak apa-apa…” Yoona berbicara dengan nada lemah,

   “Apanya yang tidak apa-apa?? Kau sampai menyiksa dirimu begini! Apa kau tidak pernah berpikir sebelum bertindak?? Kalau kau sakit, apa yang harus ku lakukan?? Aku tidak pernah mengurus orang sakit sebelumnya…”

   “Aku tidak akan sakit.. aku juga tidak ingin membuat Oppa harus repot mengurusiku.. aku sudah terbiasa mengurusi diriku sendiri…” jelasnya masih dengan sangat perlahan.

Tapi..

 Ekspresi wajah sang kakak kandungnya itu berubah.

KyuHyun..

 Sepertinya ia agak marah..

   “Kenapa kau bicara begitu?? Aku ini masihlah kakakmu… kenapa kau berbicara seakan kau tidak menganggapku ada??”

Yoona tertegun sejenak.

Dan saat KyuHyun melanjutkan kata-katanya, ia tersenyum..

   “Pokoknya mulai dari sekarang, aku akan menjadi seorang Kakak yang pantas untukmu.. aku akan menjadi seseorang yang pantas kau banggakan sebagai kakakmu…”

   .

   “Aku akan memenuhi semua janjiku, semuanya… aku pasti akan menepatinya!”

   “Janji… ya??”

   “Aku berjanji… pasti! Aku akan menepatinya…” ia mempererat pelukannya.

Satu janji yang ia ucapkan dari seluruh sumpahnya, sepertinya telah terpenuhi..

   Bahwa ia akan mencoba mengerti apa yang Yoona pikirkan.

Yah.. janji itu..

Masihlah sepersepuluh dari puluhan sumpah yang pernah ia ucapkan…

 

 – You are Mine-

 

   “Badanmu panas.. aku tidak akan pergi sebelum kau benar-benar tidak demam lagi… Kyuhyun menekankan kain kompresan itu di dahi Yoona.

Walaupun gadis itu sudah menyuruhnya supaya segera pergi beristirahat, tapi KyuHyun tetap bersikeras melakukannya.

 Yah. Yoona akhirnya menyerah saat mengingat betapa keras kepalanya Kakaknya ini.

Siapapun tak akan pernah menang jika sudah berdebat dengannya..

 Itu yang Yoona pahami sampai sekarang…

Tentang Kakaknya. Im KyuHyun…

 

   “Oppa…”

   “Ya?”

   “Siwon Oppa, apa dia punya musuh??”

Yoona malah bertanya sesuatu yang sangat mustahil untuk di jawab KyuHyun. Pasalnya, laki-laki itu sendiri toh tidak pernah akrab dengan sang tunangan adiknya sendiri.

  Jadi, ia harus menjawab apa sekarang??

   “Aku tidak akrab dengannya…” ia mencelupkan kain itu kedalam air dingin yang telah ia persiapkan, meremasnya keras-keras dan kembali menempelkannya di kening sang yeodongsaeng,

   “Aku tahu.. tapi, apa menurut Oppa, seseorang yang seperti Siwon oppa punya banyak musuh?..” tanyanya lagi.

Dan… KyuHyun terlihat tak suka,

   “Sudahlah.. jangan cerewet lagi! Cepatlah pejamkan matamu dan tidur..” perintahnya cepat.

Im Yoona pun segera menurutinya.

  Ia memejamkan mata, mencoba untuk tertidur..

Tapi.. hatinya terus saja merasa tak tenang,

  Sebelum ia mendapatkan jawaban yang bisa membuatnya merasa puas, Yoona tidak mungkin bisa tidur dengan tenang..

Jadi, satu detik bersamaan dengan Kyuhyun yang ingin melangkah keluar, Yoona kembali mengeluarkan pertanyaannya..

 Pertanyaan yang sesungguhnya selalu membuatnya penasaran selama ini…

   “Kenapa Oppa terlihat sangat membencinya??”

 

Lalu..

Pria itu terdiam di tempatnya berdiri..

Tangannya mengepal keras, Yoona menetapnya dengan sorot mata sendu,

   “Dia tidak pernah terlihat mencintaimu.. bahkan secuil pun, aku tak pernah melihatnya… jauh sebelum ia tahu jika LuHan menyukaimu, ia tidak pernah peduli padamu… tapi setelah ia mengetahuinya, ia tampak sangat menjijikkan dimataku…”

  .

   “Dia. Choi Siwon, hanya menjadikanmu sebagai sebuah piala yang harus ia raih dan kemudian akan ia pamerkan jika sudah mendapatkannya..”

   .

   “Aku.. sebagai kakakmu.. aku tidak pernah sudi melihatmu hanya di permainkan olehnya… tapi, aku juga tidak akan pernah membuatmu merasa sedih, makanya aku tidak pernah bilang padamu jika aku sangat membencinya, ataupun aku yang mencoba menghalangimu dekat dengannya… aku hanya mementingkan kebahagiaanmu, karena kau terlihat.. begitu mencintainya…”

   “Oppa…”

   “Apapun yang kau sukai, juga akan kucoba untuk sukai.. bukankah itu adalah salah satu dari janjiku??” ia berbalik dan tersenyum manis,

 

– You are Mine –

   “Dia sedang beristirahat nona..”

Yoona tersenyum manis dan mengangguk sopan,

   “Aku tidak akan membuatnya terbangun…” janjinya.

Perawat itu tersenyum ramah dan menunduk, tanda hormat.

   “Baiklah…”

 

Suara pintu berderik terbuka terdengar amat sangat pelan, bahkan hampir tak terdengar.

Yah.. Yoona membukanya dengan sangat perlahan. Berharap bunyinya tidak akan mengganggu kenyamanan sang pasien pria yang sedang beristirahat,

  Yoona menutup pintu itu dan segera memutar tubuhnya,

Sebuah senyuman manis lantas ia tunjukkan begitu melihat buket bunga lavender yang ia pegang.

   LuHan… yah, ia harap pria itu tidak akan membuangnya,

Tapi saat gadis itu mendongak, satu pemandangan yang sangat mengejutkan langsung membuatnya terbengong di tempatnya berdiri.

  LuHan..

Bukankah tadi perawat itu bilang…

   “Yoona??” dan pria itu sendiri tampak sama terkejutnya dengan dirinya.

Yoona sontak tersadar,

   “Ah iya.. Maaf aku mengganggumu, aku hanya, aku hanya ingin minta maaf.. soal yang kemarin..” Yoona melangkah mendekat dengan ragu-ragu.

Sesuatu yang bisa membuat Yoona tersenyum lega adalah tatkala melihat wajah hangat LuHan.

 Ya. Laki-laki itu tengah tersenyum padanya..

   “Seharusnya aku yang minta maaf…”

LuHan meraih buket bunga itu dan meletakkannya di meja.

Dan sebagai gantinya, ia meraih tangan Yoona. Menariknya mendekat,

   “Maaf.. kemarin aku sudah bersikap kurang ajar padamu….”

Luhan mengecup punggung tangan Yoona. mimik wajahnya tampak sangat menyesal..

Sangat meyakinkan..

   “Aku juga menamparmu.. maaf, apa pipimu masih terasa sakit??” Yoona mendongak untuk memeriksanya,

   “Tidak…”

Gadis itu mendadak terdiam. Ia kembali teringat akan sesuatu,

 Untuk itu, ia menaikkan sweater yang tengah pria itu kenakan. Sebatas perut, sampai ia melihat jahitan memanjang di situ,

  Ini… bekas operasi..

Benar..

   “Apa terasa sakit??” Yoona menurunkannya lagi. Tanpa menatap Luhan tentunya…

   “Sedikit.. tapi sekarang sudah agak mendingan..”

Yoona menatapnya tak mengerti,

   “Karena kau sudah mempedulikanku… kau tahu? Itu adalah obat yang paling manjur untukku…”

LuHan tersenyum lebar.

Yoona menatapnya dengan sorot mata aneh,

   “Kau.. sangat berantakan. Apa ayah dan ibu mu belum datang??” ia merapikan tatanan rambut kuning pria di depannya.

Entah ini untuk mengalihkan pembicaraan, atau untuk tujuan lain..

Yoona yang sekarang,

 Sungguh tak bisa di tebak…

   “Mereka tidak mungkin datang…” pria itu menjawabnya cepat.

Membuat Yoona kembali menatapnya,

   “kenapa??”

Satu kata, dan juga satu pertanyaan itulah yang sangat malas untuk LuHan jawab.

Tapi, Yoona adalah calon istrinya…

Biarlah ia tahu, luar dan dalam keluarganya..

  “Aku.. adalah anak haram…”

Yoona agak kaget mendengarnya. Terlebih lagi dengan nada suara LuHan yang begini.

Tapi..

 Ketika ia melihat Luhan yang mendesah dan memejamkan matanya, ia mencoba menormalkan dirinya lagi..

   “Ibuku adalah seorang pembantu dirumah itu. Ibuku yang sekarang ini, bukanlah ibu kandungku… saat aku menginjak usia 10 tahun, ayah telah mengusirnya dengan kejam. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, lalu sejak saat itu aku mulai merubah pemikiranku tentangnya, aku mulai menentang apapun yang ia katakan, aku tidak pernah mau menurutinya.. aku selalu menanyakan pada diriku dan dirinya sendiri, kenapa ia tidak mengusirku juga?? Kenapa ia tidak melakukannya padaku daripada harus mengasingkan diriku seperti saat ini??”

   .

   “Kenapa? Aku selalu menanyakannya, tapi ia tidak pernah menjawabku.. aku marah, sejak saat itu aku merasa diriku sudah rusak.. aku menjadi pemarah, pemabuk, senang memaksa, juga sangat kasar… aku-”

   “Sudahlah LuHan.. aku tidak mau mendengarnya lagi…”

   “Kau.. tidak merasa kecewa padaku kan??” tanyanya penuh harap.

Yoona tersenyum tipis,

   “Masa lalu tetaplah hanya sebuah kenangan.. kita tidak akan mungkin bisa berdiri tegak ataupun melangkah maju jika terus-terusan melihat kebelakang…”

LuHan menatapnya dalam..

Seulas senyumannya mengembang,

   “Aku mencintaimu…” katanya tulus.

Im Yoona hanya membalasnya dengan satu senyuman…

  Senyuman paling manis yang pernah LuHan lihat..

– You Are Mine –

 Gadis itu memegangi lengan pria yang ada disampingnya. Ia tersenyum.

Walau yang ia lakukan sekarang ini tampaknya tidak berpengaruh apapun terhadap kekuatan LuHan. Ia tetap melakukannya..

 Setidaknya, ia harus tampak serius menjalani hubungan ‘anehnya’ ini dengan LuHan..

 Ia tidak mau Kakaknya harus pusing memikirkan masalah ‘percintaan’ nya.

Toh, yang seharusnya pusing kan dirinya sendiri.

  Iya kan??

   “Aku masih kuat jika hanya untuk berjalan..”

LuHan terkekeh geli. Apalagi ketika melihat respon lugu gadis itu.

Rasanya, ia kembali pada masa-masa kecilnya..

  Saat ibunya menggandeng tangannya, tersenyum padanya, juga berbicara dengan suara lembut padanya..

Yoona.. sangat mirip dengannya..

   “aku hanya takut kau terjatuh…” Yoona membalasnya ringkas,

Mereka tidak tahu. Seseorang yang berjalan melewati mereka,

 Menarik lengan Yoona tepat saat itu juga,

   Yoona meringis kesakitan. Genggaman orang itu terlalu keras,

   “Ternyata ini sosok aslimu??!” LuHan berteriak keras.

Yoona memandangi LuHan dengan wajah kebingungan.

 LuHan… Menekuk wajahnya tanda tak suka,

  Dan saat jemari kasar LuHan menahan tangannya, ia kembali merasa dirinya telah berkeringat dingin..

Sosok pria yang tampak sangat tegap itu memutar tubuhnya. Tangannya masih saja memegangi satu lengan YoonA..

   “O-Oppa??” Yoona berdebar kencang.

LuHan menatap Yoona dingin. Menyuruh gadis itu agar diam saja,

   “Akhirnya dirimu yang sebenarnya muncul juga , Choi Siwon….” Katanya dengan nada datar,

dan juga sangatlah dingin..

Choi LuHan…

 Yoona merasa amat cemas sekarang ini..

Baik LuHan ataupun Siwon oppa, tidaklah berada dalam kondisi yang fit sekarang ini… bagaimana jika terjadi apa-apa??

 

To Be Continued..

Iklan

7 thoughts on “[FF] You Are Mine Chapter 10

  1. unnie*teriak pake kenalpot*eh
    itu kenapa tbc padahal lagi seru-serunya.
    udah yoong unn sama lulu oppa ajah ya …wajib happy ending ya;D
    buat yoona suka luhan unn:)
    next..next..ne t ini ff yang aku tunggu-tunggu loh unn.karna maincastnya yoongexo semoga gak lamanya 😀

    Suka

  2. Deabak makin pensaran nich ama lanjutanx.tapi knapa yoona ß̍̍̊ȋ̝̊ڪα̍ gtu.terxata udh nampar lulu.kshan lulu haa . . . Smga cpt smbuh.tpi knap siwon jdi kxk gtu.jgn bertengkar dech.lanjut

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s