[FF] I Will Always Love You Chapter 8 (Final Chapter)

LuYoonKris ff poster

I Will Always Love You..

LuYoonKris ff poster

Title: I Will Always Love You.. Chapter 8 (Final)

Author: Yuunagi MN

Genre: Romance

Pairings: LuYoon, YoonKris, LuYoonKris

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Kris ‘EXO-M’ as Wu Yi Fan (Kris)

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Ost:

– Big Bang : Lies

Note:

Update, update..

Mian baru publish sekarang..😀

Ini adalah final Chapter, dan chapter selanjutnya adalah Chapter terakhir, jadi tolong tinggalkan jejak kamu ya??🙂


Don’t forget to leave a comment ^^

Happy Reading!!

+++++++^_^+++++++

 

~ I Will Always Love You Chapter 8 ~

  Rintik hujan mulai membasahi tanah.

Semakin deras hingga rasanya sangat sulit untuk melindungi pakaian sendiri agar tak basah.

Dan begitu juga dengan Yoona…

 Gadis itu tampak tengah berlari… tapi tanpa tujuan yang pasti.

Ditengah hujan? Dan sendirian..

 Benar. Gadis itu hanya ingin menyiksa dirinya sendiri, setidaknya ia berpikir jika ini akan membuatnya sedikit tenang.

Ia tidak punya tujuan..

 Yah. Kini tidak ada lagi yang ia harapkan di dunia..

Bahkan orang yang sangat ia percayai lebih dari siapapun, pun tega menyakitinya!

Lalu.. apa yang harus ia perbuat sekarang?

Tidak mungkin jika ia tetap duduk manis di rumah yang bahkan terlihat begitu menjijikkan untuknya…

Juga, sangat tidak mungkin jika ia tidak beranjak pergi dari hadapan pria bermarga Xi itu..

  Yoona memeluk tubuhnya sendiri dan berjalan perlahan.

Ia bahkan tidak punya kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya mempunyai keluarga lagi. Padahal ia sudah merencanakan hal itu, dengan LuHan..

  Tapi.. kenapa jadi begini?

Kenapa semua impian indah yang telah ia bangun dengan susah payah, menjadi begini??

  Kenapa..

LuHan membuatnya merasa jijik pada dirinya sendiri??!!

 

   “Yoona…”

Suara ini… Yoona sangat mengenalnya..

  Suara ini, suara seorang pria yang telah mencuri ciuman pertamanya..

Suara seorang pria yang membuatnya amat kecewa..

Suara seorang pria… yang secara tidak langsung telah membuka pintu gerbang penderitaannya..

 Yoona mengeratkan dekapan tangannya yang baru ia sadari telah bergetar kencang..

Dan detik itu juga, semua replika kejadian demi kejadian kelam yang pernah ia tangisi kembali terputar di pelupuk matanya,

 Ia menangis. Yoona menangis..

Untuk semua kecerobohannya..

Untuk semua kebodohannya..

Untuk semua kesalahannya..

 

  “Tolong jangan menghindariku Yoona…”

Gadis itu terdiam ditempatnya berdiri.

Xi LuHan menyeret kakinya yang terasa berat  sekedar untuk mendekati tubuh gadis di depannya.

 Dia menghela nafas berat,

Disaat Yoona tak kunjung menjawabnya…

   “Yoona…maafkan aku… aku salah, aku yang membuatmu menderita, aku yang membuatmu salah paham.. pada Kris..”

Ia menyentuh bahu Yoona, tapi gadis itu tetap tak meresponnya dengan kata-kata. Malahan, Yoona terlihat tengah terisak keras, hal itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk menatap bola mata Yoona.

  LuHan tidak yakin.. jika ia mampu melihat wajah sedih gadis yang hampir setiap saat selalu ia rindukan.

Hatinya pasti akan merasa sakit..

Bahkan lebih sakit dari apapun yang pernah menyakitinya, apalagi mengingat apa penyebab tangisannya…

 Ya. Dirinya sendiri..

Yoona menangis karena dirinya.. karena kesalahannya,

Dan fakta itu bagaikan belati yang menusuk jantungnya..

 Rasanya..

LuHan ingin mati sekarang juga..

 Lelaki itu menarik tangannya yang terasa gemetaran,

Ia mengeluarkan suaranya yang serak,

   “mereka… membuangku seperti sampah..”

Yoona menunduk mendengarnya..

  Ini… kata-kata ini… pernah LuHan katakan saat ia menelpon pria ini sesaat menjelang keberangkatan pesawatnya..

Gadis itu memejamkan matanya. Ia takut mendengar kelanjutan kata-kata luHan..

   “Aku.. sudah seperti benda murahan yang mereka beli dengan tangan manis… aku menerima perhatian yang tidak pernah kubayangkan…”

   .

   “Untuk sejenak, aku bahagia.. tapi, semua kebahagiaan itu hanyalah kenyataan manis yang semu.. memangnya apa yang bisa kuperbuat?? Aku ini benda murahan… yang pasti akan di buang jika sudah tak memerlukannya lagi…”

   “Tidak…” Yoona menutupi kedua telinganya. Sekuat tenaga ia menahan bulir-bulir bening itu agar tidak mengalir lebih deras.

 Ia meneriaki dirinya ssendiri..

  Hentikan!! Yoona tidak mau mendengarnya!!

Sungguh.. ia tidak mau mendengarnya lgi!

   “Lalu, dirimu Yoona… apakah kau akan melihatku sama seperti mereka?? Aku yang bagaikan sampah.. Do you see me in the same way??”

   “Hentikan!” Yoona berteriak kencang.

Ia… tidak mau menyakiti pria ini..

Itu fakta yang sering ia tanyakan pada dirinya sendiri…

  Kenapa ia selalu berusaha menjaga perasaan LuHan??

Kenapa ia harus menjaganya padahal pria ini sudah menyakitinya??

 Kenapa… ia telihat seperti wanita kejam yang bisa seenaknya menyakiti hati orang lain??

   “Apa kau juga akan membuangku layaknya sampah??”

   “HENTIKAN!!”

   “Apa jika aku bukanlah orang yang kau anggap berguna.. apa kau akan membuangku, Yoona?”

   “Tolong… kumohon hentikan!” hatinya benar-benar sakit sekarang. Yoona menutupi telinganya dengan lebih keras,

   “Jawab aku Yoona… tolong beri aku kepastian…” LuHan melangkah mendekat. Berharap gadis itu akan membalasnya dengan jawaban yang positif,

Namun…

 

  Gadis itu malah berlari menjauh…

Tanpa mengatakan apa-apa lagi padanya…

Tanpa menatapnya sedikit pun…

 Yoona telah pergi…

dari dirinya…

Dari Jangkauan tangannya…

Dari jangkauan pandangannya..

LuHan mendadak terjatuh. Dadanya sesak sekali… ia tidak bisa bernafas..

 Sesaat ia mendongak, melihat tubuh gadis itu,yang kian menjauh..

LuHan. Penyakitnya kambuh lagi…

Ia memejamkan matanya. tak berusaha mencari pasokan oksigen untuk menolong dirinya sendiri…

 LuHan… ia hanya memikirkan satu hal,

Janji yang selalu ia tanamkan sejak dulu..

Jika ia tidak bisa mendapatkan gadis itu, lebih baik dirinya mati saja..

 LuHan tersenyum…

Ia.. akan selalu mencintai Im YoonA..

  Selalu..

 

In Another Side..

  Suara derap kaki terdengar memenuhi koridor rumah sakit.

Benar. Bukan hanya satu orang saja tentunya, melainkan puluhan orang yang tak lain tak bukan adalah bodyguard-bodyguard keluarga Wu.

 Mereka tampak sibuk berbaris di kiri- kanan koridor itu hanya untuk menyambut sang Tuan Muda yang berjalan kearah mereka..

  Wu Yi Fan… benar, dengan kepala terbalut sehelai perban, ia melangkah pasti..

 Di sebelahnya.. tentu saja ada JungSoo.. siapa yang melihat sang Young Master itu, pasti juga akan melihatnya..

Ada yang bilang, mereka terlihat seperti ayah dan anak..

Tapi pada dasarnya, tidaklah ada sifat mereka yang sama..

Kris yang selalu berbicara dingin, juga dengan tatapan tajamnya.. adalah manusia paling dingin yang pernah ada,

   “JungSoo…”

   “Ya Tuan Muda..” pria paruh baya itu mengekorinya.

   “Siapa itu Im YoonA?? juga.. siapa pria bernama LuHan??”

Dan JungSoo teringat akan sesuatu. Tuan Mudanya ini, telah hilang ingatan permanen…

 Sesuatu yang ia syukuri, karena dengan begini… Sang Young Master, tidak akan pernah mengingat kenangannya bersama dengan gadis bermarga Im itu…

   “Mereka hanya teman masa SMA anda, Tuan Muda…” jawabnya tenang.

Kris terdiam sejenak. Ia tampak menyentuh dadanya sendiri,

   “Hanya teman SMA ku?? Tapi, kenapa aku merasa sangat marah melihat wanita itu berjalan dengan pria berambut kuning di sampingnya??… di mimpiku, aku melihat nya.. Yoona… aku merasa, dadaku sakit… apa aku merasa cemburu??”

 Jungsoo menatapnya kaget.

  Ternyata… anak muda yang selama ini selalu ia hormati. Tuan Muda yang begitu berwibawa dalam memimpin perusahaan. Tuan Muda yang tidak pernah mau kalah dalam perdebatan. Tuan Muda yang tak pernah terlihat celah kecilpun dalam dirinya. Tuan Muda yang selalu ambisius mendapatkan apa yang ia inginkan…

 Akan menjadi sangat lemah di depan gadis itu?

Didepan seorang Im Yoona…

Gadis itu.. bahkan disaat apapun dan bagaimanapun kondisinya, yang ia pikirkan hanyalah dia, hanya seorang perempuan bernama Yoona..

“Kita akan membicarakannya nanti, Tuan Muda…”

  JungSoo meneliti sosok Tuan Muda yang menatap keluar jendela.

Bola mata tajam itu. Akan menjadi sangat lembut tatkala menatap Yoona,

Sebenarnya… apa yang perempuan itu telah lakukan hingga membuat seorang Wu Yi Fan selalu melihat kearahnya???

 

To Be Continued..

8 thoughts on “[FF] I Will Always Love You Chapter 8 (Final Chapter)

  1. ggah sebenernya kurang suka sama karakternya yoona disini kesannya jahat bgt sama.lulu >_< kyaa kyaa
    kris <3<3<3<3 ayooo inget dong sama yoona trus jadian deh hehe udah gga ada lulu tuh XDXDXD

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s