[FF] An Innocent Dignity Chapter 8

An Innocent Dignity..

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

Title: An Innocent Dignity Chapter 8

Genre : Romance, Family

Pairings: YoonHae (YoonA & DongHae)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as herself

– Lee DongHae ‘Super Junior’ as himself

Support Cast:

– Im Seulong ’2AM’ as YoonA’s father

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– B.A.P – Coffee Shop
Note:

  Karena kemarin ada banyak yang minta chap ini cepat di publish… maka Author kejar tayang nih! kekeke😀

Oke..

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ An Innocent Dignity Chapter 8 ~

 

   “Ayahmu masih bekerja…”

Yoona mendesah malas tatkala melihat sosok pria berambut blonde yang tampak sibuk memasak sesuatu di dapur rumahnya..

 Ia menggerutu.

Yang benar saja! Setelah ia harus berdebat dengan banyak masalah seharian ini, kini ia harus di hadapkan dengan salah satu pembuat perdebatannya sendiri,

  Ya. Xi LuHan, atau yang biasa dipanggil LuHan.

Yoona melangkah perlahan kearah meja makan sebelum akhirnya ‘menidurkan’ kepalanya disitu. Rasanya semua yang terjadi padanya di hari ini telah membuatnya stress sendiri.

 Ya, tak perlu ia katakan apa-apa saja itu. Yang jelas, hal itu tentu tidak pernah di harapkannya datang..

 Sama sekali tidak pernah..

   “Kenapa kau berada disini??” Yoona menatapnya datar. Dan dengan suara datar pula..

Pria itu membuka penutup tangannya dan tersenyum tipis,

   “Aku? Tentu saja untuk memasakkanmu makanan…” jawabnya cepat. Ia mengangkat sepiring makanan yang ia buat tadi dan meletakkannya tepat di hadapan Yoona.

 Membuat gadis itu sedikit terpana.

Walaupun ia bersikap dingin dan terkesan tidak peduli, Luhan tetap berekspresi sama.. dan bersikap hangat padanya..

 Ternyata.. waktu 11 tahun tidak pernah mengubahnya sedikit pun,

Luhan… masih sama seperti Luhan yang dulu..

LuHan yang penuh perhatian, hangat, dan sedikit posesif..

 Juga Luhan yang selalu setia dengan senyum manisnya..

 

 Yoona tersenyum. Ia tidak memungkiri fakta jika ia mencintai Luhan yang seperti ini..

Ya.. meskipun Luhan tetaplah berada di peringkat 3 orang yang paling dicintainya di dunia ini.

 Yang pertama sudah jelas, yaitu sang ayah tercinta. Dan yang kedua adalah seorang pria bermarga Lee yang barusan saja membuatnya patah hati.

 

   “Apa ayahku yang menyuruhmu??” gadis itu bertanya dengan nada suara yang terdengar lebih baik dari yang sebelumnya. Sepertinya suasana hatinya kian membaik, sejak kedatangan Luhan tentunya..

   “tidak… tapi aku yang memintanya pada ayahmu..”

Yoona menggenggam erat sendok yang ada di tangannya,

   “Terima kasih…” katanya pelan,

Dan Luhan tersenyum mendengarnya.

 Yoona juga masih terlalu kaku padanya, persis seperti dirinya yang dulu..

Caranya bicara… bahkan ketika Yoona mengucapkan kata ‘terima kasih’, ia masih saja merasa dadanya sesak.

  Itu… mengingatkannya pada kejadian di masa lalu..

Kejadian dimana ia harus meninggalkan Yoona sendirian..

Meninggalkan gadis itu dengan kondisi yang tidak memungkinkan..

 Luhan mendongak. Meneliti wajah manis itu,

  Ia tidak suka mengingatnya lagi. Tapi jika ia tidak meminta maaf..

Hatinya tentu tidak akan pernah merasa tenang…

 

   “Yoong…”

   “Ne?” Yoona hanya menanggapinya dengan satu kata itu. Senyuman manisnya masih mengembang indah,

LuHan menjadi sedikit ragu untuk mengatakannya,

   “Ah, Anio…”

Yoona mengernyit,

   “Ada apa?? Kalau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja…”

Hening beberapa detik.

Sampai akhirnya pria itu membuka suaranya, untuk mengatakan satu kalimat yang ingin sekali ia ucapkan,

   “Aku minta maaf soal yang tadi….” Katanya perlahan.

   “Aku tidak marah kok.. tidak perlu meminta maaf…”

   “Lalu… soal kejadian itu?? Kau mau memaafkanku??”

Tapi… kali ini Yoona terdiam, tak menjawab.

Ia malah menundukkan wajahnya,

   “Yoona…”

   “Aku tidak pernah marah padamu.. tidak pernah sekalipun…”

Pria tampan itu tersenyum lega. Walaupun Yoona tidak tampak yakin dengan jawabannya sendiri,

Tapi itu sudah cukup untuk Luhan..

 Untuk semua kesalahannya..

 

   “Tapi, aku ingin membicarakan sesuatu padamu, LuHan..”

  “Apa itu??”

Dengan sedikit ragu Yoona mendongak hingga bola mata besarnya terlihat jelas oleh LuHan. Saat itu juga, pria itu kembali teringat akan sesuatu..

   Ia teringat pada pekerjaan yang ia tekun lakukan selama hampir 5 tahun hanya untuk Yoona…

   “Ini soal Donghae…”

   “Aku ingin mengatakan sesuatu soal pacarmu…”

Kedua orang itu saling berpandangan.

  Mungkin bagi orang lain ini akan tampak lucu melihat keduanya berbicara pada waktu yang sama, dan detik yang sama pula. Tapi bagi Yoona ataupun LuHan, ini sama seperti sebuah berita buruk… jika melihat dari keterburu-buruan mereka berdua,

 Ditambah lagi..

  Yoona.. yang merasakan firasat buruk yang sama persis seperti 3 tahun yang lalu, saat dimana ia terakhir kali mendengar suara orang yang ia cintai…

 Jantungnya berdetak tak karuan..

 

 Dan LuHan.. yang sama terkejutnya dengan yoona..

Sesuatu yang ada di hati kecilnya mengatakan jika ia mengatakannya hal itu, itu akan membuat Yoona merasa terluka..

 

    “Yoona..” LuHan tiba-tiba meletakkan kedua tangannya di bahu gadis itu. Membuat Yoona mengerutkan keningnya,

Agaknya, ia merasa risih…

   “Putuskan hubunganmu dengannya….”

 

   “A-Apa??”

   “Kali ini dengarkan aku… aku tidak ingin kau terluka lagi, jadi-“

   “Tidak!” Yoona mundur selangkah, menolak tangan pria yang ingin menyentuh wajahnya itu,

   “Aku tidak akan berpisah dengan Donghae….”

LuHan mendecih mendengarnya,

   “Walaupun kau tahu jika dia adalah adik dari orang yang telah membunuh calon suamimu??”

Yoona membesarkan bola matanya.

 Terkejut mendengarnya langsung seperti ini,

   “Jangan berbohong padaku!” Yoona menggelengkan kepalanya,

Meski ia tahu jika LuHan tidak akan pernah berbohong padanya. Ia tetap menentang suara hatinya,

  Ia tidak mau percaya!

   “Kapan aku pernah berbohong padamu Yoona?? So,… sekarang katakan…” LuHan menyodorkan sebuah ponsel pada Yoona. Gadis itu mengerjabkan matanya berulang kali.

  Ia tidak percaya semua ini,

   “Katakan padanya jika kau meminta kalian putus…”

  “Tidak…” Yoona melangkah mundur, tapi kali ini ia gagal. LuHan menahan lengannya,

   “Jika kau tidak mau, biar aku yang akan mengatakannya….”

 

Im Yoona menatapnya kaget.

 Dilihatnya LuHan serius menempelkan ponsel itu di telinganya,

   “Ini Xi LuHan… aku minta kau akhiri hubunganmu –“

   “XI LUHAN HENTIKAN!!!”

Yoona menyambar ponsel itu. Ia terisak keras di detik yang sama saat bunyi benda itu terjatuh,

LuHan menatapnya datar,

   “Hentikan semuanya…. Kenapa kau selalu membuatku begini?!” teriaknya seraya memukul dada pria didepannya itu,

Yoona benar-benar tidak mau ini semua terjadi…

 Dan kembali di awali dengan perbuatan LuHan..

Ia tidak mau.. benar-benar tidak mau…

   “Ia tidak akan membuatmu bahagia Yoona….”

   “dia tidak akan menjadi yang terbaik untukmu…”

   “Aku, yang akan melakukannya sendiri…. Aku yang akan membahagiakan orang yang kucintai… dengan seluruh kekuatanku, aku akan membuatmu bahagia….”

Gadis itu tertegun.

  Ia tidak pernah menyangka semua ini…

LuHan.. pria yang sudah ia anggap Kakak sendiri, menyatakan cinta padanya??

  Cinta… yang bukan seperti Kakak kepada adiknya sendiri??

Jadi,

  Apa LuHan mencintainya seperti ia mencintai Donghae??

 

To Be Continued

13 thoughts on “[FF] An Innocent Dignity Chapter 8

  1. part ini kyknya agk pendek y thor.. :))
    next chap klo bs dipanjangin😀
    yoona gk putusin hubungannya sm hae kan??😦
    ditunggu kelanjutannya..^^

    Suka

  2. oh..tidakkk,,,yoona hnya menganggap luhan sebagai kakak,tidak lebih!
    ksihan donghae donk,kan bukan dy yg bunuh,soal kk hae it dengan yoona yah selesaikan aj secra bijksana
    #pletak

    Suka

  3. Tuh kan luhannya suka sama yoona
    Pantesan aja protective bgt sama yoona
    Plisss yoona jgn dngrin kata luhan
    Yang jahat kan kakaknya
    Belum tentu adiknya juga..
    Jadi jgn putusin donghae.

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s