[FF] I Will Always Love You Chapter 7

I Will Always Love You..

LuYoonKris ff poster

Title: I Will Always Love You.. Chapter 7

Author: Yuunagi MN

Genre: Romance

Pairings: LuYoon, YoonKris, LuYoonKris

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Kris ‘EXO-M’ as Wu Yi Fan (Kris)

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Ost:

– BoA : Disturbance

– Kim SungGyu : 60 Seconds

Note:

  Kebutan ngejar jadwal posting dengan ff yang lain, ff ini jadi kelupaan.. hehehe😄

Mian, buat yang udah nunggu lama.. *Sok Ditunggu* #Plakk😀

Don’t forget to leave a comment ^^

 

Happy Reading!!

+++++++^_^+++++++

 

~ I Will Always Love You Chapter 7 ~

 

  Pria itu memandanginya dalam. Beberapa menit sampai wanita yang tengah ia pandangi melihat ke arahnya.

Ia tersenyum tipis,

  Wanita yang sibuk menuliskan sesuatu di buku diary nya itu, langsung menutupnya.

   “LuHan..??” dan suara itu telah sukses membuat LuHan melepaskan tali gitar yang ia sampirkan di bahu lalu meletakkan benda itu di atas meja.

  LuHan meneliti wajahnya,

   “Bagaimana dengan rumah ini??” tanyanya seraya tersenyum tipis.

   “Sangat bagus.. aku merasa seperti di rumah yang lama..” Yoona balas tersenyum manis.

Sebuah senyuman yang memungkinkan perasaan tenang bagi beberapa orang.

  Namun, yang terjadi sungguh sangat berkebalikan dengan dugaan tadi.

LuHan..

  Benar. Entah kenapa dan apa yang terjadi dengannya. Yang jelas, ekspresi wajahnya tampak muram,

 Ia tidak tersenyum sama sekali ataupun menampakkan wajah ramah, dan itu membuat Yoona bertanya-tanya.

  Ada apa dengannya??

Kenapa ia senang sekali berubah ekspresi tanpa alasan yang jelas??

Dan satu lagi sifatnya yang membuat Yoona sedikit risih,

   LuHan.. tak pernah mau mengatakan apapun yang ia rasakan..

Jadi, bagaimana ia bisa mengetahui perasaannya?

 Bagaimana ia bisa mengerti LuHan jika pria itu sendiri sangat tertutup dengannya??

   Apa…

Apa LuHan tidak bisa sedikit saja terbuka dengannya??

 

Untuk itu, Yoona berusaha mencari bola matanya.

  Yah, bola mata yang selalu menatapnya dengan pandangan hangat..

Ia mencarinya,

 Tapi sia-sia..

LuHan telah mengalihkan tatapannya kearah lain. Tepatnya pada layar televisi yang ia hidupkan,

  Pria itu tampak menyeramkan. Itu komentar Yoona..

Ia bahkan tak berani membuka pembicaraan lagi dengannya.

LuHan kembali seperti dulu,

 Kembali seperti dua tahun yang lalu..

LuHan yang dingin.. LuHan yang tak pernah peduli dengan kehadirannya..

   “Kau.. sudah mendengar kabar tentangnya??” LuHan tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Tentunya dengan volume suara minim, dan tanpa menatap ke arahnya.

 Yoona memeluk erat buku diarynya. Pikirannya sudah melayang entah kemana.

   “Dia sedang koma di rumah sakit..” LuHan terus saja mengatakannya dengan nada yang terdengar aneh.

Membangkitkan detakan keras yang terasa menyesakkan Yoona,

  Jantungnya.. mulai bereaksi tidak normal..

    “Jangan membicarakannya lagi…” katanya bergetar,

Ia menunduk. Meremas jemarinya sendiri. Perasaan aneh itu kembali menyergapnya,

  Dan Yoona tak mau itu terjadi lagi padanya.

Ia tidak mau!!

 Sungguh sangat tidak mau..

Perasaan takut, perasaan cemas. Perasaan memuakkan itu serasa menjadikannya sebagai wanita yang lemah!

  Namun… apa yang dapat ia perbuat?

Hatinya.. perasaannya tidak mungkin mengatakan sesuatu hal yang bohong.. ia tidak mungkin memungkiri fakta, jika rasa cinta itu masih bersemayam di dalam relung hatinya..

Jika rasa sayang itu masih melekat erat layaknya lem di benaknya..

Dadanya terasa sakit. Rasanya semua perlawanannya, semua pergolakan yang ia lakukan, malah menyakiti dirinya sendiri. Menyiksa perasaannya..

   “Aku, tidak… aku tidak mau mempedulikannya… dia pembunuh. Dia membuat ayah dan ibu meninggal.. dia.. dia…” Yoona gemetaran menahan tangisnya.

Sungguh, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menahannya. Airmata itu terus saja mendesak untuk keluar dari matanya. Membuatnya semakin tersiksa..

 Ia lemah, ia sama saja seperti dulu..

Gadis yang tak bisa berbuat apapun walau tersakiti.. Yoona kalah..

  Kenangan itu membuatnya menangis..

 

LuHan menyentuh puncak kepala Yoona, beberapa detik ia gunakan untuk menarik nafas sebelum akhirnya mengeluarkan suaranya yang terdengar cemas,

   “Yoona… aku minta maaf..” ia berkata perlahan.

Yoona pun mendongak. Menatapnya dengan bola mata berlinangan airmata,

   “Aku.. aku telah sangat berdosa padamu..” LuHan meraih tangan gadis itu. Tatapan matanya tidak bisa di baca,

   “Sebenarnya.. waktu itu, waktu ayah dan ibu mengejarku, aku.. aku tidak mempedulikan mereka…” Ia menggenggamnya erat. Tangannya terasa amat dingin, Yoona dapat merasakannya dengan jelas,

Sepertinya LuHan sedang ketakutan..

   “Waktu itu.. Kris menyuruh ayah untuk mengusirku, dan ayah menyetujuinya… aku, sangat marah.. aku sangat marah pada ayah… jadi, aku…”

   “Lu..Han?”

   “Aku merusak mesin mobil ayah… aku merusaknya… aku, aku tidak tahu.. kalau ayah dan ibu sebenarnya tidak berniat mengusirku dengan sungguh-sungguh… mereka mengejarku ke bandara… tapi, aku yang salah sangka, menolak telepon dari mereka…”

  “Aku selalu merasa sangat bersalah. ketika mendengar kabar jika mereka berada di rumah sakit karena kecelakaan, aku berlari dari bandara. secepat yang aku bisa, tapi terlambat… aku tak bisa melakukan apa-apa saat melihatmu menangis di dalam ruangan mereka..”

   “Lalu, saat ini… aku kembali merasa amat bersalah. aku membuatmu salah paham dengan Kris. aku, juga bersekutu dengan JungSoo.. dan rumah ini, adalah rumah pemberiannya…”

LuHan mendesah ketika Yoona menarik tangannya perlahan. Dan sorot mata gadis itu membuatnya merasa sakit.

 Yah, sorot mata yang bercampur kecewa, marah, sedih.

LuHan tidak pernah sanggup untuk melihatnya,

   “Yoona…” gadis itu bergerak mundur dan menjauhinya.

   “Yoona, aku minta maaf…”

Yoona menggeleng. Tangannya sudah bergetar pelan,

   “Pembunuh…” gadis itu menggumamkannya pelan. Satu kata yang terasa menyakitkan hati, LuHan merasa jantungnya berdenyut kencang,

Nafasnya terasa sesak..

   “Kau pembunuh, Luhan….”

Dan…

  Setelah itu, Yoona berlari menubruknya untuk keluar…

Ia pergi..

 Pergi dari hadapan Luhan..

Pergi dari orang yang telah membuatnya merasa kecewa berat..

  Yoona tidak mau,

Bersama ataupun hidup bersama……. Dengan pembunuh orangtuanya!

 

 

To Be Continued..

11 thoughts on “[FF] I Will Always Love You Chapter 7

  1. Omo, ff ini daebak.. Aku sempet ngira kalo ff ini mirip drama Taiwan, Summer Desire. Gak semua sama sih, tapi ada dibeberapa bagian yang mirip. ffmu ini menginggatkan ku kembali pada drama yg sangat kucintai itu#plak. Lanjut terus ya, kalo didramanya sih Yoona ntar sama Kriss. Lanjut..

    Suka

  2. jadi sbneenya siapa sih yg jahat , sekarang yoona mlah benci luhan ,, trus akhirnya yoona sama siapam ,, luhan atau kris ,, pngen cepet baca endingnya ,, !!

    Suka

  3. Chinguuu ff nya kebnyakan sad masa (?)😦 tpi walaupn sad, aku ttp suka kok chingu ^^~ luhannya kasihan msa😦 aku hrap endingnya luyoon, idk why .-.^ hehe. tpi itu terserah chingu ajadeh._. oke sip, aku tnggu chap beriktnya. fighting ne!!

    Suka

  4. Chinguuu ff ini, Feel nya kebnyakan sad masa (?)😦 tpi walaupn sad, aku ttp suka kok chingu ^^~ luhannya kasihan msa😦 aku hrap endingnya luyoon, idk why .-.^ hehe. tpi itu terserah chingu ajadeh._. oke sip, aku tnggu chap beriktnya. fighting ne!!

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s