[FF] The Cup Of Love Chapter 5

The Cup Of Love..

YoonWon ff poster

Title: The Cup of Love Chapter 5

Genre: Romance, Family

Author: Yuunagi MN

Pairings: YoonWon (YoonA & Siwon)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

Support Cast:

– Choi MinHo ‘SHINee’ as Choi MinHo

OST:

– Kim Sung Gyu : 60 Seconds

Note:

 Annyeong!! udah 3 hari tidak nge update blog..😥

habisnya, Author lagi disibukkan dengan MOS yang melelahkan dan membuat otak buntu hehehe😄

Oke, and finally, this is my ff!😀

 Silent Reader? harap menjauh dari ff ini!!😥

Happy Reading!!

~ The Cup Of Love Chapter 5 ~

Siwon P.o.V

Aku yakin bahwa aku sedang bermimpi..

Ya, aku bermimpi..

Beberapa fakta yang kulihat terlihat tak pasti..

  Yang pertama,

 Yoona..

  Gadis terbodoh dengan wajah polosnya itu tampak sangat.. berbeda. Dia juga memasang ekspresi yang tidak pernah di tunjukkannya padaku,

  Yang Kedua,

Aku juga melihat… MinHo Hyung??

 Dia memakai tuxedo putih, dan.. hei! Apa yang mereka berdua lakukan dengan memakai baju pengantin itu?!

Dan kenapa Yoona memeluk lengannya?

 Kenapa gadis itu berjalan berdampingan dengan Hyung?

  Apa ini??

Apa mereka.. akan menikah??

 

   “YOONA!!!”

Aku berkedip cepat dengan nafas terengah-engah.

 Rasanya.. sangat aneh,

Sungguh aku tidak menyukai ini,

 Ini hanya mimpi.

  Hanya mimpi!

Tapi kenapa aku merasa seakan hal ini benar-benar terjadi??

 

   “ChoiChoi..??” dia menoleh ke arahku.

Tapi dengan mimik wajah yang berkebalikan seratus delapan puluh derajat dengan yang biasanya.

 Ia muram. Tanpa senyuman bodohnya itu. Dan sesuatu yang tergambar di pupil matanya membuatku merasa bagaikan jelly yang dipanaskan.

Yoona, terlihat sangat kecewa dan benci padaku, seakan aku ini telah membuatnya sakit hati yang terlampau parah..

  Dia menatapku sekali lagi sebelum mengeluarkan sebaris pertanyaan,

   “Kenapa? Kenapa kau ada disini??” Lihatlah! Bahkan dia tidak berbicara dengan nada polos yang seperti biasanya.

Kini aku benar-benar yakin bahwa aku sedang bermimpi..

   “Yoona, ada apa denganmu?” aku maju selangkah mendekatinya.

Dan detik itu juga aku melihat sepasang kakinya melangkah mundur secara perlahan.

  Aku mendongak untuk meneliti mimik wajahnya.

Yoona.. mengusap sesuatu yang mengalir di pipinya..

  Apa itu airmata?? Entahlah..

   “Kau terlalu banyak menyakitiku…” ucapnya dengan nada bergetar. Genggaman tangannya pada buket bunga yang ia pegang membuatku yakin seratus persen jika ia sedang menahan tangisnya.

  Tapi ia menangis karena apa?? Satu lagi pertanyaan yang mengumpul di benakku..

   “Aku tahu… aku selalu berbicara kasar padamu..” aku berusaha menjaga nada suaraku agar tetap terdengar tenang. Pasalnya, Yoona akan selalu menangis jika aku mengikuti ‘arus’nya,

   “Lalu??” uh oke, nada suara gadis ini mulai terdengar menuntut sekarang.

Jujur, ini membuatku bingung,

   Apa yang sebenarnya ia inginkan??

Apa ia ingin aku mengakui semua kesalahanku padanya di depan Kakakku sendiri dan membuatku tampak sangat bersalah??

 

   “Kau ingin aku bicara apa??” ketusku tajam.

Namun ia tak menjawab. Yoona malah menundukkan wajahnya tanpa berniat sedikitpun untuk memandangi ku,

  Lalu… saat aku melihat tubuh kurusnya bergetar pelan, firasatku mulai tak enak.

Aku, entah kenapa, ingin sekali memeluknya. Menyentuh helaian rambutnya yang terlihat sangat lembut.

  Juga mengatakan kata “Mianhae..” ataupun “Aku tidak ingin melihatmu menangis…”

Tapi, apakah bisa??

 Bahkan ketika aku menjulurkan tanganku untuk menyentuhnya, aku tidak sanggup. Tanganku bergetar kencang..

Aku merasa hatiku membenarkan kata-katanya tadi, bahwa aku sudah menyakitinya..

  Dan sebuah penjelasan dari suara berat MinHo Hyung sukses membuat kepalaku serasa berputar-putar..

   “Kau hanya memanfaatkannya… membuatnya menjauhiku agar aku menderita kan? Kau benar-benar pengecut, apa ini karena dirimu merasa iri padaku karena kau tak pernah di pedulikan ayah??”

   “Hentikan!!”

   “Yoona menyukaiku. Ia mencintaiku. Apapun yang ada pada dirinya adalah milikku…”

   “BERHENTI BICARA!!!”

 

   “ChoiChoi?! ChoiChoi.. bangun…”

Yoona… ini, suara dia kan?? Kenapa ia ada disini?? Apa aku lupa mengusirnya tadi?

   “ChoiChoi kenapa?? Mimpi buruk??”

Aku membuka kelopak mataku dan mendapati sepasang bolamata besarnya menatapku dengan sorot khawatir.

  Juga, telapak tangannya yang menempel di dahiku. Terasa sangat hangat,

  Ia benar-benar gadis yang lembut..

   “Aku tidak apa-apa, jangan memperlakukanku seperti orang sakit…” kataku asal.

Ia mendekatkan wajahnya. Kebiasaan bodoh yang selalu ia tunjukkan jika tidak mempercayai seseorang,

   “Benar??”

  ‘”Iya!” aku memukul keningnya.

 Ia tersenyum,

  “benarkah??”

   “Sudahlah! Kau pergi sana! Aku ingin istirahat!”

   “Oh.. aku pulang ya?”  tanyanya ragu. Dan itu membuatku teringat akan sesuatu,

   “Hei! Sini dulu!” panggilku seraya mengibaskan tangan.

Yoona mendekat dan menatapku antusias,

   “Pulanglah dari belakang… aku tidak mau ayahku ataupun pamanku melihatmu ..” kataku singkat dan kembali memutar tubuhku kearah samping. Bersiap untuk tidur lagi di sofa ini,

Tapi.. sesuatu terjadi bersamaan dengan kalimat bernada rendah yang Yoona lontarkan,

   “Aku..ingin bertemu MinHo Oppa…” katanya lemah.

Jantungku berdetak kencang..

Aku terdiam sejenak. Menyesuaikan hatiku dengan kata-kata yang ingin kuucapkan,

   “Aku tidak mengijinkanmu menemui dia jika hanya untuk hal-hal yang tak penting…”

   “Tapi… Aku hanya mau bicara sebentar saja dengannya, hanya 1, ah 2 menit… hanya 2 menit.. kumohon ijinkan aku…”

   “Apa kau sudah lupa dengan kata-kataku di café waktu itu??”

Aku mengepalkan jari-jariku yang bergetar karena marah. Ia tak menjawab dan itu membuatku gelisah..

  Aku takut…

  Kehilangan gadis ini..

Setelah ibuku, ayahku, aku tidak akan membiarkan Yoona direbut olehnya… CHOI MINHO!! Awas kau…

 

   “Apa… apa ChoiChoi menyukaiku?”

A-Apa??

Aku menyukainya??

  Aku, yang ingin menguasainya hanya untuk membuat Kakakku sendiri menderita, ini menyukai seorang Im Yoona??

Im Yoona yang bodoh ini???

Aku tertawa keras,

   “Kau sama sekali bukan tipe ku… Kau sangat kekanakkan. Cepat sana pulang!”

  “Tidak mau… aku ingin bertemu MinHo Oppa…”

   “KAU SUNGGUH KERAS KEPALA!!! PULANG ATAU AKU AKAN MENYERETMU??!!”

   “Tidak!”

   “Kau mulai melawanku sekarang Im Yoona….” aku beranjak bangkit dan itu membuatnya tampak takut,

   “A,aku… aku hanya ingin mengembalikan buku yang ku pinjam…” ia merosot jatuh di lantai setelah membuatku terpana dengan ekspresi ketakutannya,

Aku berdiri di depannya dan menyodorkan tanganku,

   “Mana bukunya??” Ia menunduk dan menggeleng takut,

   “Berikan padaku!!”

Tak sabar, aku merebut tas punggungnya dan menjatuhkan semua isinya hingga aku menemukan sebuah buku tebal yang terlihat seperti buku dongeng yang bergambar..

   Apalagi ketika melihat judul bukunya, aku serasa ingin tertawa seperti orang gila sekarang ini..

Buku apa ini?? kekanakkan! Konyol!

   “Aku tahu, ChoiChoi ingin meledekku lagi kan??” aku menatapnya sekilas,

  Mendadak aura di sekitarnya berubah drastis,

   “ChoiChoi selalu begini, meledekku dan mengatakanku anak TK.. kekanakkan.. bodoh.. lalu membentakku…” Yoona menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

  Ia bersiap menngis… aku tahu itu,

     “Aku juga tidak mau begini! Aku mau terlihat dewasa seperti orang-orang seusiaku.. aku mau dipanggil dengan nama, bukan dengan panggilan ‘adik’… Aku tidak mau terlihat muda!! Aku tidak mau terlihat seperti anak bodoh….” Lalu ia menangis kencang,

  “Yoona.. sudahlah, jangan menangis…”

   “Bagaimana aku bisa berhenti menangis?? ChoiChoi yang membuatku menangis!” ceplosnya polos.

Yah, sepertinya menghilangkan kesan ‘gadis polos’ darinya akan sangat sulit.. lihat saja dari cara bicaranya!

   “Lalu kau mau aku melakukan apa?? Menari di jalanan raya dan membuat orang-orang menyangkaku orang gila?” tanyaku kesal,

Ia tak kunjung berhenti menangis.

   “Baiklah, baiklah, kau ingin apa? Aku akan mengabulkannya…” aku berjongkok menyeimbangkan tinggiku dengannya.

Sukses! Ia mendongak dan menghapus bulir-bulir bening itu dari wajahnya,

   Kemudian ia berbicara sambil sesenggukan,

   “Aku ingin menjadi wanita dewasa….” Oh sungguh! Aku ingin tertawa saat mendengarnya..

 Tapi tidak sekarang, bisa-bisa gadis ini menangis lagi..

   “Iya, iya…” jawabku singkat,

   “Dan jangan membentakku…” sambungnya pelan.

Aku menekuk wajah,

   “Kau ini benar-benar….merepotkan…”

 

To Be Continued

20 thoughts on “[FF] The Cup Of Love Chapter 5

  1. yoona itu polosnya ke polosan banget ya, semoga bisa jadi wanita dewasa dn siwon mau ngakuin kalo dy cinta sama yoona, next author🙂 gomawo

    Suka

  2. Kok jahat cih wonppa kacian yoona tu!:( tp terlalu polos jg cih yoonax kdang sdikit jengkel ma tingkahx, cb donk bikin yoona agak dewasa dikit biar wonppa g kyk gto sikapx n sadar klo beneran cinta ma yoona bukan cm tuk balas dendam :^)

    Suka

  3. Heeeehh ternyata cuma mimpi, 😪
    Aku kira yoona bener-bener nikah sama minho,,

    Siwon beneran suka tuh sama yoona ampe dia bilang semua yang ada di diri yoona hanya miliknya,,

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s