[FF] An Innocent Dignity Chapter 6

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

An Innocent Dignity..

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

Title: An Innocent Dignity Chapter 6

Genre : Romance, Family

Pairings: YoonHae (YoonA & DongHae)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as herself

– Lee DongHae ‘Super Junior’ as himself

Support Cast:

– Im Seulong ’2AM’ as YoonA’s father

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Lenght: Chapter

OST:

– Kim SungGyu : 60 Seconds

– Infinite : Man In Love

Note:

  Chapter 6 is appear… agak terkejut dengan beberapa tebakan reader soal pria yang muncul di chap sebelumnya.. kekeke🙂

Dan setelah Chap ini muncul, selamat untuk yg tebakannya tepat atau yang agak menyinggung ke situ😀😄

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ An Innocent Dignity Chapter 6 ~

   “Yoona adalah milikku.. dia tidak mungkin tertarik pada lelaki sepertimu…”

   “Oppa!!” Yoona menendang sepatu pria itu dengan kerasnya. Wajahnya sudah memerah karena kesal,

 Sukses! Sosok asing bagi Donghae itu mengaduh keras sambil memegangi kakinya.

Yah.. walaupun Donghae merasa agak marah mendengar kata-kata pria itu beberapa detik yang lalu. Tapi toh, Yoona sudah menendang sepatunya!

  Setidaknya dendamnya terbalaskan,

   “Kau menggelikan Oppa! Berhenti bersikap menjijikkan begitu atau aku akan menendangmu lagi!!” Yoona berteriak kesal. Ia tak peduli lagi dengan tatapan orang-orang padanya.

  Yang jelas.. Gadis itu hanya tak mampu menahan rasa malunya. Sudah sejak kecil, pria  bernama lengkap Xi LuHan itu bersikap berlebihan padanya, dan terkadang membuat Yoona malu berat.

Memang tidak ada yang tahu. Bahkan ayahnya sekalipun tidak mengetahuinya, jika pria ini memiliki ikatan yang sangat kuat dengannya. Ikatan keluarga yang kuat, Yah.. Yoona sendiri sudah menganggapnya Kakak sendiri.

Pria keturunan Taiwan itu memang selalu begitu,

  Yoona kadang merasa sebal padanya.

Terutama pada penyakit ‘Pecinta adik’ yang telah diidap Luhan sejak lama sekali. Rasanya penyakit itu semakin bertambah parah jika melihat kelakuannya yang sekarang ini..

   “Ayo Donghae.. kita pergi saja!” Gadis itu buru-buru menarik tangan Donghae yang langsung di setujui oleh pria itu,

   “Lari?” Donghae diam-diam tersenyum lega.

Sesuatu yang patut ia syukuri, karena Yoona tidak menatap pria asing itu seperti saat sedang menatapnya.

 Ya. Tatapan berbinar imutnya. Ia sangat bersyukur,

  Yoona terbukti sangat jujur padanya.. jika hanya dirinya yang dicintai oleh gadis itu, hanya dirinya..

   “Iya, kita harus lari.. orang gila itu sungguh keras kepa… Waah!!” Yoona berteriak kaget.

  Donghae tiba-tiba berlari lebih cepat darinya. Dan Yoona yang memegangi tangannya, otomatis ikut tertarik.

   “Ini adalah kencan yang paling menyenangkan!!”

Yoona memukul lengan Donghae ketika pria itu berteriak kencang dan mengundang bisik-bisik aneh para pejalan kaki. Lelaki itu hanya menanggapinya dengan tertawa- tawa,

  Dia sungguh terlihat polos..

Ah, lebih tepatnya cara tertawanya itu..

 Kenapa Yoona bisa menyukai seorang pria yang bahkan belum pernah menyatakan cinta padanya??

  Kenapa bisa??

Ah, Yoona sendiri bahkan tidak mengerti dengan dirinya…

~ An Innocent Dignity ~

   “Jangan tertidur waktu didalam!” Donghae menyodorkan selembar karcis masuk Planetarium pada Yoona. Dan jangan lupa dengan cengiran jahilnya,

   “Aku tidak akan ketiduran!!” protes Yoona,

  Kenapa laki-laki ini senang sekali meledeknya??

Dan saat Yoona ingin membalas ledekannya, Donghae telah terlebih dahulu mendahuluinya,

   “Aku juga tidak akan ketiduran..”

 Yoona lupa satu hal, Donghae kan bisa membaca pikiran.

Ia mengutuk dirinya sendiri.

  Kenapa Tuhan tidak memberikannya kemampuan seperti punya Donghae??

   “Tidak boleh…” Lelaki itu memegangi puncak kepalanya,

  “Kalau kau sama sepertiku, kan tidak seru… Seharusnya lelaki dan wanita itu saling melengkapi…”

Yoona terlihat agak kaget waktu mendengarnya. Sorot matanya berubah drastis,

  Agaknya ia merasa sedikit sedih.. Donghae dapat melihatnya dengan jelas dari tatapan mata itu,

 Jadi.. Donghae segera menggenggam tangannya,

   “Nanti.. waktu didalam, kau boleh menceritakan apapun padaku…” katanya lembut.

 Yoona menatapnya dalam. Dan saat Donghae mengayunkan genggaman tangan mereka, Yoona tersenyum tipis.

  “Mau masuk?”

  “Iya…”

   “Jangan ketiduran ya??” Donghae tertawa kecil.

Yoona hanya tersenyum,

   “Tidak akan..”

 

 

And..

  The Diary of Yoona…

Is begin..

 

  Aku memang selalu memiliki kisah kelam.

Dan sesungguhnya aku tak terlalu suka mengingatnya..

Aku tidak begitu menyukai masa laluku, baik itu tentang keluargaku, ataupun tentang… mantan pacarku.

  Tahukah kalian? Hal itu sungguh sangat menyakitkan..

Dan rasa sakit itu selalu hadir saat mimpi-mimpi burukku..

Aku tidak pernah melupakan bagaimana rasanya..

Rasa itu sama sedihnya, sama sakitnya… seperti saat mengetahui jika aku bukanlah anak kandung keluarga Kim.

  Keluarga yang telah merawatku hingga aku duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.

Aku merasa.. sendirian waktu itu. Aku merasa dibohongi..

  Tapi..Luhan, anak laki-laki yang sudah kuanggap Kakak sendiri serta bernasib sama sepertiku, selalu menggenggam tanganku dan menyemangatiku..

Dia.. adalah penunjuk jalanku saat aku tersesat dan tak tahu harus kemana..

Dia.. adalah matahari yang selalu melindungiku..

 

   Aku sangat menyayanginya melebihi apapun.

Aku tidak mau terpisah walau semenitpun darinya. Aku selalu menuruti apapun yang ia katakan..

  Sampai pada suatu hari..

Aku melihat LuHan datang padaku sambil menangis, sesuatu yang jarang sekali ia lakukan di hadapanku. Ia mengatakan sesuatu yang membuatku shock..

  Lalu…..

 

Kami kabur dari rumah..

 

 Aku sempat ragu dengan langkah yang kami ambil ini, namun LuHan meyakinkanku, jika ia akan akan membawaku ke tempat orangtua kandungku. Jika ia akan selalu bersamaku,

  Dia akan selalu melindungiku..

Aku sangat mempercayainya hingga akupun mengikuti genggaman tangannya yang selalu terasa hangat.

  Meski setelah itu kami selalu mendapat masalah. Entah itu karena udara dingin yang terasa menusuk kulit saat malam tiba, terik panas matahari yang begitu menyengat saat tengah hari, rasa lapar yang hampir membunuh, sampai orang-orang jalanan yang ingin berbuat jahat.

Yah, sejauh itu kami selalu menghadapinya bersama. Ia juga pernah mengatakan kalimat yang selalu aku ingat,

  “Seorang Laki-laki dan perempuan seharusnya saling melengkapi, saat perempuan tidak bisa melakukan sesuatu hal, maka laki-laki itu harus melakukannya… seperti melindunginya, atau menjaganya dari orang-orang jahat…”

Tapi…

  Hari itu. Hari dimana aku terkena demam tinggi..

Luhan terlihat sangat cemas. Ia menanyaiku hampir setiap detik,

  “Rasanya bagaimana?? Sakit? Dingin??” begitulah pertanyaan yang selalu ia ajukan.

Lalu, ia mengatakan akan mencarikan obat dan dia meninggalkanku di hutan, tepat dibawah pohon besar yang tak begitu kuingat bentuknya. Juga api unggun yang berada tak jauh dari tempatku tergeletak,

  Aku menunggunya… berjam-jam aku ber do’a untuk keselamatannya…

Tapi,

 Ia tak kunjung kembali..

  Sesuatu yang ada disisiku menghilang bersama dengan kepergiannya..

 

Kemudian.. seorang anak laki-laki berpakaian aneh menemukanku.

  Dia memanggil orangtuanya dan membawaku bersama mereka..

Dan semenjak tinggal bersama mereka, aku merasa menemukan hidupku kembali..

 Tahun demi tahun berlalu dan aku mulai mencintai pria itu. Sampai pada puncak kebahagiaanku, saat pria itu, pria yang dulu menemukanku, mengatakan bahwa ia akan segera melamarku..

  Saat itu, aku begitu senang sampai tak tahu harus berkata apa lagi..

 

Namun.. satu hari sebelum acara pelamaran..

  Dia meneleponku dan mengatakan akan berburu dengan ayahnya. Dia juga akan membawakan beberapa ekor rusa sebagai hadiah untukku.

Aku hanya bisa menyetujuinya..

 

 Aku tidak tahu keputusan itu malah membuahkan kenyataan pahit untukku..

Aku menyesalinya.. sungguh sangat menyesal..

Tapi semuanya telah terlambat..

  Aku yang bodoh ini hanya bisa menangis, ketika mendengar kabar jika Dia,… telah tewas saat berburu..

  Orang yang sangat kucintai, orang yang kusayangi kedua selain LuHan, dia pergi meninggalkanku dan tak akan pernah kembali..

  Cintaku.. dia pergi,,

 

 Satu tahun setelah itu, LuHan kembali muncul didepanku dan mengatakan jika dia sudah menemukan orangtua kandungku. Yaitu Im Seulong..

  Aku pun memutuskan untuk pergi dari kota itu..

  Dan tinggal dengan ayahku..

Dikota dingin ini.. dengan kenangan-kenangan pahit yang selalu menghantui… dengan ribuan mimpi-mimpi buruk..

  Juga dengan ribuan harapan semu…

Aku menemukanmu..

  Diantara segala keanehanmu, Lee Donghae..

 

To Be Continued..

17 thoughts on “[FF] An Innocent Dignity Chapter 6

  1. annyeong ^^
    aku reader baru di sini.. bangapta..

    mian juga commentnya aku rapel di part ini..
    ceritanya seru bgt.. kasian sama yoong eonni yg selalu ngerasa kesepian, tp untungnya udah ada hae oppa^^ semoga luhan oppa gak mengganggu hubungan yoonhae ya.. luhan oppa sama aku aja, aku rela kok hehehe ^^

    author MN.. HWAITING!! ^^

    Suka

  2. Kok mantannya yoona gk disebutin sih namanya.. Sumpah penasaran bgt..
    Dan ternyata luhan bukan kakak kandung yoona toh, tp knpa protective bgt..

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s