[FF] ORB Chapter 4

ORB..

ORB Poster

Title: ORB Chapter 4

Genre : Romance, Fantasy, Mystery

Pairings: YoonWon (YoonA & Siwon)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Choi Siwon ‘Super Junior’ as Choi Siwon

Support Cast:

– Random Member EXO

Lenght: Chapter

OST:

– EXO : Wolf

Note:

 Jumpa lagi di chapter2 ORB.. kekeke ^^😄

 

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

~ ORB Chapter 4 ~

  Ditengah gelapnya malam dan heningnya ruangan itu, Choi Siwon membenarkan posisi bantalnya. Ia sama sekali tak bisa memejamkan matanya barang sedetik pun. Sungguh tak bisa. Kelopak matanya seakan melawannya jika ia hendak melakukannya.

Apalagi kepalanya. Pikirannya selalu saja penuh dengan rencana-rencana melenyapkan ‘setan’ parasit yang selalu membuatnya marah sendiri.

  Dan saat Siwon mencoba menggerakkan kakinya sekedar untuk memastikan apakah masih sakit atau tidak, Ia mendengar suara derit pintu terbuka. Serbuan angin mendadak menghantam Siwon hingga pria itu hampir terjengkang dari tempat tidurnya,

   “Aku menemukannya Lay!” Siwon menoleh kearahnya. Lelaki yang tiba-tiba muncul di ambang pintu itu berteriak heboh memekakkan telinga,

   “Lay! Hei, aku menemukannya!” laki-laki itu mencari sosok bernama Lay hingga ke toilet bahkan ke kolong tempat tidur,

   “Dia tak ada disini..” Laki-laki itu memandang kearah Siwon sambil mengerutkan kening.

   “Hei, kau siapa??” tanyanya ketus. Entah merasa jengkel atau apa, yang jelas ia menatap Siwon tak suka,

   “Aku yang seharusnya bertanya, kau siapa?? Dan apa maksudmu mengucapkan kalimat ‘aku menemukannya’??” Siwon malah balik bertanya dengan tampang ‘poker face’ menirunya.

 Sang pemilik ‘Real Poker Face’ itu pun mendekat. Lalu tertawa tanpa alasan.

  Dakk.. Dakk..

  Bunyi langkah kaki yang terdengar amat berat sontak membuat sang maknae EXO berhenti tertawa. Tahu kan?? Dia, Oh SeHun. Sang maknae yang agak hyperaktif plus bumbu-bumbu polos yang mewarnainya,

   “KyungSoo!” SeHun melambai pada si langkah berat. Memang benar, langkahnya terlihat sangat, sangat berat. Siwon saja sampai menyangka dirinya sudah gila ketika melihat lantai yang dipijak lelaki itu retak dalam seketika.

  Pria itu memandang kearah Siwon kemudian menelengkan kepalanya pada SeHun,

   “Bukankah ‘dia’ orang yang dimaksud SuHo??” tanyanya sambil menunjuk muka Siwon.

SeHun mengangguk pasti,

   “Hei apa maksudmu?” Siwon memandangnya tajam. Merasa seperti satu-satunya orang yang tak tahu arah pembicaraan mereka,

   “Apa dia tak tahu??” KyungSoo malah bertanya pada SeHun dan mengabaikannya,

   “Sepertinya tidak…” SeHun menjawabnya cepat,

   “Apa kita harus menjelaskannya?”

   “Sepertinya iya..”

   “Kenapa kau selalu menjawab dengan kata ‘sepertinya’?? apa LuHan tak mengajarimu kosa kata mandarin??” KyungSoo mendengus sebal,

   “Apa hubungannya dengan kosa kata Mandarin? Aku orang Korea!”

#Ngelantur.Jawa.com :p

 

   “Hei.. kalian menghancurkan mood seram FF ini bodoh!!” sosok pria berambut blonde meneriaki mereka dari atap.

 Benar, dari atap! Oh lebih tepatnya berdiri di atas atap!

   “Jangan sampai Kris membuat kalian berdua jadi abu, berisik sekali…” kesalnya sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

KyungSoo langsung merubah ekspresinya. Ia mengambil sebuah buku dari dalam tas ranselnya.

  Dan meletakkannya tepat di depan Siwon.

   “Apa.. ini?” Siwon mengernyit heran.

KyungSoo tak menjawab. Ia menarik tangan Siwon dan meletakkan telapak tangan besar Siwon di sampul buku itu.

  Siwon tersentak kaget. Mendadak tangannya berlumuran darah. Ini jelas bukan darah yang keluar dari telapak tangannya, tapi  Siwon bisa merasakan sesuatu di organ dalam tubuhnya berdenyut kencang.

   “Benar… tak salah lagi..” KyungSoo menggumam sendiri. Memancing rasa penasaran dari Siwon,

   “Apa? Apa maksudnya??”

 KyungSoo menepukkan kedua belah tangannya mengisyaratkan sesuatu pada dua orang yang ber status sama sepertinya.

Benar saja, LuHan menggerakkan tangannya kearah atas. Bersamaan dengan itu, KyungSoo tiba-tiba sudah berada di atas. Melayang diudara,

   “Choi Siwon lihatlah… gadis itu sekarang tengah pingsan disini…” KyungSoo menunjuk petak kecil di dalam ‘peta melayang’ yang ia buat dengan pasir,

   “Tapi itu tak akan lama. Dia pasti akan sadar dan akan memburu orang lain untuk menghidupkan ‘refleksi’nya, sementara itu kau harus mencari kunci di daerah….. sini…” dia meletakkan jari telunjuknya pada sebuah gambar air terjun di sebelah utara peta itu,

  Siwon menggerakkan tangannya seakan ingin menyentuh peta melayang itu,

   “Apa.. aku adalah salah satu orang yang ia buru??” tanyanya sendu,

   “Benar, kau hanya harus menemukan sebuah kunci berbentuk aneh yang ada di tempat itu. Letak persisnya aku tidak tahu, tapi aku akan mencoba mencari tahu dan akan segera memberitahumu jika kau sudah sampai disana… Kami akan mencoba mengirimkan telepathy dari sini, karena kami tak bisa masuk untuk menemanimu….”

   “Aku…  bisa?”

   “Ya..SeHun sudah membuat gadis itu tertidur, dan LuHan akan membukakan pintu masuk kedalam mimpinya. Didalam air terjun itu terdapat ‘Hawa Merah’ yang tidak kuketahui berasal dari makhluk apa itu, tapi yang jelas setelah mendapatkan kuncinya, segeralah meneriakkan namamu sendiri di depan air terjun itu. Berusahalah dengan keras karena mungkin akan sedikit sulit…” KyungSoo tersenyum tipis,

   “Benar! Disitu banyak roh penasaran yang akan mencoba masuk kedalam tubuhmu…”  ceplos SeHun yang langsung mendapat jitakan keras dari LuHan.

  Siwon mendelik apalagi ketika mendengar suara geraman LuHan,

   “Kenapa kau beri tahu bodoh?!”

 

 Siwon memandangi cincin perak yang melingkar di jari manisnya. Ekspresinya tak dapat digambarkan,

   “Jika aku tak bisa meneriakkan namaku… apa aku akan mati??” tanyanya muram,

KyungSoo menatapnya datar,

   “Ya…”

Siwon terdiam sejenak,

   “Dan… ketika aku tak bisa meneriakkan namaku kemudian aku mati, apa yang akan kalian lakukan agar tetap bisa menyelamatkannya??”

 

   “Hanya ada satu cara yang terpikirkan olehku… saat tubuhmu telah tak bernyawa, maka roh ‘refleksi’ Yoona akan keluar dari tubuh Yoona dan akan datang padamu. Dan ketika itu terjadi, XiuMin akan membuat tempat itu membeku bersamaan dengan tubuhmu… dan juga ‘refleksi’ itu, dia akan ikut membeku…”

 Choi Siwon mengalihkan pandangannya kearah lain. Ia tak mengatakan sepatah katapun lagi,

   “apa… kau berubah pikiran??” LuHan angkat bicara. Khawatir dengan kondisi batin pria tegap itu,

   “Tidak…” Siwon menoleh dan tersenyum tipis,

   “Matipun aku rela jika demi YoonA….”

LuHan tertegun.

 

To Be Continued..

15 thoughts on “[FF] ORB Chapter 4

  1. jangan buat siwon pergi ninggalin yoona author pasti ada cara yg lebih baik lagi, siwon oppa bener” berjuang demi yoona

    Suka

  2. Ini FF yang sungguh membuatku penasaran sekaligus takut

    Aku baca FF ini seperti sedang membaca novel horor yang selalu ada dibayanganku
    sekarang apakah Siwon benar-benar akan menolong Yoona?

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s