[FF] An Innocent Dignity Chapter 2

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

An Innocent Dignity..

YoonHae ff poster An Innocent Dignity

Title: An Innocent Dignity Chapter 2

Genre : Romance

Pairings: YoonHae (YoonA & DongHae)

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as herself

– Lee DongHae ‘Super Junior’ as himself

Support Cast:

– Im Seulong ‘2AM’ as YoonA’s father

Lenght: Chapter

OST:

– B.A.P : Secret Love

Note:

 Mianhae buat para reader tercinta.. karena baru bisa publish chap 2 nya hehehe ^^

 Udah langsung aja ya?

Don’t forget to leave a comment ..

Happy Reading!! ^^

~~~~~~oOo~~~~~

 

~ An Innocent Dignity Chapter 2 : YoonHae – YoonA & DongHae ~

  Yoona memandangi langit-langit kamarnya. Ia tertegun, baru menyadari betapa damainya jika menatapnya begini. Warna biru yang ada disitu begitu menenangkan hati. Sungguh sangat berbeda rasanya saat jika ia melihatnya sehabis bangun tidur.

Ia memutar badan menghadap ke samping. Lalu berputar lagi menjadi terlentang. Yoona tertawa sendiri. Kemudian mengulanginya hingga berulang kali.

  Yoona tak peduli biarpun ia dikatakan orang gila karena tingkahnya itu. Toh siapa yang tahu? Tidak ada siapapun dikamarnya kecuali dirinya sendiri.

   “Ayah…” Yoona baru menyadari satu hal. Sedari tadi, tepatnya semenjak ia pulang tadi. Ia tak melihat Seulong dimanapun, termasuk di ruang tamu dimana pria itu sering mendengkur atau berteriak ketika tim sepakbola favoritnya kalah bertanding.

  Oh sungguh. Terkadang Yoona sempat berpikir untuk tidak memikirkan ayahnya semenit saja. Ia memang bukan anak yang baik, dirinya sendiri mengakui hal itu.

   “Lapar…” Yoona menggumam sendiri. Ia segera beranjak bangkit. Mencari beberapa uang kertas di balik lipatan baju-bajunya dan berlari keluar setelah mendapatkannya,

  Apa yang ingin ia makan telah jelas bukan?? Kalau bukan pasta, gadis itu pasti akan mencari makanan alternatif yang mirip dengan pasta. Jawabannya adalah mie instan. Selain murah, makanan itu juga sangat mudah dibuat. Tidak serumit makanan lain. Juga tidak sesehat makanan lain.

  Im Yoona memiringkan wajahnya ketika melihat laki-laki yang merasa dikenalnya berada dalam toko yang ingin ia masuki. Meski dengan hati aneh gadis itu tetap menegurnya,

   “Annyeong Donghae-ssi..” laki-laki itu menoleh. Pria berkacamata itu tampak sama seperti yang tadi pagi. Dengan baju yang sama, ekspresi yang sama dan senyum yang sama,

  “Annyeong…”

 Yoona tersenyum kearah ahjumma penjaga toko kemudian membayar barang belanjaannya dengan cepat di kasir.

   “Mie instan??” Lee Donghae membenarkan posisi kacamatanya yang agak melorot. Ekspresinya masih seaneh yang Yoona tahu,

   “Begitulah..” Yoona tersenyum  tipis seraya mengangkat kantong plastik hitam ditangannya.

  “Apa ibumu tak marah melihatmu selalu makan makanan seperti itu terus?? Pasta.. Mie instan… dan pasta lagi..”

Mendengar itu, Yoona sempat terdiam sejenak.

   “Ibuku sudah meninggal.. ayahku juga selalu sibuk dengan pekerjaannya. Kau tahu? Aku tak bisa memasak makanan lain selain mie instan..” Yoona tertawa sendiri.

   “Aku sempat berpikir jika sebaiknya aku masuk sekolah memasak saja…”

“Kurasa itu ide buruk..” Donghae menambahkan dengan cepat. Dia mengetukkan ujung sepatunya ke jalanan. Karena merasa tak nyaman dengan ukurannya yang lebih besar dari ukuran kakinya.

   “Masuk ke tempat itu belum tentu bisa memasak. Contohnya saja kakak laki-laki ku. Dia ikut kelas memasak. Tapi seringkali menghancurkan dapur, sampai ibuku memarahinya dan menyuruhnya cepat-cepat masuk wamil..”

   “Enaknya punya kakak, aku juga ingin punya kakak..” Yoona tertawa sekali lagi. Itu adalah hal yang paling mustahil terjadi, mengingat dirinya adalah anak tunggal. Tapi tak ada salahnya khan jika berharap??

 Mungkin saja ayahnya akan mengangkat seorang anak untuk menjadi saudaranya..

   “Tidak enak!!” lelaki itu kini mengibaskan telapak tangannya,

   “Selalu diperintah inilah, itulah. Apa yang disuruh padanya selalu saja ditimpahkannya padaku.. kakak menyebalkan…” donghae menendang kaleng softdrink kosong yang ada di depannya.

Yoona terbelalak “DongHae! Sepatumu! Sepatumu terbang!!” ia menunjuk-nunjuk sepatu malang yang terlempar jauh bersamaan dengan kaleng tadi.

  “Gawat!” donghae sendiri tak kalah paniknya dengan Yoona. ia mengejarnya. Tak mau kehilangan sepatu pemberian mendiang ayahnya itu.

  “Yah.. jatuh ke got…” gadis itu menatap Donghae dengan sorot mata kasihan. Sepatunya benar-benar penuh warna hitam dan bau sekarang. Walaupun begitu lelaki itu tetap mengambilnya tanpa rasa jijik sedikit pun.

   “Tak usah khawatir. Ini hanya sepatu, lagipula aku akan mencucinya nanti…” Yoona kembali menatapnya. Namun kali ini dengan sorot mata datar,

   “Bukan bermaksud ikut campur. Tapi sepertinya sepatu itu benda yang berharga bagimu ya?? Kau terlihat panik tadi, maaf karena membuatnya jadi begitu…”

   “Ini bukan salahmu kok…” Donghae memasukkan sebelah sepatunya yang masuk got tadi kedalam plastik hitam. Kemudian menentengnya pasrah,

   “Maaf, kalau saja aku tidak mengoceh dan membuatmu bercerita. Pasti sepatu iu tidak akan begini…” donghae tak menggubrisnya. Ia hanya berjalan lurus kedepan,

   “DongHae!!”

   “Apa??!” dengan sedikit berteriak Donghae memutar badannnya.

   “Aku juga sama khan??”

  Laki-laki itu terperangah sendiri. Bukan karena Yoona, tapi karena kelakuan yeoja itu. Bayangkan! Yoona sengaja menceburkan sebelah sepatunya ke dalam got dan melakukan hal yang sama seperti yang Donghae lakukan. Memasukkannya kedalam plastik hitam yang tadinya berisi mie instan. Menentengnya, lalu berjalan dengan sebelah sepatu.

 Dan mie instan itu??? Yoona yang ‘kejam’ telah menelantarkan mereka di tengah jalan..

   “Kau kurang kerjaan ya?”  Tanya Donghae tak bisa menahan rasa ingin tertawanya. Baru pertama kali ia melihat wanita segila dirinya, oh atau bahkan lebih darinya.

   “Aku memang kurang kerjaan, makanya berikan aku pekerjaan…”

   “hei, kau pikir aku ahjussi penjaga toko??”

   “Tidak sih, tapi mirip…kekeke…” yoona tertawa tak kalah keras dengan suara klakson yang memekakkan telinga. Membuat Donghae mengerutkan kening,

   “Kau mau makan sushi??”

   “Ne??” Yoona tampak terkejut.

 Dia bilang apa tadi? Sushi? Apa Donghae mengajaknya makan sushi dengannya?? Tidak, tidak mungkin, ia pasti salah dengar.. 

   “Aku tanya, apa kau ingin makan sushi?? Kulihat kau sudah tak ingin makan mie instan…” Donghae menunjuk beberapa bungkus mie instan yang Yoona telantarkan tadi. Gadis itu membulatkan mata. Baru menyadari apa yang telah ia lakukan.

   “Mie ku!!!” Yoona hendak berlari kearah bungkusan itu namun Donghae dengan cepat menahan tangannya.

   “Aku akan bertanggung jawab.. nanti aku akan mentraktirmu makan pasta…”

   “Tidak mau… mie ku!!!,… eh apa kau bilang tadi? Pasta? Kau mau mentraktirku makan pasta??” Donghae tak menjawab. Ia hanya menjawabnya dengan menyeret gadis itu pergi,

   “katakan!  Katakan… benar khan??”

   “Iya….” Jawabnya malas

   “Donghae…”

   “Apalagi??”

   “aku ingin makan yang banyak….”

   “Terserahmu.. asal nanti malam kau tidak membatalkan acara nonton film kita hanya karena sakit perut..”

   “Jangan menakutiku! Aku tidak akan sakit perut…”

   “Pasti kau sakit perut…!” donghae memaksa.

   “Kau khan bukan dokter!”

   “Jadi kau meragukanku???”

   “Aku bukan meragukan, aku tidak yakin…”

   “Itu sama saja!”

 

 

To Be Continued..

Please… comment, comment ^^

14 thoughts on “[FF] An Innocent Dignity Chapter 2

  1. waduh waduh.
    Yoong makannya mie instan dan pasta? Pantes kurus (author MN : kayak loe kagak kurus aja)
    KKK~

    yoong bener” gila.
    Masukin sepatunya ke got.
    Aigoo -_- sadarkan eommaku ini ya Tuhan.

    Suka

  2. Wahhh..
    Yoonhae nya lucu deh..
    Donghae udh kayak peramal aja..
    Yakin bgt kalo yoona bakalan sakit perut
    Kalo kebanyakan makan pasta.

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s