[FF-3Shoot] Now, I Love You Part 3 -End (YoonHun – YoonA & SeHun)

Now, I Love You Part 3

YoonHun Yoona SeHun ff poster

Title: Now, I Love You Part 3

Author: MN

Genre: Romance

Main Cast:

– Im YoonA ‘SNSD’ as Im YoonA

– Oh Se Hun ‘EXO-K’ as Oh SeHun

Support Cast:

– Xi LuHan ‘EXO-M’ as Xi LuHan

Length: Three Shoot

Ost:

– One Direction – One Thing

Note:

  Don’t Be a Silent Reader please…..😥

Hargai lah Author dengan meninggalkan komentar… :D

Okay, Happy Reading!!

+++++++^_^+++++++

 ~ Author P.o.V ~

   Langit mendadak merubah warnanya tatkala sepasang mata dingin milik SeHun tepat membentur wajah sang Hyung, LuHan. Sejujurnya SeHun merasa bahagia dapat kembali melihat wajah itu, namun begitu ia mengingat kelakuan bejat LuHan. SeHun menepis semua rasa bahagia itu jauh-jauh,

   Sementara itu, LuHan sendiri sedang disibukkan dengan tatapan linglung Yoona. Berpikir kecil apa maksudnya,

   “Oh SeHun….”

Buaagggh

   Belum sempat LuHan menanyakan apa yang terjadi, semuanya langsung dipotong SeHun. Tentunya dengan bogeman mentah darinya. Sejurus dengan kejadian itu, Yoona menutup mulutnya shock. Ini pertama kalinya ia melihat SeHun memukul orang,

   “Bajingan kau Hyung!!!” jerit SeHun tak dapat menahan emosinya lagi. Namun LuHan masih menunjukkan wajah bingungnya.

   “SeHun!! Ada apa denganmu? Kenapa memukulku??!”

   “Alah! Kau jangan pura-pura tidak tahu!!” LuHan dengan sigap menahan tangan SeHun yang telah bersiap mendaratkan pukulan lagi diwajah baby-face nya. Lalu dengan keras, ia menendang perut SeHun hingga namja itu terhuyung kebelakang. LuHan segera bangkit kemudian membalas pukulan SeHun sebelum SeHun membalasnya lagi,

  SeHun terjatuh ketanah. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Tidak usah ditanya, SeHun kesal sekali..

 dengan bantuan tangan kanannya, ia menyokong tubuhnya agar berdiri tegak..

   “Hyung.. kau benar-benar tidak tahu malu!” cercahnya penuh amarah sementara ia berusaha memperjelas pandangannya.

   “Sebenarnya apa maksudmu hah?!! Kau menelpon tiba-tiba, marah-marah tidak jelas!! Menyebutku ‘bajingan’.. apa yang terjadi padamu?!” balas LuHan.

   “Arrgh! Kau jangan pura-pura bodoh Xi LuHan!!”

   “Arrgh!!” SeHun mengerang keras kesakitan saat serangannya barusan berhasil digagalkan oleh LuHan. Sekarang ia terkunci dengan kedua tangan ditekuk kebelakang, LuHan menggeram marah.

   “Kau kekanak-kanakan Oh SeHun!!!”

    “Kau yang kekanak-kanakan Hyung!! Dasar brengsek kau.. menghamili wanita tanpa mau bertanggung jawab!!”

   “Menghamili?? Siapa?”

   “Tidak usah pasang muka bodoh, siapa lagi kalau bukan dia! Im YoonA!!”

   “Apa??” tanyanya tidak percaya “Kau.. kau serius mengatakan ini??”

   “Kalau aku tidak serius, ngapain  aku memukulmu, setan!! Cepat lepaskan aku!”

   “Katakan! Apa kau benar-benar serius?? Yoona.. dia, dia hamil?? Anakku??”

   “apa maksudmu bertanya dengan nada seperti itu??? Arrrghhhh!” akhirnya kuncian itu terlepas juga. Dan SeHun berlari berusaha menghalangi LuHan mendekati yeoja itu.

   “Menjauh dari dia!!” teriak SeHun marah.

   Tapi terlambat, ia membeku seketika melihat adegan di depan matanya. Sekujur tubuhnya seakan lumpuh tak dapat ia gerakkan. Dan yang paling sakit adalah hatinya…

   Sehun marah, dan ia juga tak rela.

   “Turunkan! Turunkan aku!!” kedua tangan gadis itu bergerak memukuli LuHan , menyuruh namja berambut blonde yang tengah membopongnya itu agar menurunkannya,

   “Aku bilang turunkan!! Kau siapa sih??? Jangan seenaknya ya? Menggendong-gendong orang!” omel Yoona

   Alis namja itu  bertaut heran “Yoong.. aku LuHan.. kekasihmu..”

   “kekasih?? Aku? Kekasihmu? Kau bercanda! Aku ini adalah istri SeHun Oppa!” ceplosnya sambil terus mencoba turun. Luhan semakin bingung saja dibuatnya,

   Luhan menurunkan Yoona. Lalu memandangnya lekat-lekat. Kedua alisnya kembali bertaut, menyadari ada hal yang aneh pada yeoja didepannya,

   “Yoong…”

   “Jangan sentuh aku!” Yoona menepis tangan LuHan. Ia berbalik mencari sosok SeHun, namun orang itu malah terlihat tengah berjalan gontai meninggalkan tempat itu,

     Cepat-cepat dia menyusul langkah gontai SeHun. Setelah dekat, Yoona menahan lengan nya,

   “O-Oppa… kenapa meninggalkanku??” tuntutnya.

   SeHun mendesah kecil “Yoon….”

   “Bukankah kita akan pulang?? Kajja Oppa, kita pulang….”

   Tidak tahu harus berkata apa ataupun berbuat apapun. Sehun menuruti tarikan tangan YoonA.

   “Tunggu!” tapi yang terjadi malah semakin mengacaukan mood SeHun.

   SeHun mengutuk dirinya sendiri karena kebohongannya selama ini. Dia tidak mau Yoona mengetahui semuanya dan akhirnya membencinya. SeHun ingat sekali, ketidaksukaan yeoja itu akan yang namanya ‘kebohongan’ dapat mengacaukan hubungannya. Ia jadi khawatir sendiri..

   “Yoong-Ah!.. kenapa kau mengikuti dia?? Kau khan kekasihku!” LuHan memprotes,

   “Aku bukan kekasihmu! Sudah kukatakan, aku ini istrinya Oh SeHun!!”

   “Aniya! Kau ngelindur Yoong!!”

   “Aisssh.. pergilah! Jangan main-main denganku! Walaupun aku hilang ingatan tapi mana mungkin aku kekasihmu, sedangkan aku sudah bersuami…”

********

~SeHun P.o.V ~

   Dia, tatapan matanya terlihat kesal melawani setiap penjelasan LuHan Hyung. Disatu sisi aku senang melihatnya aktif begini, namun disatu sisi lagi.. kegelisahan masih menyelimuti hatiku.

   Aku takut Yoona akan kecewa padaku, aku sama sekali tidak dapat membayangkannya..

   “Aniyo!! Lepaskan aku!! Lepas! Dasar kurang ajar!!” amarahku meledak sempurna ketika aku mendapati lelaki itu dengan seenaknya memeluk yeoja yang kusukai.

   “Lepaskan dia Hyung!!”

   “Tidak!!” bukannya melepaskannya. Ia malah semakin menjadi-jadi, sialan!!

   “kau Oh SeHun! Berani sekali menyatakan bahwa dia adalah istrimu! Cihh.. tidak kusangka, kau sungguh seorang pengerat…”

   “Kau tidak sadar Hyung!!” balasku tak kalah kasar “Siapa yang sebenarnya diantara kita, kau seharusnya sadar!!”

   “Apa kau bilang??” dia bertanya dengan nada meninggi,

   “Yah, kau seharusnya sadar!! Siapa disini yang meniduri wanita, kabur keluar negeri, dan tiba-tiba pulang saat……..”

   “DIAM KAU!!!”

   “Kau yang diam Hyung!!! Jangan seenak dirimu saja!”

LuHan Hyung tampak marah sekali. Aku melanjutkan cemohanku,

   “Kau bisa menebak sendiri khan Hyung?? Siapa yang pengerat disini??” aku mendorongnya kasar hingga Hyung terseret beberapa meter dari Yoona,

   “Aku tegaskan Hyung,, jangan dekati Yoona.. atau aku akan membunuhmu…..”

   “Berani kau melakukan itu??!!”

   “Yeah kau tahu khan bagaimana diriku??” kataku sambil tersenyum jahat “Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu kesenanganku……. So, kau paham khan Hyung ku tersayang??”

Aku tersenyum jahat setelah puas membuatnya tunduk dengan ku “Awas kau….”

   “Ayo YoonA…. Pulang…” kataku.

   “Ah Ne Oppa…”

 

~~~~~~~

   Entah kenapa aku jadi merasa amat bersalah padanya, pada YoonA tentunya… perasaan ini benar-benar menyiksaku. Kalau dipikir-pikir bagaimana pun juga yang sebenarnya seorang pengerat itu tidak lain tak bukan adalah diriku sendiri..

   Membohonginya, merebutnya, dan mencintainya.. ahh, aku memang sudah keterlaluan. Ditambah lagi tadi aku menghajarnya, lelaki yang mungkin disukai Yoona..

   “Oppaaaa….” Panggilan khasnya kembali datang. Aku menoleh. Kulihat ia datang dengan wajah… yang sangat ceria. Baju ‘kodok’ yang dikenakannya sungguh sangat sesuai dengan wajahnya, smart and cute.

   “Oppa lagi mikirin apa lagi sih??” tanyanya setelah mengambil tempat duduk tepat disampingku,

   “Tidak ada…” kupandangi wajahnya sambil tersenyum pasti,

   “Oppa bohong deh! Ketahuan dari muka loh!!” dia tersenyum lebar “Kebanyakan berpikir nanti bisa botak oppa!”

   “Eh??” terpengaruh, aku memegangi kepalaku. Tak terbayang jika penampilanku tanpa rambut,,,😥

   “Tuh khan… ketahuan!! Oppa ini suka sekali bohong!!!” dengusnya kesal.

Aku terdiam,

   “Oppa!!” Yoona kembali mengejutkanku “Oppa lihat deh!! Aku membeli banyak tissue!” katanya riang,

   Aku mengernyit. Mataku menyipit berusaha meneliti ekspresinya yang serius,

   “Tissue?? Untuk apa?”

   “Yah, untuk luka yang kubuat… aku tidak mau membuat baju Oppa penuh dengan noda darah ku, jadi aku akan membawa kotak tissue ini kemanapun aku pergi.. supaya tidak merepotkan Oppa lagi…”

   “Kau.. jadi, kau mau..”

   “Ne.. aku akan mandiri.. aku tidak mau terlalu bergantung padamu Oppa…”

Brakkkkk

   Karena kesal, aku menggebrak meja dengan keras yang membuatnya kaget dengan wajah polosnya,

   “O-Oppa…” tidak kupedulikan panggilannya, aku berlari pergi..

   Yah, aku harus berlari dari bayangannya, bayangan wajahnya yang membuatku serasa ingin memilikinya.. saat menatapnya, semua bayangan itu.. aku tidak mau ingat lagi!!!

*******

 ~ YoonA P.o.V~

   Aku tidak mengerti..

   Aku benar-benar tidak mengerti dengannya..

  Apa aku salah?? Apa aku salah berkata seperti tadi??

   Tuhan.. kenapa hidupku menjadi begini??  Tolonglah, aku ingin mengerti perasaan SeHun Oppa. Kerena selama ini, selama ini hanya dia… hanya dia yang mengerti aku.

Keinginanku, kemarahanku, dan rasa sakit yang kualami. Dia sangat paham semua tentang diriku..

    Sedangkan aku.. aku tidak pernah tahu apapun tentang dia. Bahkan hal-hal kecil seperti keluarganya, makanan kesukaannya, ataupun hobby nya..

  right! I really want to know!

 

*******

 ~ Author P.o.V~

   “Aku pulang…” SeHun pulang dengan wajah kusut. Dan semakin kusut saat ia menyadari seruannya sama sekali tak berbalas.

  Kemana dia, batin SeHun

SeHun muram. Ia hanya terduduk diam diatas meja makan, memandangi teko teh di depannya dengan wajah datar. Tak bersemangat,

   “Oppa sudah pulang??”

   “Ne…” jawabnya singkat tanpa mengalihkan perhatiannya kearah suara  manis itu.

   “Oppa… jangan marah, aku minta maaf kalau tadi aku bicara salah..”

   “Siapa yang marah?? Aku hanya ingin memukul meja tadi..” SeHun tetap cuek.

Yoona magut-magut paham.

   “Ah, biar aku saja Oppa….” Yoona meraih blazer hitam yang baru sedetik tadi lelaki itu lepaskan. Ia menghentikan langkahnya sejenak berganti memandang Yoona dingin,

   “Ayo tidur….”

   “Ne…” sahut Yoona riang

 

   Sehun menarik selimut tebal bercorak bintang biru dan menyelimuti yoona,

   “Kenapa kau tidak tidur dari tadi??” suara bass nya memecah kebisuan YoonA

   “Kau menungguku???”

Yoona mengangguk ringan,

   “kenapa menungguku bodoh?? Kau bisa masuk angin karena tidur terlalu malam…” nasehat SeHun lembut seraya membenarkan selimut itu sekali lagi.

   “Aku tidak bisa tidur, rumah ini terlalu sepi Oppa… aku takut…” SeHun tertegun.

   ‘Sepi??’

   “Tidurlah…” lelaki itu mengecup kilat kening lebar yoona dan beranjak pergi namun  Yoona menahannya,

   “Oppa mau kemana???”

SeHun melirik tangan Yoona yang mencengkram lengannya, dengan sedikit paksa SeHun melepaskannya “Aku akan tidur di sofa…”

   “Kenapa tidak tidur disini???” balasnya polos,

   “Sudahlah jangan banyak bertanya.. aku tidak mau mengganggu tidurmu dengan kehadiranku… tidurlah yang nyenyak…. besok pagi aku ingin bicara sesuatu padamu…”

 

*******

 ~ Yoona P.o.V ~

   Pagi-pagi benar. Sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamarku. Menerpa wajahku hingga mau tak mau aku ikut membuka mata.

   “Kau tidurlah yang nyenyak.. besok pagi aku ingin bicara sesuatu padamu..” kata-kata SeHun Oppa tadi malam seakan menegurku. Membuat mataku terbuka lebar-lebar,

    Aku tidak tahu apa ini, perasaan apa ini. Yang jelas ini membuatku susah bernafas ….

   Pukul 7 pagi. Udara pagi yang begitu dingin terasa menusuk kulitku.

Aku menyibak selimut. Dan beranjak menuju kamar mandi. Mungkin saja pikiranku bisa lebih fresh setelahnya… semoga sajaa…

 

   Hanya satu wajah yang kucari ketika kakiku melangkah menuruni anak tangga. Tidak ada, tidak ada seorang pun yang terlihat. Diruang depan tidak ada.. ah, apa dia ada didapur??

   Tepat sekali dengan perkiraanku. SeHun Oppa, lelaki dengan wajah keras yang kusayangi tampak terduduk seorang diri di depan meja makan.

Tak menunggu lama, aku menghampirinya.

   “Yoon….” Katanya tak bersemangat.

Mata hitamnya memandangku dalam,

   “Ne??” suaraku tercekat di tenggorokan. Entah kenapa aku merasa takut mendengar apa yang ia katakan setelah ini,

   “A..aku…”

   “Ah aku buatkan teh ya Oppa??” potongku cepat. Gelagapan sendiri.

   “Mianhae Yoong…” kubatalkan niatku tadi. Berganti dengan berbalik menatapnya bingung.

Kata-kata itu serasa asing ditelingaku,

   “Oppa…??” suaraku malah jauh terdengar bodoh ditelingaku.

   “Aku mau jujur padamu Yoon….” Dia meraih tanganku dan menggenggamnya erat sekali. Sorot matanya membuatku bergetar.

   “Aku sebenarnya… bukanlah suamimu….” Petir hebat menyambar hatiku, dadaku. Ada rasa kecewa didalam sini, dan juga rasa marah..

   “Oppa bohong!”

  SeHun Oppa menghela nafas dalam kemudian kembali menatapku lebih lekat dari yang pernah kulihat,

   “Mianhae Yoon.. aku sungguh minta maaf….” Kutarik tanganku terlepas dari genggamannya.

Kepalaku menggeleng kencang, berusaha mengabaikan perkataannya barusan,

   “Sebenarnya waktu itu, waktu kau dirawat dirumah sakit… itu karena kau sedang hamil, anak dari LuHan Hyung…..”

   “Kau benar Yoon. Selama ini aku memang egois, tak seharusnya khan aku bersamamu ??” ia berkata lirih sambil tersenyum “Untuk itu, a ku akan menerima kebencianmu padaku.. apapun yang mau kau lakukan.. aku akan menerimanya, sebagai penebusan dosaku..”

Braakkkk

 Tanganku menggebrak meja sejurus dengan airmata bodoh dipipiku,

   “Oppa bodoh!! Kenapa membohongiku??!!! Lalu…Lalu dimana anakku?? Dimana dia?”

Dia membisu bagai patung es. Patung es yang saat ini sangat kubenci hingga aku ingin sekali membunuhnya..

  Tapi kebisuannya kali ini sungguh tak kuharapkan..

   “Maaf….”

   “Jawab aku Oppa???!!! Aku tidak butuh kata maaf darimu!!…” dengan nada memaksa dan airmata berlinang aku berteriak padanya,

   “Bayimu sudah tiada…..” jawabnya lambat-lambat,

 Aku menangis keras “Kenapa? Kenapa bisa begitu???”

   “Aku.. aku sungguh minta maaf Yoon.. waktu itu, aku tidak tahu harus berbuat apa… dokter bilang salah satu dari kalian harus… harus tiada.. jadi aku….”

   “OPPA!!!!!”

Masih kudengar suara bass miliknya meneriaki namaku. Tapi aku tidak peduli!! Aku tidak mau peduli!!

  Kuhempaskan diriku keatas ranjang. Menangis sepuasnya disana.

Hatiku sakit sekali,,,, dan aku sangat kecewa…

   tapi, Diantara semua rasa aneh itu aku merasa ada sesuatu yang tidak asing mendadak mengalir dari hidungku dan menetes ke bantal…

I-Ini…..darah??

 

 *******

 ~ SeHun P.o.V ~

   Aku baru sadar tentang seberapa jahatnya diriku. Melihat wajah lelahnya yang tertidur lelap diatas ranjang membuat hatiku tersodok keras. Tampak bulir-bulir air mata masih menghinggapi wajahnya.

  Ia tertidur lelap dengan posisi ‘berantakan’ , kepala menumpu pada sebelah tangannya dipinggir ranjang dengan selimut tebal hanya menutupi ujung kakinya. Sedangkan sebagian besarnya meluber ke lantai.

  Dengan telaten. Kuangkat tubuhnya yang ringan bagai kertas untuk membenarkan posisi tidurnya. Selimut kutarik hingga menutupi sebatas lehernya. Dan sebagai sentuhan terakhir, aku meninggalkan kecupan singkat di dahinya.

   “Kau tahu Yoon? Walau psychogenic atau dissociative amnesia itu masihlah ada dalam dirimu dan ditambah fakta bahwa sekarang kau sangatlah membenciku, aku tidak akan menyerah.. sampai kapanpun, kapanpun itu, aku akan selalu berada disampingmu.” Ucapku lembut sambil menghapus airmata yang masih ada di sudut matanya.

   Ahh, pasti sedari tadi ia terus menangis,

   “Selamat tidur…”

   “Kenapa Oppa??” aku berhenti melangkah pergi, hanya berdiri mematung, diriku tak berani berbalik memandang wajahnya.

   “Kenapa Oppa?? Kenapa Oppa memilihku?? Kenapa aku tidak mati saja supaya bayiku tetap hidup??” tanyanya menuntut. Meski pelan, aku masih dapat mendengar suara isakannya,

   “Mianhae…” hanya satu. Hanya satu kata itu yang berhasil meluncur keluar dari bibirku. Dari sekian banyak kata-kata yang ingin kuucapkan, kenapa hanya  kata itu??

   “Kenapa Oppa? Kenapa kau membiarkanku hidup??”

   “Kau tahu Oppa, aku sudah tak pantas ada didunia ini.. aku sudah kotor, aku hanya sampah yang pantas dibuang…”

   “Yoona-ya……” aku terbelalak kaget melihat cairan merah kental itu mengalir lambat dari hidungnya. Ia tertawa lirih dan mengelapnya dengan secarik tissue,

   “Jangan sentuh aku!!” dia menepis tanganku kasar ketika kucoba untuk membantunya,

   “Kubilang jangan sentuh aku!!!” yoona semakin memekik marah.

Sekuat tenaga aku melawan kekeras kepalaannya,

   “Jangan keras kepala!!!”

   “Tidak!! Lepaskan aku!! Jangan menyentuhku!!!”

   Tak kupedulikan berontakan kerasnya. Aku menghapus semua darah nya dengan langan bajuku, tidak sulit melakukannya. Karena sejak beberapa detik yang lalu ia membiarkanku ‘mengurusnya’.

   “Aku tidak butuh apapun Yoon, aku hanya membutuhkanmu yang selalu bergantung padaku… “

   “Kenapa???” muka bodohnya menatapku tidak paham or innocent,

   “karena…….. itu….”

   “‘sekarang aku mencintaimu’??? apakah Oppa mau bilang begitu…” ceplosannya barusan membuatku terkejut setengah mati.

Bagaimana dia bisa tahu??

 

 

  -The End –

Mwuahahahaha akhirnya selesai juga ngetik nya.. dan selesai juga ff ini…

Tapi…

  tugas lain menyusul, make a YoonWon’s FF….

Ah sudahlah, sekarang adalah waktunya tidur dulu.. kekekeke😀

#Pai..Pai ^^

12 thoughts on “[FF-3Shoot] Now, I Love You Part 3 -End (YoonHun – YoonA & SeHun)

  1. Ngegantung.. .-.
    Itu yoong eonnie sakit apa ampe mimisan gitu?
    Lulu oppanya pergi kemana?
    Itu Sehun oppa nyatain cinta ke Yoong eonnie? Trus jadinya? .-. Oke, ditunggu FF selanjutnya, especially You are Mine.. Aku nungguin itu banget.-. Oke?’-‘)9

    Suka

Express Your Feelings! With make a comment.. ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s